
Seorang remaja cantik sedang terbaring di brankar rumah sakit.Ya,dia adalah Nada.Saat ini,ia sedang koma setelah tragedi di kota J.Saat itu,kepala Nada terbentur kursi penonton yang membuatnya menjadi koma.Nada terbaring di brankar rumah sakit sudah satu bulan semenjak kejadian di kota J.
"Nak,ayo bangun,Nak … "ucap lirih Ibu Nada.Ibu mendekap erat tangan Nada yang tidak di infus.Keadaan ini sangat membuatnya terpukul,di mana baru kali ini Nada masuk rumah sakit dan sampai koma.Ia sangat merindukan anaknya itu.
Ibu mengelus surai hitam Nada dengan sayang.Ia merasakan ada sebuah gerakan pelan dari tangan Nada yang sedang di genggamnya itu.Apa anaknya itu akan segera sadar?Ibu buru-buru menekan bel yang terdapat di atas brankar Nada.
"Nak,kamu sudah bangun?tanya Ibu sambil meneteskan air matanya.
Nada mengangguk."Ibu jangan nangis,"ucapnya lirih.
Buru-buru Ibu membelakangi Nada dan menghapus air matanya.Ia tidak ingin terlihat rapuh di depan anaknya,Ia tidak ingin membuat anaknya khawatir."Nggak kok,Ibu nggak nangis."
"Bu,aku takut,Bu,"ungkap Nada.Ia mendadak gelisah saat melihat kaca jendela rumah sakit dekat sofa,ia melihat ada sosok berbadan besar dengan mata yang merah sedang mengintip lewat balik gorden.
"Takut kenapa,Nak?"tanya Ibu.
"Bu,Nada takut,Bu"Nada semakin ketakutan,bahkan kini sudah mengeluarkan air matanya.Tangannya meremas tangan Ibunya.Baru kali ini Nada bisa melihat makhluk gaib yang banyak ditakuti orang-orang.Ternyata sangat menyeramkan.
"Takut apa,Nak.Kamu lihat apa?"tanya Ibu.Ada apa dengan anaknya itu?
Kenapa dokter lama sekali datangnya?batin Ibu.
Nada menunjuk ke arah jendela dekat sofa itu dimana sosok itu berada sedang melihat dirinya."Itu,Bu,disitu."
Ibu melihat ke arah yang ditunjuk Nada,tetapi ia tidak melihat apa-apa di dekat situ.Lalu ia berjalan mendekati jendela dan menyingkap gordennya.Pertama yang ia rasakan adalah hawa panas.
Ibu kembali menutup gordennya.Ia dapat menyimpulkan bahwa tragedi yang dialami
Nada kemarin membuat Nada melihat hal-hal gaib.Ia menghampiri Nada yang masih ketakutan.
"Nak,mending tidur saja,ya?jangan dipikirkan,"ucap Ibu menenangkan Nada.
Nada mengangguk."Tapi temenin,Bu … "
"Iya,Ibu temankan."
__ADS_1
Nada pun berusaha tidur dan mengabaikan sosok yang masih mengintipnya itu.Tetapi matanya tidak bisa diajak kerjasama.Ia tidak bisa tidur.
"Ibu,nggak bisa tidur"keluh Nada.
"Sebentar,"Ibu berdiri dari duduknya dan berjalan ke arah kaca jendela.Ia menempelkan tangannya pada kaca dan membaca doa-doa untuk mengusir sosok itu.
Akhirnya sosok itu pergi dan menghilang.
Nada tertegun melihatnya,Apa Ibu yang mengusirnya?
"Ibu bisa mengusirnya?apa Ibu bisa liat juga?"Rentetan pertanyaan yang sejak tadi bersarang di benak Nada akhirnya ia keluarkan.
"Ibu hanya bisa merasakan kehadiran mereka saja"jawab Ibu.
"Nak,pesan Ibu kamu jangan bersikap seperti tadi jika di depan teman-temanmu.Nanti mereka akan takut"Pesan Ibu.
"Dan,jangan takut kalau nanti lihat yang seperti itu lagi,hadapi.Mulai saat ini,kamu akan dihadapkan yang lebih mengerikan dari ini.Oke sayang?"Nada mengangguk.
Tiba-tiba terdengar ketukan pintu dan ternyata itu adalah dokter yang dipanggil Ibunya tadi.
"Saya periksa dulu,ya … "Nada mengangguk.
Saat sedang diperiksa,Nada hanya fokus pada satu objek.
"Besok sudah bisa pulang,tak ada yang perlu dikhawatirkan,"kata Dokter itu.
Setelah selesai memeriksa Nada,Dokter itu pun pamit keluar untuk memeriksa pasien yang lain.Sebelum dokter itu keluar,Nada memanggilnya.
"Dokter,"panggil Nada.
Dokter muda itu pun berbalik karena merasa dirinya dipanggil."Ya?"saut dokter itu.
"Ada yang ngikutin Dokter,"ucap Nada.
Dokter muda itu keheranan dengan perkataan Nada.Dokter itu mengira,yang mengikuti dirinya adalah suster.
"Suster Kan memang tugasnya membantu dokter,"jawab dokter itu.
__ADS_1
"Bukan,"elak Nada.
Dokter muda itu semakin keheranan.Apa maksud perkataan pasien remajanya itu?
Apaan ni bocah,caper kali,ya?batin Dokter muda itu.
Melihat muka Sang Dokter yang keheranan,Nada pun menjelaskan.
"Ada hantu perempuan di belakang dokter,dari tadi ngikutin dokter terus kalau kemana-mana,"kata Nada.
Sontak Dokter itu langsung panik."H—hantu,dimana?"Dokter itu celingak-celinguk mencari hantu yang dibicarakan Nada.Menurutnya,hantu itu sangat menjengkelkan.Mereka membuat manusia ketakutan dengan wujud mereka.
Nada yang seakan paham Sang Dokter sedang mencari-cari keberadaan hantu tersebut,ia pun langsung memberitahu.
"Sekarang dia ada di samping Dokter,lagi gelantungan di tangan Dokter,terus kepalanya nyender-nyender tapi gak bisa -bisa,"ucap Nada sambil terus memperhatikan hantu tersebut.
Sesekali Nada tertawa,menurutnya hantu itu lucu.Sudah tau wujudnya hanya bayangan tapi berusaha untuk terus menyandarkan kepalanya di bahu Dokter.
Dokter yang melihat Nada sesekali cekikikan itu membuatnya merinding,ia buru-buru pergi dari kamar inap Nada dengan sedikit berlari meninggalkan suster yang kebingungan.
"Suster nggak ikut?"
Suster buru-buru membungkukan badannya untuk pamit,dan ikut keluar dari kamar inap Nada.
Nada yang melihatnya semakin tertawa tertawa kencang.Suster dan Dokter itu lucu,mereka bekerja di rumah sakit yang penghuninya lebih banyak dan seram tetapi takut dengan penghuni di rumah sakit itu.
"Hust,udag-udah.Gak baik ketawa kenceng-kenceng.Lebih baik kamu tidur lagi,ya?"perintah Ibu.
Di tengah malam yang begitu sunyi,Nada mendengar suara dari kamar mandi.Suara tersebut berasal dari keran yang terbuka dan menutup kembali begitu seterusnya.
Tetapi Ia tidak menghiraukan,mungkin Dia .Ia harus mulai terbiasa sekarang.Ia pun memejamkan matanya kembali.
Tak tik tak tik
Suara jarum jam dinding memenuhi seluruh isi ruangan.Di dalam mimpinya,Nada sedang menari diiringi sebuah melodi yang indah.Ia menari di depan sebuah cermin yang memantulkan gambar dirinya dengan …
Penasaran?baca terus ya …
__ADS_1