Misteri Buket Mawar Merah

Misteri Buket Mawar Merah
Chapter 4


__ADS_3

Yoona pun pulang kerumah, sesampainya dirumah Yoona masuk kerumah dan melihat ayahnya dengan koper ditangannya.


"Ayo! kamu ikut ayah" kata ayah Yoona.


"Mau kemana? itu pakaian siapa?" tanya Yoona.


"Ini pakaianmu, mulai sekarang kamu akan tinggal bersama nenekmu aja, ayah sudah capek menghadapi sikapmu" jawab Yoona.


Yoona pun pasrah ikut ayahnya pergi ketempat neneknya walaupun dalam hatinya Yoona sangat kecewa dengan sikap ayahnya, Yoona tak menyangka ayahnya begitu serius padahal saat disekolah Yoona hanya karena emosi bilang dia ingin tinggal sendiri.


Setelah beberapa jam perjalanan, mereka pun sampai ditempat neneknya.


"Bu aku tinggal Yoona, biarkan dia tinggal disini, surat pindah sekolahnya sudah kuurus" kata ayah Yoona.


"Oh cucuku, sini mari nenek bantu bawakan" kata nenek Yoona sambil bantu membawakan barang-barangnya.


Setelah itu ayah Yoona langsung pergi lagi tanpa singgah kerumah neneknya Yoona bahkan ayahnya pun tak pamit dengan Yoona.


"Ayah jangan tinggalin Yoona, aku janji gak bakalan nakal lagi" teriak Yoona memanggil ayahnya yang sudah berlalu pergi.


"Dasar anak itu, bahkan mampir pun tidak padahal aku ini ibunya, dia kan lama gak pernah kesini" kata neneknya.


Yoona hanya terdiam dan meneteskan air


mata melihat mobil ayahnya yang sudah jauh.


"Biarkan aja ayahmu, ayo masuk kita beresin barang-barangmu setelah itu kita makan malam" kata neneknya.

__ADS_1


Yoona menghapus air matanya dan menuruti perkataan neneknya untuk masuk kerumah, setelah makan malam Yoona langsung tidur.


Pagi pun tiba, namun Yoona belum bangun padahal neneknya sudah bangun.


"Yoona!! apakah kamu sudah bangun?" panggil neneknya.


Namun tak ada jawabannya, akhirnya neneknya pun masuk kekamar dan melihat Yoona masih tidur.


"Astaga anak perempuan jam segini belum bangun, hey bangun! sekolah nanti kamu telat" panggil neneknya dengan lantang.


"Apaan sih nek? aku malas sekolah, aku gak usah sekolah aja ya?" jawab Yoona dengan mata masih mengantuk.


"Astaga kamu mau jadi apa? kalau gak sekolah, mana bisa kamu menggapai mimpimu nanti" kata neneknya.


"Aku mau jadi diriku sendiri, aku gak mimpi" jawab Yoona cuek.


"Kemana nek?" tanya Yoona.


"Ayo, ikut aja" kata neneknya.


Ternyata neneknya mengajak Yoona ke kebun, Yoona pun disuruh membantu perkerjaan neneknya dikebun.


"Nenek kenapa aku harus kerja begini sih?" keluh Yoona.


"Ya siapa suruh kamu gak mau sekolah, kalau kamu gak mau sekolah maka kamu harus bantu nenek berkebun" kata neneknya.


"Yasudah besok aku sekolah deh" kata Yoona.

__ADS_1


Neneknya pun tersenyum mendengar perkataan Yoona, setelah dua jam berlalu neneknya pun mengajak Yoona untuk pulang karena neneknya kasihan melihat Yoona yang sudah kelelahan.


Sesampai dirumah, neneknya pun masak dan mengajak Yoona untuk makan siang setelah makan siang neneknya pun mengajak Yoona mengobrol.


"Betulan kamu besok mau sekolah?" tanya neneknya untuk memastikan perkataan Yoona di kebun.


"Iya nek" jawab Yoona


"Yasudah besok nenek akan menemanimu ke sekolah barumu" kata neneknya


"Iya nek, kenapa sih nenek mau bantuin Yoona padahal kan aku bukan anak yang baik bahkan ayah aja membuang aku?" tanya Yoona.


"Bagi nenek kamu itu anak yang baik kok, ayahmu mungkin punya alasan kenapa dia begitu" kata neneknya.


"Alasannya dia karena ada istri baru makanya dia benci sama aku" kata Yoona.


"Sssttt.. gak boleh gitu, biar bagaimanapun dia itu ayahmu" kata neneknya.


"Iya iya nek, terima kasih nenek udah mau


nerima aku" kata Yoona sambil memeluk neneknya.


"Iya kamu kan cucu nenek, gak mungkin nenek gak mau nerima kamu lagian kan nenek tinggal sendiri" kata neneknya.


Setelah ngobrol Yoona pun tertidur, neneknya memandang Yoona yang sedang tertidur, neneknya sedih melihat keadaan Yoona.


"Kamu masih terlalu muda untuk mengahadapi masalah hidupmu ini, nenek berharap kelak kamu bisa sukses dan bahagia" kata neneknya sambil mencium kening Yoona dan menyelimuti badan Yoona dan penuh kasih sayang.

__ADS_1


__ADS_2