
Reyhan tipe anak yg kurang suka bergabung dengan anak-anak lainnya.
karena setiap saat ada saja yg menanyakan 'apa kau memiliki ayah?'
Reyhan sangat ingin namun ia tak ingin mommy nya sedih,ia pernah sekilas mendengar percakapan mommy dengan Tante Monica nya tentang masa lalu mommy nya.
"Reyhan,,,,apa ibu mu belum menjemput mu?"ucap wali kelas nya yg bernama Bu Edita,yang menghampiri Reyhan yg sedang duduk menunggu mommy menjemput nya pulang sekolah.
"hm"ucap Reyhan.
"apa Reyhan mau ibu antarkan??"ucap Edita
"Tidak aku akan menunggu mommy"ucap Reyhan datar.
"baik lah,ibu duluan kalau begitu "ucap ibu Edita.
Reyhan masih menunggu mommy nya sampai perutnya berbunyi.
akhirnya Reyhan memutuskan untuk masuk ke restoran yg ada di depan sekolahnya.
*****
Ken mempunyai jadwal pertemuan dengan Klian di sebuah restoran bintang lima.
ketika Ken lewat semua kaum hawa terpesona dengan ketampanannya.
sedangkan Ken bersikap acuh tak acuh dengan keadaan sekitar sampai,seorang bocah laki-laki menabraknya.
"aduh.."ucapnya.
"Tuan apa anda tak apa-apa??"ucap Alvino
__ADS_1
namun Ken hanya mengangkat tangannya mengisyaratkan ia tak apa-apa.
"tuan maaf,,,atas ketidak nyamanan anda,saya ada perlu dengan anak yg menabrak tuan itu"ucap pelayan laki-laki itu
Ken terdiam menatap tingkah anak itu
"hey bocah kecil,,,, bayar atas makanan mu!!"ucap pelayan restoran itu.
mendengar itu anak tersebut bersembunyi di belakang kaki Ken.
"A...aku....aku akan membayarnya sampai mommy datang"teriak bocah laki-laki itu.
"bohong!!!buktinya ibumu tidak datang sampai saat ini,apa kau ingin makan gratis di restoran mewah ini??!!"ucap pelayan itu.
"lagian apa kau tak pernah di ajari oleh ibu dan ayah mu??!!"ucap pelayan itu
"aku..."ucap anak itu sambil menahan tangisannya.
entah mengapa hatinya sangat perih,saat anak itu di caci maki di hadapannya.
"Tuan anda tak perlu..."belum selesai pelayan restoran itu berkata-kata Ken sudah menyelanya.
"aku membayar semua pesanan nya,dan satu lagi,,,"ucap Ken menjeda.
Ken maju dan mencengkram krah baju pelayan laki-laki itu.
"apakah perilaku yg kau tunjukan itu pantas untuk bocah kecil ini??"ucap Ken dengan nada marah.
"ma...maaf tuan"ucap pelayan itu.
Ken melepas cengkraman nya dan mendorong keras pelayan itu.
__ADS_1
setelah lepas dari cengkeraman Ken pelayan itu langsung lari terbirit-birit.
"Alvino,tugas mu membuat bedebah itu di pecat dan tak pernah mendapat tempat untuk berkerja"ucap Ken sambil merapikan jasnya dan berjalan menghampiri bocah laki-laki yg masih berdiri dengan mata yg memerah menahan tangis.
"apa kau tak apa-apa??"ucap Ken sambil berjongkok di depan anak kecil itu.
"aku...aku tidak berbohong,aku menunggu mommy datang.mommy ku pasti membayarnya"ucap anak itu.
"tak perlu di pikirkan,aku telah membayarnya"ucap Ken sambil mengelus puncak kepala anak itu dengan lembut.
"terimakasih,aku akan meminta mommy ku untuk mengantikan uang paman"ucap anak itu.
"siapa nama mu??"ucap Ken.
"nama ku Rey"ucap anak itu yg tak lain adalah Reyhan.
Ken memicingkan matanya,ia merasa sangat Dejavu dengan wajah anak ini,ia merasa duplikat dirinya saat masih kecil pada anak itu.
"tuan,,,kita terlambat 15 menit untuk pergi rapat dengan clien di lantai 7"ucap Alvino.
"hm,baiklah"ucap Ken.
"Alvin beritahukan satu pengawal untuk menemani anak ini sampai mommy nya datang"ucap Ken sambil mengacak-acak rambut anak itu lembut.
"baik tuan"ucap Alvino
"aku pergi dulu"ucap Ken kepada Reyhan.
"pergi lah paman"ucap Reyhan.
BERSAMBUNG......
__ADS_1