
hari-hari berlalu akhirnya ayah Vira pulang dari perjalanan bisnis.
"dengar yah,,,jangan coba-coba mengadu pada ayah mu"ucap Rossa memarahi Vira.
"cepat pergi ganti baju mu,jangan menampilkan wajah tersiksa"ucap Rossa sambil mendorong Vira.
"haruskah aku membalas nya??apa aku harus memberitahukan ayah??tapi ayah bisa saja tak percaya dengan ku,sungguh miris hidup ku.mama,,,,,,,Vira capek kek gini" batin Vira sambil membersihkan dirinya.
****
"aku pulang"ucap Edward.
"akhirnya kau pulang mas"ucap Rossa dengan muka malaikat miliknya.
"papa,,,,Grace kangen dengan papa??"ucap Grace sambil memeluk Edward ayah Vira.
"haha,,,,papa juga kangen,papa membawa kalian hadiah"ucap Edward.
"wah papa emang terbaik, Grace makin sayang dengan papa"ucap Grace.
"oh ya,,,,dimana Vira??"ucap Edward.
seketika Grace merasa jengkel,namun ia masih memaksakan senyumannya.
"mungkin dia masih di kamarnya"ucap Rossa.
"aduh kakak mengapa ia tak menyambut kedatangan papa??aku akan memanggilnya"ucap Grace memberi sedikit racun ularnya.
"tak perlu Adiik,,,aku di sini"ucap Vira dari atas tangga.
__ADS_1
Vira melangkah turun dari tangga,sedangkan Grace memandang dongkol Vira karena tak bisa melanjutkan meracuni ayahnya dengan lidah beracunnya.
"ayah maaf Vira terlambat menyambut kedatangan mu,,,,Vira sedang sibuk mencari lowongan pekerjaan"ucap Vira.
"tak apa-apa,untuk apa kau mencari lowongan pekerjaan??bukan kah papa sudah berkerja untuk kalian?? lagipula kau masih sangat muda untuk berkerja"ucap Edward sambil membelai kepala Vira.
"tapi Vira ingin mandiri pah,,,,,Vira mau membantu papa, lagi pula Vira sudah lulus"ucap Vira.
"haha,,,,,kamu memang anak papa yg mandir,papa bangga dengan mu"ucap Edward sambil mencium kening Vira.
sedangkan dua orang bermuka malaikat sedang menahan amarah yg meluap-luap.
"tunggu saja besok,,,,aku akan menghancurkan hidup mu Vira" batin Grace.
"oh ya,,,,apa kalian masih ingat dengan undangan pesta ulang tahun hotel di jalan xxx kota??"ucap Edward.
"ya aku mengingatnya mas"ucap Rossa.
"wah,,,, berarti kita berdua kakak bebas memilih gaun apa pun kan papa??"ucap Grace.
"kau benar, pergi lah"ucap Edward sambil tersenyum.
"baik lah mas aku akan bersiap-siap dulu untuk mengantarkan putri kita"ucap Rossa.
kedua ular berwajah dua pergi bersiap-siap.
sekarang tersisa Vira dan ayahnya.
"sayang,,,,kenapa wajah mu terlihat lesu??"ucap Edward kepada Vira.
__ADS_1
"aku tidak apa-apa ayah"ucap Vira.
"ayah jika suatu saat Vira melakukan kesalahan apa papa akan membenci Vira??"ucap Vira memecahkan keheningan.
"haha,,,,,papa tidak akan marah, karena papa percaya bahwa anak gadis papa pasti melakukan segala yg terbaik"ucap Edward sambil menyentil hidung Vira.
"haha,,,,hidungku sakit papa jika kau menyentil nyantilnya terlalu keras"ucap Vira
"haha,,,,maafkan papa"ucap Edward.
"sayang ayo kita pergi"ucap Rossa dan di belakang nya ada Grace yg mengikutinya.
"bak ma"ucap Vira
kemudian ketiganya berangkat dengan di antar sopir.
****
"mama,,,,lihat deh baju ini terlihat cukup terbuka,bagaimana jika kita belikan ini saja buat anak jelek itu,,,,,agar menambah n***u pak Robi saat menikmati nya nanti"ucap Grace berbisik.
"haha,,,,kau memang anak ku yg paling pintar"ucap Rossa tertawa jahat.
"hey kamu kesini"ucap Rossa kepada Vira
"ini baju untuk mu"ucap Rossa
"ma,,,tapi ini terlalu terbuka bagi Vira"ucap Vira
"ehhh,,,beruntung saya masih mau beliin kamu baju,udah kamu pesta nanti harus pakai baju ini,jika tidak aku akan menguliti mu"ucap Rossa.
__ADS_1
BERSAMBUNG......