
" Selama ini anda pasti sudah banyak menderita, jika saya tidak menerima laporan penyelidikan tentang anda saat ini saya akan berfikir anda adalah pemuda yang cantik dan naif, yang tidak pernah melihat kejamnya dunia dan hidup di penuhi dengan cinta dan kebahagiaan,
Tetapi saya salah anda adalah orang yang sudah melihat kejamnya dunia, bagaimana bisa anda tersenyum manis seperti tidak terjadi apa-apa?, bagaimana bisa anda bertahan tanpa ada seorang pun disisi anda?,
Aylise saya berjanji mulai sekarang saya akan menjaga anda, melindungi anda, dan menjadi seseorang yang berharga bagi anda" Ucap Yoga serius menatap langit malam.
.
.
Setelah hari itu, hari-hari mereka lalui dengan bahagia, bahkan sekarang banyak dari mereka tahu dan mengenal Aylise, mereka juga memberinya julukan Aylise Sang Dewi Sebenarnya,
Meski terkadang, Arasya masih saja ingin memfitnah Aylise, Yoga dengan tegas membungkam mulut Arasya dengan, ucapan tajamnya,
Seperti kejadian di Kantin
" Aylise kamu kok tega banget sih, aku punya salah ya sama kamu? sampai-sampai kamu buat aku jatuh hiks.." Kata Arasya yang menunduk di lantai dengan wajah yang se menyedihkan mungkin.
Namun, rencana yang Arasya gunakan gagal sebab sebelum orang-orang berbicara Aylise lebih dulu membalikkan situasinya.
" Eh Anu Asya tapi, yang kamu tabrak bu buka aku ta tapi me meraka" Ucap ragu-ragu Aylise menunjuk Geng Cabe,
Deg
" Apa bagaimana mungkin? " Tanya Arasya dengan linglung, bagaimana tidak dia yakin yang ia tabrak adalah Aylise namun kenapa menjadi Geng Cabe?
[ Lihat itu Tuan, mukanya benar-benar minta di tampol ]
{ Pfftt kamu kok kayaknya sensi banget sama Asya sih tem }
[ Sistem Tuan!! Sistem!!, bukan tem nanti di kira Sistem item lagi Ó╭╮Ò]
{ Sama aja, dan juga makasih Sistem。◕‿◕。}
[ Haha itu sudah tugas Sistem Tuan ( ꈍᴗꈍ)]
Dan tentu saja itu pun dengan komando sistem jika sistem tidak memperingatinya dan Aylise tidak di tarik kebelakang Yoga mungkin Aylise yang akan di salahkan.
" Iya aneh banget padahal dia nabrak ke Geng Cabe kenapa juga dia bawa-bawa Sang Dewi"
" Biasalah dia paling mau caper, kan sekarang dia kalah cantik sama Aylise "
" Huu jijik guys ada tukang caperr, ngak bersyukur banget kan di anggap sahabat malah mau fitnah iuuhh "
" Kamu ngak papa" Tanya Yoga khawatir, lalu Aylise tersenyum dan menggeleng dengan tanda dia tidak apa-apa, setelah itu Yoga baru menghela nafas lega.
" BAGAIMANA MUNGKIN LO BILANG?? MAKSUD LO TARGET LO BUKA KITA GITU ? CUIIHH DASAR YA JADI CEWEK MUR@HAN BANGET " Bentak sinis Ketua geng cabe Ratu dan dia juga adalah Antagonis perempuan,
" Bully aja Tu biar dia tahu rasa, " Usul anak buah
" GUE EMANG MAU KASIH DIA PELAJARAN, GUYS PEGANGIN DIA!!" Setelah mereka memegangi Arasya, dia menumpahkan bakso, es, saos, sambal ,kecap ke kepala Arasya,
Arasya yang di perlakukan seperti itu hanya bisa menangis, dia memberontak namun karena mereka yang memegangi lebih dari 2 orang Arasya di paksa tunduk,
" GUE PERINGATI LO!, BERANI LO NGERUSAK HUBUNGAN MEREKA GUE NGAK SEGAN-SEGAN BULLY LO HABIS-HABISAN PAHAM! " Ucap Ratu tegas, dan ternyata Ratu adalah pengemar Fujoshi,
Sedangkan Arasya, ia terduduk di lantai dengan berantakan bahkan, ia tidak bisa menahan tangis dan malu tidak berani menjawab "Hiks.. Hiks.."
__ADS_1
" GENG GUE MEMANG NAKAL, TAPI KITA BUKAN CEWEK MUR@HAN KAYAK LO, cabut guys " Lanjut Ratu,
" Mukanya tebel guys "
" Urat malunya putus"
" Kalau gue jadi dia udah kabur jauh-jauh gue"
" Jadi cewek kok Mur@han bangett iuuhh"
.
.
" Makan yang banyak " Kata Yoga lembut sambil mengelus kepala Aylise
Aylise yang sudah biasa di perlakukan seperti itu sewaktu dia masih di dunianya pun hanya mengangguk dan menyantap makanannya.
{ Tem kasih tahu aku kalau Arasya keluar }
[ Siap Tuan]
Tapi tidak dengan mereka yang semeja dengannya, mereka menatap Aylise dan Yoga dengan tatapan tanda tanya karena, mungkin hanya Aylise satu-satunya murid yang di perlakukan lembut oleh sang KETOS tampan
" Fan mereka pacaran? " Bisik Regina ke Fandy,
Kejadian pembullyan itu di saksikan Regina sepupu Arasya, memang tidak banyak dari mereka yang tahu jika mereka berdua saudara sepupu, jadi tidak ada yang menggunjing Regina, dan Regina tentu saja merasa puas sebab ada seseorang yang membalaskan dendamnya,
" Lo ngak sopan gue gini-gini kakak kelas loh" Ucap kesal Fandy karena Regina selalu memanggilnya tanpa embel-embel kak
Meski Aylise dan Yoga masih mendengar nya namun, mereka terlihat biasa saja mengacuhkan bisikan mereka.
" Ngak tauk tapi mereka deket, mungkin baru PDKT" Ucap Fandy pelan sambil makan.
" Serius tapi gue liatnya mereka tebar kemesraan terus? "Regina sedikit menyesal
" Jangan bilang lo cemburu " Tebak spontan Fandy,
" Sembarangan lo kalau ngmong, gue cuma ngak rela ya kalau mereka ngak sampek jadian " Ucap Regina yang lumayan keras.
" Ekhem, Kalau sudah selesai pergi dari sini " Ucap dingin Yoga
" Maaf gue masih laper " Jawab Regina pelan
" Tuh bocah dulu kagak gitu deh?, gue masih inget Minggu lalu waktu Aylise ngenalin ke kita, dia diem aja, apalagi suasana di sekitarnya suram banget lah ini, kenapa jadi cerewet + bar bar ?" Batin Fandy heran dengan Regina.
.
.
" Kak aku ke kamar mandi dulu ya " Tanpa menunggu jawaban Yoga Aylise langsung pergi,
"...." meninggalkan Yoga dengan wajah gelap.
" Haduhh dingin Oii " Batin Fandy
Sedangkan Regina lebih fokus dengan makanannya dan mengabaikan hawa dingin dari Yoga,
__ADS_1
.
{ Dimana Asya tem? Bukanya aku udah bilang buat kasih tahu kalau Asya keluar!} Ya, dia melihat Asya keluar,
[ Maaf Tuan (・ัω・ั)]
Aylise memutuskan untuk mengikutinya, ia ingin tahu siapa sebenarnya Arasya yang berada disini, karena Aylise yakin Arasya asli sangat baik,
Itu terlihat dari ingatan Aylise yang sedikit mengganjal, dan itu terjadi di saat umur Arasya 9 tahun saat Arasya demam.
[ Dia ada di taman dekat Toilet Tuan ]
Dan pikiran-pikiran itu semakin jelas dengan tingkah sistem yang seakan memusuhi Protagonis Wanita,
Dan jika yang ia pikirkan benar maka Arasya sekaran bukan Protagonis Wanita Asli, dan kemungkinan dia adalah Time Travel.
.
.
Dan di taman itu terlihat seorang gadis yang duduk menangis, di belakan tembok pembatas taman dan Toilet,
" Hiks.. Kenapa kenapa disini aku juga selalu di bully, hiks.. aku pikir setelah aku pindah kesini dan menjadi Arasya aku bisa bahagia, aku memang tidak menyangka jika Arasya putri keluarga kaya,
Keluarga Arasya sangat memanjakan aku, apapun yang aku mau akan mereka turuti, dengan bantuan otak pintar Arasya aku bisa mendapatkan julukan Dewi pintar, mereka tidak akan menganggap ku lemah dan bisa di andalkan,
Tujuanku pun tercapai, mereka menyarankan untuk lebih akrab dengan Yoga, karena kita akan bertunangan tapi hiks.. Tapi Yoga tidak pernah melihatku,
Apa yang salah denganku aku pikir Yoga memang cocok bersanding denganku, ya seharusnya memang seperti itu aku yang cantik dan pintar berpasangan dengan Yoga yang tampan dan kaya,
Bukan lelaki Jal@ng seperti mayat itu, ini semua gara-gara dia, semua rencanaku hancur karena dia,
Aylise sialan arrgghh " Rancaunya sambil mengacak-acak rambutnya, dengan tatapan dingin melihat ke depan,
.
.
Dan tanpa Arasya sadari Aylise telah mendengar semuanya di balik tembok, dia menunduk dan mengepalkan tangannya erat, giginya bergemelutuk,
Tatapan tajam yang tidak pernah ia tunjukan di dunianya, sekarang iya menatap sosok Arasya palsu dengan tatapan tajamnya, ini permata kalinya ia merasakan perasaan ingin membunuh.
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1