Misteri Panggung Megah

Misteri Panggung Megah
CHP 3.Sebuah Mimpi


__ADS_3

Di dalam mimpinya,Nada sedang menari di depan sebuah cermin dengan seorang perempuan yang entah siapa,Nada pun tidak mengenalinya.


Tetapi perempuan itu sangat cantik,dengan kulit putih,rambut panjang,tubuhnya yang ramping dan mempunyai belahan di dagunya yang membuatnya terlihat sangat manis.Namun tidak ada ekspresi apapun dari perempuan itu.


Tiba-tiba di dalam mimpinya,Nada seolah ditarik ke sebuah ruangan yang … seperti sebuah gudang kosong dan kotor.


Di hadapannya tampak tiga orang dan seorang gadis yang sedang di pukuli.Salah satu dari tiga orang itu adalah seorang remaja juga dengan seragam yang sama yang dikenakan gadis yang sedang di pukuli itu.Mungkin mereka satu sekolah.


Bugh!


Dua orang preman suruhan teman anak gadis itu memukul menggunakan tongkat kasti.


"Ampun,jangan pukul aku.aku mohon …,"Gadis yang sedang dipukuli itu memohon agar dirinya dibebaskan.


Nada meringis sekaligus kasihan melihat gadis itu dipukul dengan tongkat kasti.Ia ingin menolongnya tetapi tidak tahu caranya.Karena yang ia tahu,dirinya sekarang ada di alam mimpi,bukan sungguhan.


"Ampun,gak ada kata ampun buat lo!"bentak si anak remaja yang menyuruh dua preman itu.


"Udah gue peringatin berapa kali,tapi lo tetap ngeyel.Ini akibatnya kalau lo main-main sama gue!"Remaja itu menarik rambut si gadis dengan penuh kekuatan dan membenturkan kepala si gadis ke tembok dengan kuat.


Berhenti!tolong jangan siksa dia!Nada mencoba membantu gadis yang sedang kesakitan itu.Tetapi itu semua diluar dugaan nya,suaranya tidak mau keluar,dan ia hanya bisa berteriak di dalam hatinya.


Nada Pun mencoba meraih si gadis itu.Tetapi tetap tidak bisa.Seolah ada sebuah pembatas yang tidak bisa ditembus.


"Ampun,Kak.Aku tidak akan mengulanginya lagi.Hiks … hiks …"Gadis itu menangis sesegukan sambil menahan nyeri di sekujur tubuhnya.


Remaja itu menendang si gadis dengan kuat."Cih!lanjutin hukumannya!"perintah remaja itu kepada orang suruhannya.


"Nggak,Kak.Aku mohon jangan … "Belum sempat gadis itu melanjutkan perkataannya,preman itu menancapkan sebuah pisau yang sangat tajam ke tubuh gadis itu hingga darahnya muncrat ke mana-mana.


Nada memejamkan matanya ketika si preman menusukan pisaunya.Ia kira darah si gadis akan mengenainya,ternyata hanya menembus badannya.Bahkan gudang ini sudah bau anyir karena darah si gadis itu.


Tiba-tiba Nada terbangun,ia melihat ke jam dinding yang tergantung di tembok ruangan itu yang sudah menunjukan pukul 06.00.


Nada menghembuskan nafasnya pelan.Ia teringat mimpi semalam."Nada kenapa bisa mimpi kaya gitu?"gumam Nada.


Nada menggelengkan kepalanya."Aneh banget,"Ia tidak mau ambil pusing.Menurutnya itu adalah hanya sebuah mimpi biasa.hanya bunga tidur.Nada pun bergegas ke kamar mandi untuk menuntaskan hajatnya.

__ADS_1


Lima menit kemudian,Nada keluar dari kamar mandi.Ia melihat di sofa sudah ada ibunya dengan sekotak makanan di atas meja.


"Ibu,kenapa pagi banget kesininya,Ibu nggak kerja?"tanya Nada sambil duduk di sofa samping Ibunya.


"Nggak,hari ini Ibu mau nemenin kamu,kan hari ini kamu sudah boleh pulang,"ucap Ibu.


"Tapi nggak sepagi ini juga,kan masih nanti siang."


"Yaudah,Ibu pulang aja kalo gitu,"Ibu berdiri dari duduknya dan berpura-pura untuk pulang.


Buru-buru Nada mencegahnya."Ih,nggak gitu Ibu …."


Diam-diam Ibu tersenyum.Ia hanya pura-pura saja tadi.Mana mungkin ia pulang beneran dan meninggalkan anaknya sendirian di rumah sakit,sedangkan besok dirinya harus pergi karena suatu pekerjaan yang mengharuskan dirinya pergi.


Mereka pun makan makanan yang di bawaan Ibu tadi.Tiba-tiba Nada teringat dengan mimpinya.Sebenarnya ia cukup penasaran dengan mimpinya,yang menurutnya cukup aneh.


Apa aku tanyakan saja pada Ibu?batin Nada.


"Ibu,"panggil Nada.


"Hmm,"sahut Ibu dengan masih menyuapkan makanannya ke dalam mulut.


Merasa tidak ada suara,Ibu menatap Nada yang sedang termenung."Ada apa,Nak?"tanya Ibu.


"Aku mau tanya,boleh?"tanya Nada.


"Apa itu?"sahut Ibu.


"Semalam Nada mimpi,tapi mimpinya aneh banget,Bu,di mimpi itu aku lagi menari di depan kaca dan di belakangku ada seorang perempuan,dia cantik banget,Bu.Tapi tiba-tiba aku seperti ditarik ke mimpi yang lain.Terus di mimpi itu,aku melihat seseorang sedang di pukuli,dan anehnya aku gak bisa bantu dia,aku hanya diam seperti menyaksikan kejahatan orang lain.Ibu tahu maksudnya apa?"tanya Nada.


Ibu mendengarkan dengan seksama."Mungkin hanya mimpi biasa,"jawab Ibu.


"Tapi—"belum sempat Nada menyelesaikan perkataannya tiba-tiba di sela oleh Ibu.


"Tidak usah dipikirkan,itu hanya membuat beban di kepalamu,"ucap Ibu dengan ekspresi yang serius.


Nada Pun tidak mengeluarkan suaranya lagi.Ia kembali melanjutkan makannya.Ternyata diam-diam Ibu mengamati Nada yang sedang menyuapi makanannya.

__ADS_1


Ibu nggak mau kamu terlibat dengan mimpimu itu,Batin Ibu.


Hari semakin siang,kini waktunya Nada keluar dari rumah sakit dan menghirup udara bebas,bebas dari bau obat-obatan dan … mereka.


Nada dan Ibunya pergi ke arah parkiran dan masuk kedalam mobil Ibunya.Kini mereka sedang dalam perjalanan menuju rumah mereka


Di dalam mobil itu keheningan tercipta,hanya ada suara mobil dan motor yang melintas di jalanan.


"Nada,"panggil Ibu.Namun tidak ada sahutan dari Nada.


"Nada,"panggil Ibu lagi.Nada tetap tidak mendengarnya.Nada sibuk melamun dan terus memikirkan tentang mimpinya semalam,sampai-sampai ia tidak mendengar bahwa Ibunya memanggil.


Ibu melihat ke arah Nada."Sayang,"panggil Ibu sambil memegang tangan Nada.


Seketika Nada tersadar dari lamunannya."Eh,iya Ibu,kenapa?"tanya Nada.


"Nada masih memikirkan mimpi tadi?"tanya Ibu.Namun Nada menggelengkan kepalanya.


Ibu tahu anaknya itu sedang berbohong,karena Nada tidak pandai untuk berbohong.


"Huft,Nada bener-bener pengen tahu?"tanya Ibu.


Nada sedikit meringis karena ketahuan berbohong.Ia tidak pandai menyembunyikan sesuatu,pasti Ibunya selalu tahu tentang dirinya.Tapi sudah terlanjur,ia sangat penasaran dan Nada pun menganggukan kepalanya.


"Selain Nada bisa lihat makhluk halus,Nada juga bisa melihat masa lalu orang lain,"ungkap Ibunya.


"Kenapa Bisa seperti itu?"tanya Nada.


"Karena kejadian seperti ini sama seperti orang tua Ibu,nenek kakekmu,"jawab Ibu.


"Mereka juga pernah mengalami nya?"tanya Nada dengan tatapan polos.Ibu mengangguk.


"Tapi kenapa Ibu tidak mengalaminya Juga?"tanya Nada.


Ibu menggelengkan kepalanya."Entah."


"Tapi kenapa?"tanya Nada.

__ADS_1


"Belum saatnya kamu tahu,"jawab Ibu.


Nada sedikit kecewa dengan jawaban Ibunya.Ia pikir kenapa hal seperti ini harus dirahasiakan?padahal jika ia tahu kenapa alasannya,mungkin ia akan tahu apa yang harus dilakukannya.


__ADS_2