Misteri Panggung Megah

Misteri Panggung Megah
CHP 4.Aneh


__ADS_3

Kini Nada dan Ibunya telah sampai di rumah mereka yang tidak terlalu besar,dengan dua lantai dan cat putih.Di samping rumah terdapat pohon besar.


Nada dan Ibunya pun turun dari mobil dan memasuki rumah mereka yang disambut oleh asisten rumah tangga mereka.


"Wah … Nada sudah sembuh?Bibi sangat senang akhirnya Nada udah bisa pulang ke rumah ini lagi.Rasanya rumah ini sepi sekali karena tidak ada Nada,"seru Bi Neni. pembantu di rumah Nada yang sudah bekerja di rumah Nada selama sepuluh tahun.


"Iyakah?kan ada Ibu,"jawab Nada.


"Tapi kalo ada Nada tuh rumah ini rame karena musik yang sering disetel sama Nada ketika lagi latihan nari,"ungkap Bi Neni.


"Bi,Nada mau ke kamar dulu,ya,Nada ngantuk,"ucap Nada tersenyum.Bi Neni pun membalas dengan tersenyum.


Nada pun naik ke atas dimana kamarnya berada di lantai dua.Nada terkejut ketika melihat di tengah anak tangga ada satu sosok dengan paras yang hancur penuh dengan belatung,dan tangannya hanya ada satu.Sosok itu hanya diam berdiri sambil menunduk.


Nada pura-pura tidak melihatnya,ia harus melawan ketakutannya seperti yang Ibunya bilang.Nada berjalan seperti biasa dan menahan napas karena bau busuk dari sosok itu.


Saat sudah di samping sosok itu,Nada mendengar suara sayup-sayup dari sosok itu.


"Kau bisa melihatku bukan?"ucap sosok itu lirih.


Nada membeku,dari mana sosok itu bisa tahu kalau dirinya bisa melihat sosok itu?Nada pun mempercepat jalannya menuju ke kamar.Kemudian sosok itu tertawa dengan nada yang melengking juga nyaring sampai-sampai Nada menutup telinganya karena merasa telinganya berdengung.


Sesampainya di kamar,Nada langsung menutup pintunya dan menguncinya.Ia bersandar pada balik pintu dan menetralkan jantungnya.


Nada menutup telinganya dan menggelengkan kepala."kenapa Nada harus bisa melihat mereka?hiks … hiks"Nada tidak sanggup jika setiap harinya harus melihat mereka yang tak kasat.


"Siapa yang Kakak maksud mereka?"tanya sosok anak kecil yang sedang duduk di atas lemari sambil mengayunkan kakinya,lucu.


"Aaaaaaaa!!!!"teriak Nada ketakutan.Ia buru-buru membuka kunci pintunya.


"Jangan takut,Kak.Aku baik kok,"ucap sosok anak kecil itu sambil turun dari atas lemari.


Nada perlahan membalikan tubuhnya,anak kecil itu terus berjalan mendekatinya.Nada menjadi waspada saat anak kecil itu sudah di hadapannya.Wajah anak kecil itu sangat imut,dengan mata yang bulat,mempunyai pipi,berkulit putih,juga terdapat belahan di dagunya.Jika ia perkirakan mungkin anak kecil ini berusia empat sampai lima tahun.


"Kakak jangan takut,aku baik kok.Aku kan imut,"ucap hantu anak kecil itu dengan mata yang mengerjap lucu.

__ADS_1


Nada yang melihat kegemasan hantu anak kecil itu seketika hilang ketakutannya.


"K—kamu siapa?"tanya Nada.


"Aku Lucio,Kak,nama Kakak siapa?"tanya balik anak kecil itu dengan muka polosnya.


Ihhhh gemes!!!batin Nada.


"Lucio bisa panggil Kakak dengan Kak Nada,"jawab Nada.


"Kakak mau jadi temanku?"tanya anak kecil itu sambil mengulurkan tangannya dengan menengadahkan telapak tangannya.Nada mengangguk lalu menyambut tangan si hantu anak kecil itu.


Hantu anak kecil itu sampai melompat-lompat kesenangan.Nada sangat gemas melihatnya,tetapi yang ada dipikirannya sekarang adalah bagaimana bisa anak kecil seimut itu bisa gentayangan,apakah ada yang disesali,atau ada yang ingin disampaikan,atau ada urusan dunianya belum terselesaikan.


"Cio,"panggil Nada.Hantu anak kecil itu seketika langsung berhenti melompat saat mendengar panggilan namanya dari Nada.Wajahnya berubah menjadi murung,dan sedih.


Nada yang peka terhadap ekspresi Cio menjadi bingung,kenapa tiba-tiba berubah ekspresi?padahal barusan hantu anak kecil itu terlihat gembira sekali.


"Ada apa,Cio?"tanya Nada.


Lucio menggelengkan kepala."Tidak apa-apa,Kak."


Awalnya Lucio hanya terdiam,namun    kemudian ia menganggukan kepalanya dan duduk di atas kasur Nada.      


"Dulu,Cio di panggil nya Luci,Tapi ada satu orang yang manggil nya Cio,tapi Cio lupa siapa orangnya.Aku sangat suka dengan panggilan itu,Cio rindu sama orang itu,Cio pengen ketemu sama orang itu,"ungkap Lucio.Nada hanya menganggukan kepala.


"Nanti Kak Nada bantu cari orang itu,ya?"tanya Nada.Cio mengangguk antusias.


Keesokan harinya …


"Ibu,Nada berangkat,ya …"ucap Nada sambil menuruni tangga dengan sedikit berlari.


 "Nggak makan dulu?"tanya Ibu.


"Nada udah telat,Nada bangunnya kesiangan,"jawab Nada sambil memakai sepatunya.

__ADS_1


"Tapi minum susunya dulu,"kata Ibu.Nada Pun meminum susunya yang sudah Ibunya persiapkan.Ia Pun berangkat  sekolah dengan menggunakan bus.


Sesampainya di sekolahnya,Nada sempat terkejut dengan sekolah itu.Inikah sekolah yang selama ini tempatnya mencari ilmu?Mungkin sebelum mata batinnya terbuka,Nada mengira sekolahannya ini elit,banyak disukai anak   sekolahan,sekolah terfavorite dengan akreditas yang baik,Tetapi setelah mata batinnya terbuka,sekolah ini banyak penghuni tak kasat mata,entah yang jahil,jahat,ataupun hanya sekedar lewat.


Nada pun berjalan mendekati gerbang,karena sebentar lagi bel masuk akan segera dibunyikan.Tiba-tiba Ada satu sosok yang berdiri di sebuah pohon sedang tersenyum menyeringai ke arah Nada.Nada berusaha untuk cuek dan tidak memperdulikan sosok itu,namun sebuah tangan tanpa badan berjalan ke arahnya menggunakan jari-jari.Ia pun langsung berlari untuk segera masuk ke dalam gerbang sebelum tangan itu mendekatinya


Belum sempat Nada masuk ke dalam,pintu gerbang sudah ditutup oleh satpam.


"Pak!jangan ditutup dulu,Pak …!"teriak Nada sambil berlari lebih kencang.


"Pak,plis jangan di tutup,Pak,"ucap Nada mengiba.


"Kan sudah peraturannya Neng,kenapa gak berangkatnya pagi-pagi?"kata satpam itu.


"Pak,plis,Pak.Ijinin Nada masuk,itu ada yang ngejar,Pak,"ucap Nada dengan muka memelas.Satpam itu celingak-celinguk mencari orang yang mengejar Nada,tapi tidak ada.


"Kamu bisa melihatku ternyata?"ucap sosok yang di bawah pohon itu dengan senyum menyeringai yang menyeramkan.Mendengar suara dari sosok itu,Nada semakin ketakutan.


"Pak,Plis …"mohon Nada dengan raut muka yang lebih menyedihkan.Melihat ekspresi wajah Nada yang seperti itu sekaligus ketakutan,satpam itu akhirnya memperbolehkan Nada untuk masuk.


"Yaudah deh,sok Neng,masuk,"kata satpam.Nada pun berterima kasih karena akhirnya ia terbebas dari sosok itu.


Ia Pun berjalan dengan langkah cepat menuju kelasnya.Sesampainya di pintu kelas,Nada menghembuskan nafasnya lega.


"Huft,untung guru belum datang."


Saat Nada berjalan menuju bangkunya,tiba-tiba dari belakang ada yang menabrak tubuhnya,


Brugghh!!


Orang yang menabrak Nada itu langsung berjalan menuju bangkunya tanpa mengucapkan maaf,ataupun yang lainnya.Dan … orang itu duduk di bangku Nada.


"Eh?"


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


*Hallo ha jangan lupa like,koment,vote,rating,and favorite ya ...


see you then ... bye bye*


__ADS_2