Misteri Buket Mawar Merah

Misteri Buket Mawar Merah
Chapter 2


__ADS_3

Didepan kampus..


"Pagi ini mulai hangat, tak lama lagi musim panas tiba dan liburan" gumam Yoona sambil senyum-senyum.


"Hayoo kenapa senyum-senyum sendiri? membayangkan sesuatu yang sweet tentang Sehun ya?" tegur Miran.


"Ti,tidak kok"Ucap Yoona dengan memalingkan wajahnya kearah lain.


"Pasti iyakan!Jangan bohong lihat wajahmu memerah kayak udang rebus"Goda Miran yang tahu bahwa temannya diam diam menyimpan perasaaan pada Lee Sehun selama empat tahun.


"Sssttt.. jangan keras-keras Miran, nanti ada yang dengar, aku malu tau" kata Yoona sambil menutup mulut sahabatnya yang bernama Miran.


Tak lama kemudian seorang pria tampan keluar dari sebuah mobil mewah, yaitu Lee Sehun anak terpopuler di kampus bahkan saat masih sekolah,Ia adalah anak yang menjadi idola dan berasal dari keluarga kaya raya.


"Woooaaaaa" suara kagum para wanita yang melihat Sehun lewat.


"Selamat pagi senior" Sapa salah satu junior


"Iyaa" jawab Sehun sambil tersenyum ramah.


"Kyaaa" teriak para wanita disitu.


"Seniorrr... makan bareng yuk nanti" ajakan para wanita.


"Maaf aku sibuk, lain kali aja" jawab sehun sambil berlalu masuk kelas.


"Ganteng banget idolaku, tapi sayang susah banget di dekatin" Ucap Yoona yang hampir meneteskan air liurnya.


"Iya iya, bersainglah dengan wanita-wanita itu" jawab Miran sambil menujuk para wanita yang menyukai Sehun.


"Hemm.. yasudah yuk kita masuk kelas hari ini kan dosen galak yang masuk pertama" ucap Yoona sambil memegang tangan Miran sambil berlari ke kelas.


6 tahun lalu...


"Ibuuu...." teriak Yoona melihat ibunya yang berlari ke jalanan.


Pada saat yang bersamaan truk besar lewat, seketika tubuh ibu Yoona terlempar beberapa meter dan jatuh dengan darah langsung keluar ke jalan, Yoona yang kaget langsung berlari ke arah ibunya yang terbaring berlumuran darah.


"Ibu bangun.. ibu bertahanlah Yoona akan bawa ibu ke rumah sakit, ibu pasti selamat" kata Yoona menangis sambil memeluk tubuh ibunya.

__ADS_1


"Tolong.. tolong panggilkan ambulan" kata Yoona saat orang-orang berkerumunan disitu.


Tak lama kemudian ambulan datang dan membawa ibunya Yoona ke rumah sakit.


"Yoona.." panggil ibunya dengan menahan sakit.


"Iya ibu, simpan tenaga ibu jangan bicara


dulu, kita akan ke rumah sakit" kata Yoona sambil terus menggenggam tangan ibunya.


"Yoona.. Ibu minta maaf karna ibu gak bisa nemanin kamu lebih lama lagi, ibu harap kamu jangan benci terhadap ayahmu karna biar bagaimanapun dia itu ayahmu, kamu harus jadi anak yang baik dan ibu akan selalu mendoakan kamu supaya kamu sukses" kata Ibu Yoona dengan terbata-bata.


"Ibu.. jangan ngomong begitu, ibu akan selamat kok" jawab Yoona sambil menangis.


"Ibu sayang Yoona, bahagia terus nak" kata ibu Yoona sambil memegang pipi anaknya yang tak lama tangan perlahan lepas dan matanya perlahan terpejam.


"Ibu.. ibu.. ibu bangun!! jangan ninggalin Yoona" teriak Yoona yang semakin menangis sambil memeluk tubuh ibunya yang sudah meninggal.


Dirumah setelah pemakaman ibunya Yoona..


"Ayah puas? setelah ibu meninggal ayah pasti senang karna ayah bisa menikah dengan wanita itu" kata Yoona dengan emosi sambil menunjuk calon istri ayahnya.


"Kalo bukan karna ayah yang berselingkuh dengan ******* itu dan mengajak bercerai, ibu tidak akan berlari ke jalanan dan meninggal seperti ini!!" jawab Yoona dengan emosi.


Plaakkk!!! ayah Yoona menampar pipi Yoona.


"Itu salah ibumu yang berlari kejalanan mengejarku" jawab ayah Yoona yang tak mau dianggap salah.


"Ayah jahat" kata Yoona sambil menangis dan berlari menuju kamarnya.


Ayah Yoona ingin mengejarnya, namun calon istri ayahnya melarang.


"Sudah biarkan aja dia tenangin diri dulu, dia baru aja kehilangan ibunya, jadi dia butuh waktu untuk menerima keadaan dan menerimaku" kata calon istri ayah Yoona berusaha menenangkan ayah Yoona.


Sebulan kemudian, ayah Yoona menikah dan mereka tinggal bersama Yoona.


"Sayang aku pulang" kata ayah Yoona yang baru pulang kerja.


"Iya selamat datang, ganti bajumu. Aku akan menyiapkan makan malam, mari kita makan bersama, aku akan memanggil Yoona untuk turun makan bersama kita" kata ibu tiri Yoona.

__ADS_1


Setelah menyiapkan makan malam, ibu Yoona bergegas ke atas untuk memanggil Yoona untuk makan malam namun belum sempat ibu tirinya sampai ke kamar Yoona sudah keluar dengan membawa tas.


"Yoona.. kamu mau kemana? ayo makan bersama?" ajak ibu tiri Yoona.


"Tidak, kau makan aja sana dengan ayah, aku mau pergi keluar" jawab Yoona ketus sambil berlalu pergi.


Semenjak ibunya meninggal Yoona lebih sering mengurung diri dan menjadi anak yang kasar, dia hanya keluar sesekali untuk menghibur diri. Saat perjalan pulang, Yoona melihat seseorang yang seram berlumuran darah mengejarnya ternyata itu hantu.


"Aiisshh.. bukannya mata batinku sudah ditutup saat aku SD dulu" gumam Yoona sambil berusaha berjalan cepat. Namun, hantu itu terus mengejarnya. Yoona pun berlari ke halte bus dan tak lama kemudian bus datang, dia langsung naik bus.


Dia teringat paranormal yang dia pergi bersama ibunya dulu untuk menutup mata bantinnya saat dia kecil dulu.


"Heemm.. kayaknya aku kesitu aja dan bertanya kenapa sekarang aku bisa melihat hantu lagi" gumam Yoona.


Setelah perjalanan cukup lama Yoona pun sampai ke paranormal yang ditujunya.


"Permisi.." sapa Yoona sambil mengetuk pintu, tak lama kemudian pintu terbuka keluarlah wanita paruh baya.


"Maaf, anda cari siapa?" kata nenek itu.


"Aku mencari ibu Im Eun Hae?" jawab Yoona.


"Itu aku, kamu siapa?" tanya nenek itu.


"Aku Yoona, apakah nenek ingat? dulu aku pernah kesini bersama ibuku untuk menutup


mata batinku" jawab Yoona.


Nenek itu terdiam sejenak untuk berusaha mengingat.


"Oh iya aku ingat. Mari silahkan masuk" kata nenek itu sambil mempersilahkan Yoona masuk, setelah didalam rumah nenek itu menyediakan minuman dan cemilan.


"Apa yang membuatmu kesini lagi Yoona?" tanya nenek itu penasaran dan Yoona pun menceritakan semua yang dialaminya.


"Sejujurnya kamu anak indigo dari kecil makanya tak bisa dihilangkan kemampuanmu itu namun waktu itu aku hanya bisa menutup sementara dan pada saat waktunya tiba kamu akan bisa melihat hantu lagi" kata nenek itu.


"Lalu aku harus bagaimana nek?" tanya Yoona.


"Terima aja, siapa tau kemampuanmu itu bisa membantu dirimu ataupun orang lain" jawab nenek itu. Setelah pembicaraan yang cukup lama Yoona pun pamit untuk pulang.

__ADS_1


__ADS_2