
setelah selesai makan Vira membersihkan diri.
"sial !!aku harus kembali,Rey pasti menunggu ku"ucap Vira.
setelah selesai membersihkan diri Vira mengenakan pakaiannya dan berjalan menuju pintu dan membukanya.
namun baru saja membuka nya sudah ada dua pengawal dan juga pak Lan beserta dua orang pelayan.
"apa nyonya menginginkan sesuatu??"ucap pak Lan.
"eengg.....itu saya ingin pergi ke taman"ucap Vira.
"sangat di sayangkan nyonya,tapi kami tak bisa memberi izin kepada nona.karena,ini adalah perintah dari tuan"ucap pak Lan.
"sial si brengsek itu" batin Vira
"tapi pak...."ucap Vira merengek.
"maaf nona,mohon kasihan lah kami.kami tak ingin kepala kami lepas dari tubuh ini"ucap pak Lan.
Vira hanya menghela nafas kasar lalu kembali menutup pintu.
Vira berjalan mondar-mandir di dalam kamar itu memikirkan bagaimana cara ia pergi.
akhirnya ide cemerlang melintas di otak Vira,ia membuka pintu kaca balkon.
"cih....kau kira aku tak bisa kabur"ucap Vira.
Vira melihat ke bawah balkon sejenak ia merinding jika ia jatuh dari sana dengan keras,namun Vira juga tidak menyia-nyiakan kesempatan emas untuk kabur itu.
dengan perlahan ia merayap untuk turun.
namun tiba-tiba kakinya terpeleset dan jatuh.
__ADS_1
Vira hanya memejamkan matanya menunggu tubuhnya menyentuh tanah itu,namun ia tak merasa sakit sedikit pun.
Vira membuka matanya,dan melihat wajah Ken.
"apa kau ingin kabur lagi hmm??"ucap Ken.
Ken yg mendapat telpon dari pak Lan yg menyatakan Vira yg ingin kabur melewati balkon yg mereka lihat melalui cctv.
Ken langsung membatalkan meeting nya dan langsung bergegas pergi dari sana menuju mansion nya.
"kau"ucap Vira yg terkejut.
Ken hanya diam dan berjalan membawa Vira masuk.
"turunkan aku!!"ucap Vira memberontak namun Ken menuliskan telinganya dan tetap mengendong Vira masuk.
sesampainya di dalam kamar Ken menghempaskan tubuh Vira ke atas kasur dan menindihnya.
"apa yg kau lakukan??"ucap Vira.
"tidak cukup lah kau menghancurkan kehidupan ku,biarkan aku...."Vira tak melanjutkan kata-katanya lagi karna terkejut setetes air jatuh di kelopak matanya.
Vira menatap wajah Ken dan melihat Ken menangis tanpa suara.
"kau.."ucap Vira
"tolong jangan tinggalkan aku"ucap Ken serak.
"tapi aku.."ucap Vira lirih.
Ken berbaring di samping Vira dan memeluk erat Vira dari belakang dan menyembunyikan wajahnya di ceruk leher Vira.
"aku sudah lelah mencari mu,dan aku sudah tau siapa rey.dia anak ku darah daging ku,dia anak kita"ucap Ken.
__ADS_1
flashback on.
Ken sibuk menandatangani dokumen namun venanya kehabisan tinta dan ia mencari Vena lain yg ada di dalam lacinya.
setelah mendapat Vena ia ingin menutup lacinya namun ia melihat surat yg di berikan oleh seorang anak di olimpiade sebulan yg lalu.
Ken mengambil surat itu dan membukanya.
Dear Daddy
Daddy apa kau mengingat ku??apakah Daddy merindukan kami.
Daddy temukan kami di negara xx, mommy berkerja di perusahaan di naungan kekuasaan mu di negara XX KZEC group.
Daddy aku merindukan mu tapi aku takut untuk mengatakannya kepada mommy,aku takut mommy sedih.
jangan bilang ke mommy yah,kalo Daddy sudah membuka surat Rey.
Daddy aku menyayangimu,aku merindukan mu Daddy ♥️
***Rey kesayangan Daddy ♥️***
Ken menangis membaca surat itu.
"Alvin siapkan jadwal penerbangan ku bersama Vira ke negara XX,aku ingin menemui anak ku" ucap Ken.
"baik tuan"ucap Alvino.
flashback off.
"sudah ku katakan bukan"ucap Vira mengelak.
"aku tak butuh pengakuan mu lagi,tapi ku mohon jngan pisahkan aku dengan darah daging ku sendiri,aku lelah mencari kalian.aku lelah dengan hati penuh hampa ini"ucap Ken sambil menangis di ceruk leher Vira.
__ADS_1
Vira terdiam karena ia merasa ada lelehan hangat di ceruk lehernya dan juga ia merasa pelukan Ken bergemetar,Vira juga menangis di dalam diam.
BERSAMBUNG