Misteri Panggung Megah

Misteri Panggung Megah
CHP 6.kerasukan


__ADS_3

"Ini dia, makanan sudah datang!"seru Kila penuh semangat.


Ara dan Nada menghembuskan nafasnya lega."Ih Kila ngagetin,"dengus Ara. Ia mengelus dadanya, hampir saja jantungnya copot.


"Lah, kenapa?"tanya Kila bingung dengan tingkah Ara dan Nada.


"Nggak kok, nggak apa-apa,"jawab Nada.


Mereka pun memakan makanan mereka dengan tenang.


"Eh kalian nggak mau ikutan eskul?"tanya Nada.


"Ekskul apa?"tanya Kila.


"Ya apa aja,"jawab Nada.


"Kita si pengennya balet, tapi di sekolah ini kayanya ngga ada deh,"ucap Amara.


"Ada kok, aku masuk balet,"ucap Nada.


"Serius!?"tanya Kila dan Ara serempak. Nada mengangguk.


"Yuk, Ra kita ikut!"ajak Kila antusias. 


Tiba-tiba terdengar suara gaduh dari arah luar kantin. Semua seisi kantin langsung berhamburan keluar.


"Eh itu mereka kenapa?"tanya Kila penasaran.


"Gak tahu, ayo kita lihat,"Nada mengangguk dan mereka bertiga pun mengikuti keluar dari kantin.


"Maaf, ini ada apa, ya?"tanya Ara kepada teman sekelasnya.


"Itu Bu Lastri kesurupan katanya,"ujar teman sekelas Nada. Para murid berbondong-bondong pergi ke ruang guru untuk melihat Bu Lastri tak terkecuali Nada, Ara, dan Kila. Mereka sangat penasaran dengan keadaan yang dibilang teman sekelasnya.


Sesampainya di ruang guru banyak sekali murid-murid yang ingin melihat Bu Lastri, ada yang melihat dari kaca jendela, ada juga yang melihat dari pintu. Nada, Ara, dan Kila melihat dari jendela kaca paling samping.


Nada melihat di dalam tubuh Bu Lastri ada satu sosok yang tidak terlalu menyeramkan, namun berbahaya. Rambutnya yang panjang, mulut yang mengeluarkan darah dan terdapat luka yang menganga lebar di pergelangan tangannya, bahkan lehernya terdapat sebuah goresan. Sosok itu adalah korban bunuh diri yang sudah lama.


Di dalam ruang guru banyak barang-barang berserakan, bahkan guru-guru sebagian ada yang menjauh karena takut dan ada juga  yang membantu menenangkan Bu Lastri.

__ADS_1


Tiba-tiba ada yang masuk ke dalam ruang guru bersama teman-temannya dan salah satu Osis di sekolah itu.


Salah satu anak murid laki-laki itu memegang pergelangan tangan Bu Lastri dan memejamkan matanya. Sepertinya laki-laki itu ingin mengeluarkan sosok yang ada di tubuh Bu Lastri.


"Aaaaa!!tidak, aku tidak mau keluar dari tubuh ini!!"bentak sosok itu.


"Aaaaa!!!aku tidak mau!jangan paksa aku!!"teriak sosok itu dengan suara yang menggelegar di seluruh ruangan guru. sampai suara itu terdengar sampai keluar ruangan.


"Pergi dari tubuh Bu Lastri!"ucap laki-laki yang masih memegang pergelangan tangan Bu Lastri.


"Tidak!aku tidak mau, aku ingin anak itu!"tunjuk sosok itu ke arah Nada yang masih melihat keadaan di dalam dari kaca jendela.


Nada yang ditunjuk oleh sosok itu menggelengkan kepalanya. Ia tidak mahu, ia tidak mau di bawa oleh sosok itu. Nada menggenggam erat tangan Ara dengan kuat. Ara tau Nada sangat ketakutan


"Aku ingin anak itu, aku ingin anak itu!karena dia bisa membebaskanku dari dunia ini. Aku ingin pergi dari alam ini!"teriak sosok itu dengan nada yang melengking dan sedikit membentak.


Laki-laki yang membantu mengeluarkan sosok itu seketika keluar dari ruangan guru dan berjalan ke arah Nada.


"Ayo, bantu gue bebasin sosok itu agar dia bisa pergi ke alamnya yang seharusnya,"pinta laki-laki itu.


Awalnya Nada ingin membantu agar kondisi ini berakhir, namun tangannya di cekal oleh Ara.


"Kenapa?kita harus bantu Bu Lastri,"ucap Nada.


"Jangan, Nad, sosok itu jahat!suruh siapa dia bunuh diri, nanti bukannya dia yang bebas tetapi Nada yang dibawa sama mereka dan tidak bisa kembali ke dunia ini,"ungkap Ara.


"Kenapa bisa?"tanya laki-laki itu.


"Karena manusia yang bunuh diri, mereka akan sulit untuk pergi ke alam asalnya dan tidak di terima di sisi tuhan,"kata Ara.


"Dan … jika setelah Nada membantu sosok itu, Nada akan diberi pilihan yang tidak menguntungkan, entah perjanjian atau yang lainnya,"Kali ini Kila yang menimpali.


Nada yang hanya menyimak jadi takut sendiri, ia tidak tahu apapun tentang hal-hal seperti itu.


"Lalu bagaimana sekarang?"tanya laki-laki itu.


Setelah banyak pertimbangan, dan mereka memikirkan yang terbaik, akhirnya ada solusi yang tidak terlalu buruk.


"Ara punya solusi!"ucap Ara.

__ADS_1


"Kenapa gak keluarin aja sosok itu dari tubuh Bu Lastri?"usul Ara.


"Tapi nggak bisa, dia terlalu kuat, kakak aja gak bisa,"keluh laki-laki itu.


"Kita berenam, minta kawan kakak dua orang,"usul Kila.


"Bisa dicoba, ayo!" putus laki-laki itu yang sebenarnya adalah kakak kelas mereka. mereka masuk ke dalam ruang guru dan menghampiri Bu Lastri. Saat Nada hampir mendekati Bu Lastri, sosok itu semakin tidak terkendali.


"Kak, coba ajak kawan kakak dua orang,"ucap Ara. Kakak kelas itu mengangguk. Ia pun menarik dua orang kawannya yang sekiranya bisa membantu.


"Eh, mau ngapain?"ucap teman kakak kelas itu.


"Kita bantuin mereka untuk ngusir sosok itu,"ucap kakak kelas itu.


"Kak, minta izin ke guru-guru dulu," kata Kila. Kakak kelas itu mengangguk. Akhirnya mereka diizinkan untuk membantu mengusir sosok itu.


"Sekarang kita buat lingkaran, Kak dan di tengah lingkarannya Bu Lastri,"ucap Ara.


"Kalian mau apa!"bentak sosok itu.


"Kami ingin membantumu, kau duduk di tengah dan jangan coba-coba untuk membawa salah satu teman kami, jika tidak kami tidak jadi membantumu,"bohong Ara. Terlihat sosok itu sangat senang mendengar ada yang ingin membantunya. Sosok itu menuruti perkataan Ara.


Mereka berenam segera membentuk lingkaran dan duduk bersila.


"Ka Davin duduk di tengah nada dan Ara, ya?terus Kila duduk di tengah teman-teman Kak Davin. Kila tau, kan tugasnya?"Ara mengatur rencana untuk mengusir sosok itu. Ara tahu nama kakak kelasnya karena sempat melihat bad nama di seragam kakak kelas itu. Kila yang disebut namanya pun mengangguk.


"Nad, nanti lawan ketakutan Nada, ya?dan serahin kekuatan Nada untuk mengusir sosok itu,"ucap Ara. Nada mengangguk.


"Baiklah, kita mulai, pejamkan mata kalian,"ucap Ara.


Mereka berenam memejamkan matanya dan saling menggenggam tangan satu sama lain.Saat tangan Davin menggenggam tangan Nada, ia menjadi gugup, begitupun dengan Nada, jantungnya berdegup dengan kencang.


"Nad, Kak Davin, jangan goyah, tetap fokus!"ucap Ara.


Nada dan Davin pun mencoba untuk tetap fokus pada rencana mereka. Mereka tidak boleh lengah sedikit pun.


"Akhhhh!apa yang kalian lakukan!?" Teriak sosok itu dengan suara yang melengking dan nyaring hingga membuat gendang telinga orang yang mendengarnya serasa ingin pecah.


Bahkan orang yang berada di luar ruangan pun sampai menutup telinganya.

__ADS_1


__ADS_2