
"Tapi kamu belum sehat"Ucap Bong Shim kepada temannya yang keras kepala meminta dipulangkan.
"Aku sudah sehat"Kata Raefila pasti.
Bong Shim adalah anak perusahaan bank terbesar bahkan dia yang akan menjadi penerus tunggal perusahaan Ayahnya dan juga Ia sahabat dekat Raefila.
"Gak boleh!"Jawab Bong Shim.
" Aku benar benar sudah sehat"ucap Raefila tetap meminta dipulangkan karena ia merasa bosan berada dirumah sakit dan juga penasaran dengan perempuan yang menolongnya.
"Baiklah"Ucap Bong Shim menyerah menghadapi temannya.
"Terima kasih Bong Shim sahabatku..!"Ucap Raefila.
"Aku keluar dulu"Jawab Bong Shim tersenyum sambil menunjukkan ponsel ditangannya.
" semua sudah siap sesuai rencana "ucap Sipenelepon.
"Baiklah aku akan segera pulang"Ucap Bong Shim menutup telepon.
***
"Tolonglah bantu aku"ucap Lee Siwon sambil terus mengikuti kemana pun Yoona pergi.
Yoona hanya memasang wajah kesal karena sudah ditolak berapa kali tetap saja Sihantu itu memintanya tolong padanya.
"Aku gak mau dan gak bisa bantu kamu"Jawab Yoona yang sedang sibuk mempelajari tentang sistem organ manusia.
"Kamu harus membantuku"Bisik Lee Siwon ditelinga Yoona yang membuatnya wajah menjadi memerah.
"Gak mau!"Jawab Yoona.
__ADS_1
"Kamu gak mau aku kembali?"Tanya Lee Siwon.
"Jika aku membantunya menyampaikan perasaanya maka dia segera kesurga"Ucap Yoona berpikir sejenak dan kemudian ia mengangguk angguk tanda setuju.
"Terima kasih Yoona maka aku membantumu untuk dekat dia"Ucap Lee Siwon dengan berdiri didekat seseorang yang membuat Yoona melotot menatap kearah hantu.
Yoona memberikan isyarat kepada Sihantu untuk pergi menjauh dari Lee Sehun pujaannya yang kebetulan sedang berbicara dengan seseorang dan Sihantu hanya membalas membentuk jari telunjuk dan jempol."saranghaeyo"ucapnya tersenyum manis dan menghilang begitu saja.
***
Perjalanan pulang kerumah Yoona berhenti disebuah rumah yang telah lama tidak ditinggali.Jendela depannya rumahnya sedikit terbuka dengan penasaran Yoona menatap kearah jendela rumah itu.
Tiba tiba dari balik jendela rumah muncul bayangan hitam dengan mata merah menyala berdiri menatap,kemudian terdengar suara teriakkan dari dalam rumah.
Tak lama bunyi suara wanita menangis tersedu sedu bersamaan dengan suara anak kecil tertawa.Yoona segera berlari menjauh namun kakinya terasa berat untuk melangkah.
"Tolong aku"Ucap seseorang dengam suara serak dari belakang.
"Toollloongg aakkuu..."ucap wanita yang muncul dihadapan Yoona dengan wajah dengan luka sayatan dari pipi sampai keleher.
"Tes..tess..tess"Darah mengalir dari lukanya, tangannya memegangi leher Yoona.
"kenapa badanku sulituntuk digerakkan?"Ucap Yoona berusaha mengerakkan tubuhnya namun sia sia tubuhnya terasa membatu.
"Maka kamu harus mati.."ucapnya dengan tersenyum sinis mengangkat tubuh Yoona keatas.
"Baiklah dia akan membantumu"Ucap Lee Siwon muncul secara tiba tiba.
Siwanita itupun melemahkan pegangan tangannya dileher Yoona.
"Dia harus membantuku"ucapnya kemudian pergi menghilang.
__ADS_1
"Hukk...hukk...!"Suara batuk.
"Aku tidak bisa membantunya"Ucap Yoona setelah mengumpulkan tenaganya.
"Tapi kamu harus membantunya jika tidak dia akan membunuhmu"Ucap Lee Siwon.
"Ta,tapi itu bukan tugasku"Ucap Yoona sambil mengambil tasnya yang terjatuh.
"Maka apa tugasmu?Kamu mau dia melakukan hal seperti tadi padamu?"Ucap Lee siwon.
"Baiklah aku akan membantunya,apakah sekarang kamu puas?"Ucap Yoona kesal.
"Untung saja kamu itu tidak bisa tersentuh jika bisa maka aku akan menendang dan memukulimu dengan tinjuku"Lanjut Yoona dalam hati.
"Iya aku puas dan terima kasih telah mengingatku dalam pikiran jahatmu"Ucap Lee Siwon sambil berjalan tidak mempedulikan omelan orang dibelakangnya.
"Iya aku sangat ingin meninjumu dan menendangmu"ucap Yoona dengam suara nyaring.
"Maka pukul saja aku sekarang"Ucap Lee Siwon berdiri dihadapan Yoona.
"Kamu tidak bisa kusentuh"Jawab Yoona dengan wajah datarnya.
"Siapa bilang itu semua tergantung dari hantunya"Ucap Lee Siwon menyilangkan tangannya dihadapan Yoona dan mendekatkan wajahnya.
"Apa yang kamu lakukan?"ucap Yoona kebingungan saat Lee Siwon memegang tangannya dan meletakkan dipipinya.
"Bagaimana?"Ucap Lee Siwon.
Kulitnya terasa dingin seperti es tetapi walaupun begitu ia masih terlihat sangat tampan.
"Menjijikkan!"Jawab Yoona kemudian pergi meninggalkan Sihantu yang diam tak menyangka mendengar jawaban Yoona.
__ADS_1
"Apa menjijikan?"Ucapnya sambil melirik kearah Yoona yang memandanginya dari jauh dengan tatapan mengejek.