Misteri Panggung Megah

Misteri Panggung Megah
CHP 9.Di tolong Kakak Kelas


__ADS_3

Nada, Ara dan Kila terkejut mendengar suara yang menggelegar usai Kila tidak sengaja menjatuhkan sebuah foto.


"Jangan sentuh barang itu!!" Teriak sosok hantu perempuan yang kelihatannya sangat marah dengan Kila.


Nada dan Ara buru-buru keluar dari ruang loker dan menghampiri Kila. Mereka melihat sosok yang berteriak itu sudah ada di depan Kila. Suasana itu berubah menjadi mencekam. Bukan hanya Nada yang melihat sosok itu, namun kedua sahabatnya pun bisa melihat sosok itu. Tubuh Nada membeku melihat kejadian itu, ia hanya termenung diamkee


Tak lama, terdengar suara keras seperti benda yang menghantam tembok. Ya, sosok itu melempar tubuh Kila hingga terbentur tembok, darah mulai keluar dari hidung Kila. Nada yang melihat kejadian itu masih tetap diam di tempatnya sambil termenung, ia masih mencerna kejadian yang ada di depannya. Ia bingung harus melakukan apa, kejadian ini terjadi begitu cepat.


"Ayo, bantu Kila," Ara menggoyang-goyangkan pundak Nada agar segera tersadar dari lamunannya.


Mereka membantu Kila yang tubuhnya sudah lemah tetapi kesadarannya belum hilang. Kila menutup lubang hidung nya agar darahnya tidak semakin keluar banyak. 


"Kila gapapa?"tanya Ara. Kila hanya mengangguk.


"Jangan ganggu temanku!!"teriak Nada menantang sosok itu.


Hantu itu menyeringai. "Bukankah temanmu yang lebih dulu menggangguku?dia menjatuhkan barang-barang ku!!"bentak Sosok itu.


"Tapi dia tidak sengaja!!"bela Nada.


"Aku tidak perduli, siapapun yang menyentuh barang-barangku, akan aku hancurkan!!"ucap sosok itu. Kemudia ia mencekik leher Nada dan mendorongnya ke tembok. 


"Nada!!"teriak Ara. Ara bingung ia harus melakukan apa, kedua sahabatnya celaka, dan keduanya sama-sama membutuhkan dirinya.


"Na-da ga-papa, bawa Kila ke-luar,"tutur Nada terbata-bata. Leher nya terasa perih, sosok itu mencekamnya dengan kuat. Ara mengangguk mendengar perintah Nada, ia buru-buru memapah Kila dan membawanya keluar dari ruang balet.


"Hihihi… kau akan mati!"bentak sosok itu.

__ADS_1


Sementara di luar ruangan …


Ara bersusah payah memapah Kila, ia mendudukan Kila di luar ruangan dan menyender tembok.


"Udah, Kila gapapa, Ara bantu Nada aja, Nada dalam bahaya. Kila udah biasa,"ucap Kila memaksakan senyumnya. Ia justru lebih khawatir pada Nada, Karena Nada baru pertama kali mengalami kejadian ini.


"Bener Kila gapapa?"tanya Ara memastikan. Kila mengangguk tersenyum meyakinkan Ara.


Tak sengaja saat Ara mau kembali masuk ke dalam ruang balet ia bertemu dengan kakak kelasnya bersama temannya yang kemarin sudah membantunya. Terbesit dalam benaknya bahwa ia harus meminta pertolongan kepada kakak kelasnya itu.


"Ka Davin, Kak, boleh Ara minta tolong?"tanya Ara dengan kepanikannya.


"Kenapa?"tanya Davin dengan wajah dinginnya.


Melihat raut wajah dinginnya Davin seketia Ara menjadi kikuk, ia tidak berani meminta tolong kepada Davin hanya karena melihat ekspresi Davin yang datar.


"Le, bawa Kila ke UKS," perintah Davin.


Leo mengangguk, "Ayo,"ajaknya kepada Kila. Namun Kila merasakan seluruh tubuhnya sakit-sakit dan linu-linu. Leo


yang tahu Kila sedang menahan sakitnya segera menggendong Kila ala bridal style. Seketika jantung Kila merasakan berhenti berdetak dalam sekejap. Pipinya bersemu merah, baru kali ini ia di gendong oleh laki-laki, apalagi laki-laki itu tampan, tak kalah cakep dari Davin.


Setelah kepergian Leo dan Kila, Davin, Rama dan Ara segera masuk kedalam ruangan balet. Davin terkejut mendapati Nada yang terkapar tak berdaya dengan memar di bagian leher dan juga tangannya. Ara merasa sosok itu sudah pergi saat mereka masuk kedalam, mungkin karena merasakan aura Davin yang kuat makanya sosok itu pergi.


Davin menghampiri Nada yang tergeletak dengan keadaan setengah sadar, ia menyimpan kepala Nada di atas pangkuannya.


"Hey, bangun,"ucap Davin sambil menepuk pelan pipi Nada. Namun sang pemilik raga yang lemah belum membuka matanya, namun Nada masih mendengar suara kakak kelasnya yang memanggilnya.

__ADS_1


"Kak, cepat bawa ke UKS,"ucap Ara. Ia khawatir melihat keadaan Nada. Tak butuh waktu lama, Davin sudah mengangkat tubuh Nada dan membawanya ke UKS di susul dengan Ara dan Rama. Di tengah perjalanan menuju ruang UKS, Nada melihat ke arah Kakak kelasnya yang sedang menggendongnya. Ia menyebut sebuah nama yang hanya bisa di dengar oleh Davin dan Nada saja.


"Ka Davin, sakit,"lirih Nada. Sepertinya kakak kelasnya mendengar apa yang di ucapkan Nada. Davin mengangguk. Perlahan Nada tidak sadarkan diri dan pingsan dalam gendongan kakak kelasnya.


Melihat Nada memejamkan matanya, Davin mempercepat langkahnya untuk segera sampai di ruang UKS.


Mereka pun sampai di UKS, "Ra, buka pintunya,"ucap Davin. Arapun membuka ruang UKS yang di dalamnya terdapat Kila, Leo, dan seorang dokter perempuan.


"Ra, Nada kenapa?"tanya Kila panik melihat Nada yang tak sadarkan diri alias pingsan.


"Nggak tau Kil, pas masuk Nada udah tergeletak," jawab Ara.


Davin meletakkan Nada di brankar satu lagi samping Kila. "Ada apa dengan teman kalian?"tanya Sang Dokter.


"Hemm, itu, Dok. Ada yang ngebully,"jawab Ara bohong. Semua penghuni UKS itu reflek melihat Ara.


Terpaksa Ara berkata bohong, jika ia mengatakan yang sebenarnya apakah dokter itu akan percaya? Jawabannya tidak. Jadi lebih baik ia menjawab bahwa Nada sudah di bully. Davin, Kila, Rama, dan Leo tidak berkomentar apapun, karena mereka tahu bahwa Ara berkata seperti itu untuk kebaikan mereka.


Usai di periksa, Dokter itu keluar dari ruang UKS untuk mengurusi perihal obat yang akan di kirim ke sekolah itu. Leo, Rama, dan Ara pergi ke kantin untuk membeli makanan. Mereka tidak perlu khawatir karena tidak mengikuti jam pelajaran, karena sebelumnya dokter sudah meminta izin kepada guru mereka bahwa ada temannya yang sakit. Jadi di ruangan itu hanya menyisakan Kila yang sedang tidur, Davin dan Nada.


Davin memegang pergelangan tangan Nada yang memar keunguan, dengan hati-hati ia mengelus tangan Nada dan memperhatikan memar itu.


"Kenapa bisa seperti ini?kakak harap, semoga kamu cepat sembuh,"ucap lirih Davin.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


wah gimana yah dengan keadaan Nada dan Kila?Sedih deh!. Ikuti terus, ya ...

__ADS_1


__ADS_2