
Lagi... lagi dan lagi sudah 3 tahun berturut-turut Rafeila menerima buket mawar merah yang membuat semakin penasaran siapakah yang mengirimnya?
Setiap buket bunga yang diterima hanya ada sebuah surat yang bertuliskan "Happy birthday, wish you all the best. Dari penggemarmu". Itulah yang membuat gadis cantik keturunan Eropa yang kuliah sebuah universitas di Seoul ini penasaran.
Rafeila sudah tidak lama lagi akan lulus tetapi hatinya masih tidak ingin menuruti keinginan kedua orang tuanya untuk kembali ke Eropa karna masih ada seseorang yang dia nantikan selama 3 tahun ini yang dia sendiri tidak tahu dimana laki-laki yang sangat dinantikannya karna Rafeila telah berjanji akan selalu setia menantikan kedatangannya, entah sampai kapan Rafeila akan tahan?
Rafeila termenung setelah merayakan pesta ulang tahunnya. "Refaeila!!" Panggil Bong Shim sahabatnya selama di Korea, namun dia tidak menjawab dan hanya tetap termenung menatap buket mawar merah di hadapannya.
Lalu, Bong shim menepuk pundaknya "Hey dengar gak?" Ucap Bong Shim.
__ADS_1
"Eh shim ada apa? Kapan kamu masuk?" Tanya Rafeila.
"Aigoo dari tadi aku sudah memanggilmu tapi kamu tetap diam menatap buket bunga itu, padahal banyak kado yang lain kenapa hanya itu yang kamu perhatikan? sampai membuatmu melamun gitu?" Tanya Bong Shim yang penasaran.
"Gak apa-apa, aku hanya penasaran siapakah yang selalu mengirimi aku buket bunga ini? karna ini mengingatkanku pada siwon yang suka mengirimiku bunga setiap malam minggu, tapi kan gak mungkin dari dia karna sudah 3 tahun ini dia menghilang,Aku gak tau dimana dia berada" jawab Rafeila sambil meneteskan air mata.
"Sudah fey jangan sedih, jangan dikenang mulu, mending kamu lupain aja dia karna sudah 3 tahun ini dia gak ada kabarnya kalo dia emang sayang sama kamu gak mungkin dia ngilang gitu aja ninggalin, atau jangan-jangan dia sudah nikah dan sudah mempunyai anak bersama wanita lain" Kata Bong Shim yang mencoba menghibur Rafeila karena temannya akan selalu murung bila mengingat orang yang sangat dicintainya.
"Kamu kan cantik banyak cowok yang lebih yang pastinya mau sama kamu dan mungkin bisa buat kamu bahagia" Kata Bong Shim.
__ADS_1
"Sudahlah Shim, jangan begitu, lebih baik tinggalin aku sendiri, aku pengen sendiri aja" Jawab Rafeila ketus.
"Maaf fey...kalo omongan kelewatan? aku hanya gak tega liat kamu begini terus, terjebak di masa lalu yang kita gak tau kedepan bakal gimana? Aku cuma mau kamu bahagia" jawab Bong Shim sambil memeluknya sahabatnya.Ia tidak mau temannya terjebak dalam perasaan yang hanya membuatnya terluka.
"Iya Shim gak apa-apa kok, makasih sudah peduli dan selalu ada buat aku, aku juga minta maaf ya Shim?"Ucap Rafeila sambil menghapus airmatanya dan tersenyum walau terasa pahit untuk untuknya.
"iya kita kan sahabat fey, itu hal yang biasa, udah jam 11 malam nih, aku harus segera pulang takut orang tuaku kuatir karna aku pamitnya ke pestamu pulangnya sebelum jam 12 malam" kata Bong Shim pamit,
"Yasudah hati-hati dijalan, sampai jumpa besok" ucap Rafeila.
__ADS_1
"Oke bye, sampai jumpa besok" kata Bong Shim sambil bergegas untuk pulang.
Akhirnya Bong Shim pulang kerumahnya setelah menenangkan sahabatnya, namun Rafeila kembali temenung menatap buket bunga mawar merah, dia masih memikirkan siapakah yang mengirimnya? itu membuatnya penasaran.