Misteri Panggung Megah

Misteri Panggung Megah
CHP 1.Sebuah Tragedi


__ADS_3

***


"Nada,apa sudah lengkap semua teman-temanmu?"tanya Bu Lastri selaku pembimbing di ekstrakurikuler nya.


"Ada satu orang lagi Ibu,yang belum datang,"jawab Nada sembari celingak-celinguk mencari salah satu temannya.


Nada terus memantau handphonenya agar dapat mengetahui keberadaan salah satu temannya itu.


Seketika Netranya menatap ke arah gerbang sekolah yang menampilkan seseorang dengan perawakan yang ramping juga tinggi.Dialah teman baik Nada di ekstrakurikuler nya.Cynthia Christabel.


"Maaf semuanya sudah menunggu lama.Tadi ada kecelakaan,jadi sedikit macet di jalan,"ucap Cintia dengan rasa bersalahnya karena telah membuat mereka menunggu lama.


Nada mengangguk."Tidak apa-apa Cin."


"Ya Sudah,karena semuanya sudah lengkap,ayo kita berangkat!"ujar Bu Lastri penuh semangat dan di sauti oleh murid-muridnya.


"Ayo!"seru mereka.


Mereka mulai memasuki bus yang akan mengantarkan mereka ke kota J.Perjalanan mereka sangat menyenangkan karena diiringi sebuah lagu dari bus itu sendiri yang membuat mereka semua ikut bernyanyi.


Ten hours later …


Tak terasa kini mereka telah sampai di kota J.Kota yang banyak dikunjungi oleh wisatawan dari berbagai manca negara.


Pertama kalinya Nada menginjakan kaki di kota J.Angin malam langsung merasuk ke dalam tubuhnya.Ya,karena di kota J sekarang sudah pukul tujuh malam.Dan kota J penuh dengan pegunungan.


"Anak-anak,Ayo!ikuti Ibu,ya?karena Villa yang akan kita tempati sedikit jauh karena masuk ke pemukiman warga"ujar Bu Lastri.


Mereka berjalan memasuki gang-gang sempit yang berkelok-kelok,dan … sedikit menanjak.Mereka saling mengulurkan tangan untuk membantu satu sama lain.


Akhirnya setelah menempuh perjalan jauh mereka pun sampai di Villa tempat mereka menginap.Villa itu sedikit jauh dengan para warga.Hanya ada satu sampai 4 rumah saja,dan itu pun dengan jarak yang berjauhan.Mereka pun masuk ke dalam Villa untuk beristirahat.


"Anak-anak,silahkan kalian pilih kamar kalian,dan jangan lupa untuk membersihkan badan terlebih dahulu,ya?"perintah Bu Lastri.


"Siap,Ibu!"seru mereka.


Mereka pun memilih kamar mereka,di Villa tersebut hanya terdapat empat kamar yang masing-masing berisi tiga orang.


Nada pun memilih kamar paling belakang dekat dengan dapur karena hanya kamar itulah yang tersisa.Ia memilih bersama Cynthia untuk menjadi teman kamarnya.


Tengah malam,Nada terbangun karena sudah tidak tahan ingin buang air kecil.Ia Pun terpaksa membangunkan Cynthia karena ia sendiri pun tak berani untuk ke kamar mandi sendirian.

__ADS_1


"Cin,Cintia bangun."


Nada terus menggoyang-goyangkan badan Cynthia agar terbangun.Namun sang empu yang di bangunkan tidak bangun-bangun juga.


"Cin,anterin Nada,yuk!"


"Hmm,kemana?"saut Cynthia dengan mata masih terpejam.


"Ke kamar mandi,"Nada sudah turun dari  kasur nya,ia sudah tidak bisa menahannya.Apalagi malam ini begitu  dingin.


Terpaksa Cynthia membuka matanya dan menyesuaikan penglihatannya.Ia pun mengekori Nada ke kamar mandi.


"Aku tunggu di sini aja,ya?"tanya Cynthia.Ia berdiri di pintu dapur.Nada hanya mengangguk,ia sudah tidak tahan dan ingin cepat-cepat buang air kecil.


Tidak lama,Nada pun keluar dari kamar mandi."Ayo,"ajak Nada pada Cynthia untuk kembali ke kamar.Nada berjalan terlebih dahulu.Merasa tidak ada pergerakan,Nada menoleh ke belakang.Tidak ada Cynthia,kemana perginya Cynthia?


Nada pun pergi ke kamarnya,mungkin Cynthia benar-benar mengantuk makanya ia pergi ke kamar duluan.


Sesampainya di kamar,Cynthia tidak ada di kamar.


Cynthia kemana?batin Nada.


Nada pun kembali lagi ke kamarnya,siapa tau Cynthia sudah ada di kamar.Dan … tepat!Cynthia da di kamar,dan ia sedang berdiri di dekat kasur dengan mata tertutup.


"Cin,kamu dari mana?"tanya Nada.Ia Pun mendekat ke tempat Cynthia saat ini berada.


"Hmm?aku di sini dari tadi,"jawab Cynthia dengan mata sedikit terbuka.


Nada terkejut,perasaan saat ia ke kamar Cynthia tidak ada."Tapi,aku gak liat kamu di kamar,"ungkap Nada.


"Aku disini dari tadi,"jawab Cynthia.


"Nad,tidur yuk.Aku masih ngantuk banget,"lanjut Cynthia.


Nada hanya mengangguk,ia masih memikirkan tentang yang tadi.Menurutnya ini aneh.Nada menggelengkan kepalanya untuk tidak memikirkannya lagi.Ia Pun ikut menyusul Cynthia untuk tidur.


Keesokan paginya,mereka berkumpul untuk merencanakan penampilan mereka nanti sore.


"Bagaimana semuanya,apa sudah siap?"tanya Bu Lastri.


"Siap,Bu!'sahut mereka dengan antusias.

__ADS_1


"Baiklah persiapkan diri kalian,agar bisa tampil maksimal."


Pukul empat sore.


Mereka berangkat menuju tempat dimana mereka akan menampilkan sebuah pertunjukan.Mereka memasuki sebuah gedung yang luas dengan para tamu hadirin yang sibuk mendaftarkan diri mereka untuk bisa melihat pertunjukan.


Mereka sibuk merias dan latihan agar di atas panggung bisa tampil maksimal sesuai yang diharapkan.


Nada pun sibuk menata kembali make up yang sempat acak-acakan.Ia mulai mengoleskan pelembab bibir,sekelebat bayangan hitam lewat di belakang Nada.


Reflek Nada langsung melihat ke belakang.Tidak ada siapa-siapa.Ia Pun berjalan ke luar ruangan.


Wushhh …


Nada merasa ada angin yang menembus badanya.Ia buru-buru menyusul teman-temannya.Ia sedikit merinding.


"Nada,dari mana saja?"tanya Bu Lastri saat melihat Nada baru muncul.


"Nada masih di dalam,Bu."


"Ayo,ke belakang  tirai,sebentar lagi penampilannya akan di mulai."


Cynthia yang melihat kedatangan Nada hanya menatap Nada,lalu mengalihkan pandangannya ke arah lain.


Cynthia kenapa?apa aku ada salah?


Kini saatnya penampilan mereka,mereka menampilkan sebuah tarian balet.Mereka menari sesuai apa yang mereka persiapkan.


Kini saatnya Nada menampilkan tariannya sebagai penampilan inti.Nada berdiri tegak lalu kaki sebelah kiri ke belakang dengan tangan yang mengangkat untuk keseimbangan tubuhnya.Tiba-tiba Nada merasa tubuhnya tidak bisa dikendalikan.Ia menari kesana kemari dengan gerakan patah-patah.


Aku,aku kenapa?


Bahkan anak kecil yang semula menikmati pertunjukan tiba-tiba menangis karena ketakutan.Cynthia yang melihat Nada hanya berdiri mematung melihatnya.


Penonton mulai ricuh,mereka penasaran dengan apa yang di lakukan oleh nada.Tiba-tiba tubuh Nada terlempar jauh ke arah kursi penunton hingga kepalanya mengenai benturan dan mengeluarkan darah.Penonton berteriak ketakutan melihatnya.Kesadaran Nada mulai hilang,matanya perlahan menutup dan Nada sudah tidak ingat apa-apa lagi .


***


Apa yang terjadi dengan Nada selanjutnya?


Terus baca bab selanjutnya,ya?

__ADS_1


__ADS_2