
Setelah lama mereka terdiam tanpa ada salah satu yang mengawali berbicara, suasana di UKS sangat canggung.
{ Sistem.. oi lu kemana, ihh mana suasananya sepi amat kaya kubur krik.. krik.. krik.. krik.. } Kesal Aylise pada sistem yang hilang entah kemana.
" Anu kak, kakak ngak sibuk apa? " Tanya Aylise yang akhirnya mengalah untuk berbicara lebih dulu.
" Tidak " Jawab Yoga singkat
" Singkat banget sih kak, bisa ngak ngomongnya panjangan dikit " Ucap kesal dengan menyatukan jari telunjuk dan ibu jari.
" Huff.. saya tidak sibuk " Jawab Yoga datar dengan sabar.
" Kakak ngak bisa ngomong aku kamu ya.. dari tadi saya, saya terus " Kesel Aylise dengan mengerucutkan bibirnya.
Entah kenapa menghadapi Yoga membuatnya kesal, mungkin sikap Yoga yang kaku dan irit ngomong itu mengingatkan sosok Angga padanya, ya Angga lelaki tampan yang membuat, orang yang ia cintai mendorongnya.
" Saya tidak terbiasa " Jawab Yoga singkat dan jujur
" Tapi aku ngak suka " Ucap Aylise tanpa melihat Yoga dengan tangan terlipat di dada.
' Itu mengingatkan ku pada Angga ' lanjutnya di dalam hati.
" Ah maaf saya Ekhem aku akan mencobanya " Ucap Yoga sedikit canggung
" Kakak akan terbiasa nanti, oh ya kak boleh aku ke kelas, soalnya ngak enak banget kak masak baru masuk ngak ada di kelas ntar mereka ngira aku sombong lagi " Adunya
" Tapi lukanya" Ucap Yoga sedikit khawatir
" Ini cuma luka kecil, lagi pula aku udah ngak lihat darahnya jadi ngak terlalu sakit, kalau aku balik ke kelas ngak papa kan? " Ucapnya dengan mata berbinar.
" Ekhem ya tidak apa-apa, saya ekhem maksudnya aku.." Namun sebelum Yoga sempat melanjutkan berbicara ia melihat Aylise yang berdiri dan menyelanya.
" Yos, kalau begitu aku pergi dulu ya kak dadah " Tanpa menunggu jawaban dari Yoga Aylise melambaikan tangan dan pergi ke kelas.
" Ini pertama kalinya saya di tinggalkan " Ucap Yoga dengan menatap punggung Aylise yang menjauh.
" Pfft.. Tapi saya tidak merasa marah, semoga kita bertemu lagi Aylise " Ucap Yoga dengan senyum manisnya.
Jika Fandy melihat sosok Yoga yang sekarang entah apa yang iya lontarkan, yang jelas itu akan membuatnya ingin mengabadikan momen yang sangat-sangat langkah itu.
.
.
{ Tega banget kamu ninggalin majikan kamu, aku ke jebak suasana canggung kamu malah enak-enak kencan Heb} Kesal Aylise dengan mengembungkan pipinya.
Setelah , keluar dari UKS sang sistem barulah muncul, dan mengatakan jika dirinya sedang berkencan dengan sistem jantan.
__ADS_1
Padahal sistem hanya duduk dan menonton aksi sang majikan.
Flashback sistem
[ Kyaa .. Tuan anda harus menjadi pasangan, Kyaa.. Majikan sistem memang cantik, liat Protagonis yang dingin itu saja sudah terjatuh dalam pesona Tuan ku kyaa.. Semangat tuan ] Sorak Bahagia sistem di depan layar besar sambil membawa lampu light stick.
.
[ Sistem kan sudah minta maaf Tuan, lagi pula sistem tidak mau ganggu Tuan yang bermesraan Ó╭╮Ò]
{ Siapa yang bermesraan} Aylise dengan marah
[ Tuan anda ada di depan kelas apa anda tidak mau masuk ] Tanpa menghiraukan ucapan Aylise
{ Kamu selamat kali ini huh }
" Ekhem.. Halo.." Sapa Aylise dengan senyum manis, berbeda dengan hatinya yang masih mengumpat marah pada sang sistem.
Mereka yang awalnya saling bercanda dan tertawa keras itu tiba-tiba hening,
Anak-anak yang melihat pemandangan itu tidak bisa mengalihkan pandangan mereka dari Aylise.
Bagaimana tidak, bahkan sang Dewi terpintar yang baru saja berpidato itu kalah dengan sosok di depan mereka.
Itu adalah wajah yang paling cantik yang pernah mereka lihat, wajah oval pipi yang berisi, matanya sayu yang indah dengan iris abu-abu terang, bulu mata panjang dan lentik, bibirnya merah sedikit berisi, hidungnya kecil dan mancung,
Apa lagi kulitnya yang putih pucat dan tubuhnya yang ramping, dengan tingi 175 cm membuat para perempuan iri melihatnya, dan jangan lupakan tahi lalat di bawah matanya menambah kesan cantiknya.
" Anu apa kamu yang namanya Kaivan Ayalisse? " Tanya Doni sang ketua kelas.
" Ya nama say Kaivan Ayalisse kalian bisa memanggilku Aylise " masih dengan senyum,
" Apa tidak ada guru? " Lanjut Aylise dengan pertanyaan.
" Wali kelas sudah datang dan memberikan waktu untuk kita saling mengena satu sama lain," Jelas doni lalu ia dengan ragu melanjutkan " Kenapa kamu mengunakan seragam olahraga? "
" He he saya datang ke sekolah dengan baju kotor dan terluka, kebetulan ada kakak kelas yang mengantar ke UKS dan memberikan baju ganti " Jawab Aylise panjang lebar dengan menggaruk pipinya yang tidak gatal.
" Aylise itu pasti sakit, pantas saja kamu tidak terlihat di upacara tadi " ucap teman kelas khawatir.
" Tidak apa-apa, Terimakasih sudah khawatir".Ucap Aylise jujur
" Anu itu boleh aku duduk? Kita bisa lanjut mengobrol setelah duduk, kaki saya tidak bisa bertahan lagi " Katanya sedikit memelas.
" Teman-teman benar kata Aylise biarkan dia duduk dulu, tapi hanya ada 1 tempak duduk kosong apa tidak apa-apa di belakang? " Kata Doni di akhir dengan nada ragu sebab di tempat itu bersebelahan dengan gadis yang terlihat introvert .
" Tidak apa-apa, lagi pula bukankan kita semua teman " Setelah berkata seperti itu Aylise menuju tempat duduk belakang.
__ADS_1
" Halo, aku Aylise kamu siapa " Tanya Aylise senyum.
Namun, bukan jawaban gadis itu hanya diam, Aylise yang di acuhkan hanya tersenyum canggung dan duduk di sebelah sambil mengeluh pada sistem.
{ Dia benar-benar tidak mau melihatku, tem ini genrenya bukan horor kan }
[Anda jangan bercanda ini adalah novel romansa sekolah, dan itu hanya khayalan anda]
{ syukur deh kalau begitu} Aylise menghela nafas lega.
" Tch. Dia itu ngak bersyukur banget, masih mending Aylise yang cantik mau ngajak dia ngomong " Ucap sinis teman sekelas.
Doni yang mendengar hanya diam sebenarnya dia kasihan, tetapi dia tidak bisa berbuat apa-apa, jadi dia hanya bisa diam, dia bersyukur ada Aylise yang menggantikannya untuk berteman dengan gadis itu.
.
" Anu aku Aylise nama kamu siapa, "Tanya Aylise sekali lagi, dia merasa ia harus berteman dengannya.
Meski tidak ada tanggapan dari gadis sebelahnya Aylise tetap melanjutkan perkenalannya.
[ Aku tidak salah memilihmu Tuan, anda memiliki hati yang lembut 。◕‿◕。] Batin sistem.
" Aku yatim piatu aku tinggal di jalan xxx toko Flower Erica, aku juga bekerja di sana ,aku bukan anak yang pintar jadi aku harus lebih belajar dengan keras untuk masuk sekolah ini dengan nilai rata-rata tentunya, Aku jua..." Namun, ucapan Aylise terpotong dengan ucapan gadis di sebelahnya.
" Regina namaku Regina Anindy Wirata " Ucap Regina datar dengan menatap Aylise.
" Wirata.." gumam Aylise
{ Tem bukanya Arasya anak satu-satunya, Gina bukan anak luar nikah kan?} Tanya Aylise penasaran.
[ Ya dan Salah Tuan Nona Regina anak kakak dari ayah arasya jadi bisa di bilang mereka sepupu, lalu karena orang tua nona Regina sudah meninggal ia di rawat oleh pamannya dan tinggal dengan Arasya saat ini, dan yang paling penting setelah Arasya kembali ke rumah keluarga Wirata Nona Regina tidak pernah mendapatkan kasih sayang dan selalu menderita akan fitnah dari Arasya ]
{ Tem siapa sebenarnya Arasya disini? }Tanya Aylise cemas
[ Anda harus mencari tahu sendiri ] Ucap sistem langsung menghilang
" Apa kamu baik-baik saja?"Tanya Regina
" Ah iya aku ngak papa kok, namanya mirip aja sama temen masa kecil aku Asya" Jawab Aylise jujur
Deg..
" Asya.. Arasya.." gumannya sambil menatap nanar Aylise yang masih tersenyum manis.
.
.
__ADS_1
.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...