
" Ha hampirr saja aku terlambat " Ucap Aylise sambil mengusap dadanya lega.
Aylise datang tepat waktu, hanya saja bagi murid baru itu sudah terbilang telat, sebab 5 menit sebelum masuk sudah harus berkumpul untuk upacara.
Sedangkan Aylise sekarang, dari penampilannya tidak lagi sama seperti awal berangkat, rambut acak-acakan, kulit putih pucat nya sedikit kemerahan, tangan dan kaki penuh goresan.
.
.
" Ke ketua.. bagaimana saya mengatakan kepada Kepala Sekolah, saya ma mana berani " Ucap pemuda yang menggigil ketakutan, ternyata ia masih tetap membujuk sang KETOS Tampan Yoga.
" Terserah anda " jawab Yoga yang masih mempertahankan wajah datar yang dinginnya.
" Tapi ketua.." Namun sebelum pemuda itu selesai bicara ia melihat seorang pemuda yang penampilannya acak-acakan.
.
.
{ Ini semua gara-gara kamu tem, kenapa aku harus naik sepeda kalau pada akhirnya aku terjatuh, aku malu tem } Ngambeknya Aylise
[ Iya itu salah sistem, sistem minta maaf ]
{ Kok kayak ngak tulus gitu } Tanyanya, dengan wajah di tekuk.
" Heii yang disana kenapa kamu masih disana? " Tanyanya dengan nada yang sedikit meninggi.
Aylise yang mendengar langsung melihat ke kanan dan kiri " Aku.." tunjuknya diri sendiri.
" Ya kau, Kenapa masih disini kau anak baru bukan? " Tanyanya sambil berjalan mendekat.
Yoga hanya memperhatikan mereka namun, pandangannya tidak pernah lepas dari pemuda yang penampilannya acak-acakan itu.
" Aku harus kemana kak?" Tanya Aylise bingung.
" Tentu saja kelapangan, tapi kau.." Pemuda itu melihat Aylise dari atas ke bawah dan tertegun,
Meski penampilan Aylise acak-acakan, itu tidak bisa menyembunyikan pesonanya.
" Hei kau.. " Sebelum pemuda itu selesai berbicara, Yoga lebih dulu berbicara.
" Anda terjatuh? lutut dan tanganmu berdarah, dan anda sangat pucat." Tanya Yoga masih dengan nada datarnya,
Namun kali ini adalah kata terpanjang untuk orang baru, dan kejadian itu membuat pemuda yang selalu menggigil ketakutan atau bisa di bilang wakil OSIS Fandy itu menganga.
Aylise yang awalnya mengagumi wajah tampah Yoga itu terkejut mendengar " lutut dan tangannya berdarah ".
" Apa..Arrgghhh sakittt.. hikss.. sakit.." Rengek nya karena melihat darah.
Yoga dan Fandy yang bingung, dan berfikir "Apa pemuda itu tidak tahu jika dirinya berdarah?"
__ADS_1
" I ini gara-gara kamu, apa kamu tidak tahu jika melihat lukanya langsung itu akan terasa sakit hiks.. " Kesal Aylise dengan mata berair dan hidungnya merah.
" I itu.. Ketua .." Sebelum Fandy selesai berbicara iya melihat ketuanya yang menggendong pemuda yang menangis itu ala tuan putri, dia sudah 2 kali di buat terkejut akan sikap ketuanya.
" Katakan padanya aku sibuk" Sambil menggendong Aylise menuju UKS.
Aylise yang di gendong sangat syok dan membatu, sementara itu sang sistem bersorak-sorai bahagia.
[ Argghh Tuan lihat, anda sangat serasi, sistem tidak salah kali ini Protagonis Wanita akan kalah ┌|o^▽^o|┘♪] Batin sistem bahagia.
.
.
" Ganti seragam anda dengan ini, Ekhem mungkin ini akan sedikit kebesaran " Kata Yoga sedikit melirik Aylise, meski nadanya datar jika dilihat telinganya sedikit memerah.
' Ini pertama kalinya saya menghawatirkan seseorang, melihatnya menangis ada perasaan aneh pada diriku.' Batin Yoga
.
.
" Anu ini bukan lagi sedikit, ini sangat besar siapa pemilik seragam olahraga ini " Kesal Aylise.
Bagi orang lain tinggi 175 cm itu sudah terbilang tinggi dan tubuhnya yang ramping, jika ia berdiri di samping Yoga yang tingginya 190 cm lebih, ia akan terlihat pendek.
" Ekhem, itu seragam saya, maaf " Kata Yoga sedikit bersalah.
" Apa anda bisa duduk kembali saya akan bantu mengobati " Ucap Yoga dengan nada datarnya.
" Umm, Terimakasih kak " Ucap Aylise tulus, ia kembali duduk di ranjang depan Yoga.
Yoga tertegun sebentar kembali mendatarkan wajahnya,
" Apa anda sedang sakit ?" Tanya Yoga sambil mengobati lengan Aylise
" Aylise, nama saya Kaivan Ayalisse, aku tidak sedang sakit dan nama kakak? Tanyanya dengan memandang lurus ke arah Yoga
Mata tajam Yoga bertemu dengan mata cerah dan berair milik Aylise membuatnya tertegun kembali.
' Deg, perasaan ini lagi, perasaan apa ini? tapi aku tidak membenci perasaan ini ' Batin Yoga
" Ekhem Yoga " Jawab Yoga singkat, menyembunyikan kegugupannya.
{ Yoga.. tem bukan dia Protagonis Laki-laki ya..} Tanya Aylise lewat pikiran.
[ Benar Tuan, di cerita asli Protagonis Laki-laki bertemu dengan Protagonis Wanita di upacara pembukaan, di sana Yoga yang mewakili Sekolah untuk berpidato, Arasya yang menjadi murid terpintar kelas 1, ]
{ Tapi sekarang Yoga ada disini itu artinya aku berhasil jauhi mereka kan tem?} Pikirnya sambil senyum.
" Ada apa? apa ada sesuatu yang lucu " Heran Yoga
__ADS_1
" Eh tidak hanya saja kakak tampan he he " Jawab Aylise jujur, Yoga memang tampan jadi dia tidak berbohong
Namun, Aylise tidak tahu dampak dari kata-katanya itu membuat seseorang menjadi tidak karuan.
Yoga sering mendengar kata tampan namun, kali ini mendengar kata itu keluar dari mulut Aylise membuat jantungnya berdetak lebih cepat, wajahnya mulai memanas, seperti terdapat kupu-kupu di dalam perutnya sejenak ia tidak tahu harus berkata apa.
Yoga yang malu dan salah tingkah itu menutup wajahnya yang sudah merah dengan sebelah tangannya.
" A apa yang a anda ka katakan? " Tanya Yoga dengan gugup
" Lo aku salah ya.. diakan memang tampan, padahal aku sempat iri melihat wajah tampannya, yang aku punya hanya wajah cantik, tidak tampak seperti laki-laki " Gumam Aylise yang masih di dengar Yoga
" Ekhem terimakasih Anda juga cantik " Meski nadanya datar Yoga tulus.
" Tapi aku laki-laki, kulitku pucat itu tidak cocok di sebut laki-laki" Ucap Aylise sedikit pelan dengan wajah lesu
Yoga yang mendengar nada lesu Aylise, langsung memegang kedua pundaknya dan berkata " Tidak itu cocok untuk anda," sedikit lembut dan tulus
Aylise tertegun ' di dunia ini hanya Tante Erica yang tidak memandang fisiknya, dan kali ini Protagonis Laki-laki juga mengatakan hal yang sama seperti apa yang di katakan tante Erica dulu ' batinnya
" Terimakasih " Ucap Aylise tulus, ia tersenyum manis ke arah Yoga
" Cantik " Gumam Yoga sedikit senyum
[ Kyaa.. mereka tatap-tatapan, sistem bisa melihat love love yang ada di sekitar mereka kyaa.. (ᗒᗩᗕ)] Sorak batin sistem.
.
.
Seorang gadis tersenyum di atas panggung, namun setelah ia kembali, wajah senyum itu tergantikan dengan wajah kesal dan kecewa.
' Dimana kak Yoga berada, percuma aku disini kalau tidak melihat kak Yoga Tch. " Batin Arasya kesal
" Halo kamu Arasya, Aku Fandy Wakil OSIS selamat ya, kamu menjadi murid terpintar dan dewi cantik di sekolah " Ucap fandy tulus.
Dengan cepat Arasya mengubah raut wajahnya kembali tersenyum, " Terimakasih kak, pidato kakak juga bagus tadi, tapi saya tidak melihat Ketua OSIS, Apa dia tidak datang? " Ucap Arasya, sedikit bertanya tentang Yoga,
Arasya tahu betul siapa nama Ketua OSIS itu, semua tentangnya Arasya tahu sebab keluarganya dekat dengan keluarga Gentala,
Hari ini ia sangat percaya diri, ia yakin bisa membuat Yoga dingin itu mencair namun, dia sekarang tidak tahu ada di mana pemuda tampan itu.
Yoga yang tampan dan pintar itu sangat cocok bersanding dengannya, dan dia berambisi untuk memiliki Yoga.
Tapi yang tidak Arasya tahu saat ini Yoga sudah memiliki perasaan kepada Aylise, teman masa kecilnya.
.
.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1