
Selama perjalanan pulang Yoona merasa gelisah karna matanya selalu melihat hantu disekitarnya.
"Bisa gila aku kalau begini" gumam Yoona.
Yoona merasa takut dan berusaha untuk memberanikan diri namun, rasa takutnya tetap ada dan akhirnya Yoona memejamkan matanya sampai dia tertidur, saat Yoona terbangun, bus tak lama berhenti dan Yoona pun turun, Yoona merasa takut karna dia merasa ada yang mengikutinya dan berusaha berjalan cepat saat Yoona menoleh ke belakang betapa terkejutnya dia ternyata ada hantu yang berlumuran darah dengan mata yang hilang sebelah serta kaki yang patah hingga terputar ke belakang.
"Aduh.. ini hantu kok ngikutin terus sih?" ucap Yoona pelan.
"Tunggu dulu.. aku mau minta tolong, aku tau kamu bisa lihat aku" ucap hantu itu lirih.
"Gak mau, minta bantu aja sama orang lain, aku takut" jawab Yoona yang terus berjalan cepat.
"Tunggu.. bantu aku.. tolonggg!!" teriak hantu itu.
Yoona merasa semakin takut hingga dia berlari supaya cepat sampai ke rumah, sesampainya didepan rumah Yoona merasa lega dan menoleh ke belakang ternyata hantu itu sudah tidak lagi mengikutinya. Yoona pun masuk ke rumah dan langsung ke kamar untuk tidur.
Keesokan paginya..
"Yoona bangun ayo kita sarapan" panggil ibu tirinya dari depan pintu kamarnya.
__ADS_1
"Iya duluan aja" jawab Yoona dengan mata masih mengantuk.
Yoona pun bangkit bersiap untuk sekolah, setelah siap Yoona pun turun.
"Yoona makan dulu baru berangkat sekolah" kata ibu tirinya.
"Gak usah sok peduli" jawab Yoona cuek.
"Anak kurang ajar! dia ini ibumu yang sekarang jangan begitu kamu!!" jawab ayah
Yoona yang marah.
"Dasar!! Semalam kamu darimana? kenapa pulangnya larut malam?" tanya ayah Yoona yang semakin emosi.
"Bukan urusan ayah! sejak kapan ayah peduli denganku? ayah aja lebih wanita itu dibadingkan aku dan ibu" jawab Yoona sambil
berlalu pergi berangkat sekolah.
Sesampai di sekolah, Yoona berbuat masalah lagi, dia berkelahi dengan anak laki-laki karna Yoona paling gak suka ditindas ataupun diganggu dan gak suka ngeliat perempuan diganggu. Karena masalah perkelahiannya ayah Yoona dipanggil ke sekolah untuk berurusan dengan guru dan orang tua murid anak-anak yang dipukulinya, setelah urusan selesai ayah Yoona mengajak Yoona pulang bersama.
__ADS_1
"Kamu ini bikin malu aja! buat masalah terus!! ayo kita pulang" kata ayah Yoona yang marah.
"Aku gak buat masalah kok, merekanya aja yang suka nyari masalah dan cengeng" jawab Yoona santai.
"Yasudah terserah kamu aja! ayah capek menghadapi kamu!" kata ayah Yoona.
"Tenang aja aku gak bakalan bikin ayah pusing lagi, mulai sekarang aku akan tinggal sendiri" jawab Yoona.
"Baiklah kalo itu mau kamu, silahkan" jawab ayah Yoona.
"Okee.." kata Yoona dengan sedikit kecewa mendengar jawaban ayahnya.
"Ayo kita pulang bersama" ajak ayah Yoona.
"Gak perlu, ayah pulang aja duluan" jawab Yoona langsung berlalu pergi.
Ayah Yoona pun pulang duluan sendirian ke rumah dan Yoona pun berjalan-jalan berusaha menghibur diri karena terhadap ayahnya yang tak peduli lagi dengannya, Yoona berharap ayahnya menahannya agar tak pindah tapi ayahnya justru menyuruhnya pergi, Yoona pun sangat sedih, dia berjalan ke taman hiburan ke tempat yang sering dia kujungi bersama ibunya dulu dan disana dia teringat ibunya.
"Seandainya ibu gak pergi terlalu cepat mungkin aku gak begini, Ibu.. ayah sekarang sudah gak seperti dulu lagi, ayah jahat" gumam Yoona dalam hatinya dan perlahan air matanya pun menetes, Yoona menangis mengingat ibunya.
__ADS_1
"Ibu aku rindu.." kata Yoona sedih.