
"ambil ini,,,,"ucapnya melemparkan cek itu kepada Vira.
hati Vira semakin hancur melihat kertas itu,Vira berdiri dan mendekati pria tadi.
plak....
tamparan keras di layangkan Vira kepada pria itu.
"kenapa kau menampar ku??!!"ucap pria itu marah.
"kenapa??kerena kau sudah menghancurkan harapan ku??dan apa ini??kau kira aku j****g hah??!!"ucap Vira sambil menunjukkan kertas cek itu.
"kalau bukan j****g lalu apa??"ucap pria itu sambil mengangkat alisnya.
plak...
"aku tidak butuh uang mu,,,dan juga aku bukan j****g!!!"ucap Vira dengan air mata yg terus mengalir kemudian ia merobek cek itu dan melemparnya ke wajah pria itu.
Vira pergi dari kamar itu dengan membawa hati yg hancur.
kini ia berlari keluar dari tempat terkutuk itu dan kembali ke rumah.
__ADS_1
namun sepertinya Dewi Fortuna tidak berpihak kepada Vira saat ini.
plak.....,plak
sesampainya di rumah Vira di beri tamparan yg keras oleh ayahnya.ayahnya sangat murka setelah melihat bekas cumbuan yg begitu banyak di leher anaknya,di tambah tadi otaknya telah di beri bumbu oleh dua ular beracun itu.
"papa"ucap Vira lirih karena tak percaya apa yg di lakukan ayahnya
"aku bukan ayah mu lagi,aku tak Sudi menjadi ayah dari anak yg begitu tak malunya,kamu menyia-nyiakan kasih sayang dan kepercayaan ku"ucap Edward.
"papa Vira bisa jelasin pah"ucap Vira sambil merangkak memeluk kaki Edward.
"apa yg perlu di jelaskan,semua bukti sudah ada,apa yg kau kelak"ucap Edward dengan penuh amarah.
"aku tak Sudi kau memanggil ku papa,mulai hari ini kamu pergi dari rumah ini"ucap Edward yg bagaikan petir di siang bolong untuk Vira.
"pa....papa,,,,,papa benar-benar mengusir ku??"ucap Vira tak percaya.
"keluarkan semua barang nya dari rumah ini"ucap Edward menyuruh beberapa pelayan.
"seret dia pergi"ucap Edward kemudian pergi meninggalkan Vira yg di seret keluar oleh beberapa pelayan.
__ADS_1
sedangkan kedua wanita yg melihat nasib Vira hanya tersenyum puas.
"rasakan itu "ucap Grace
"haha,,,,meski bukan pak Tomi yg menikmati nya tetapi ada orang lain yang menuntaskan misi kita ini"ucap Rossa.
"mama benar,,,apa pria itu lebih jelek dari pak Tomi yah??pasti Vira sangat hancur melihat pasangannya yg jelek"ucap Grace.
"papa,,,,,papa,,,papa kenapa papa tega seperti ini,,,,papa udah janji maafin Vira,,,,,ini semua salah mereka,,,mereka menjebak ku pah,,,papa"teriak Vira histeris.
Vira di dorong keluar dan pintu mansion di tutup.
Vira masih memanggil ayahnya sambil menggedor-gedor pintu.
Vira bersandar pada pintu mansion dengan air mata yg mengalir,dan hati yg remuk.
setelah cukup lama Vira menangis,akhirnya Vira bangkit berdiri dan berjalan mengambil kopernya dan berjalan keluar dari mansion Aditama itu.
sebelum keluar gerbang,Vira sekali lagi melihat ke belakang berharap ayahnya memanggilnya,namun semua nihil,,,,hanya kenangan masa kecil yg dapat Vira ingat mengiringi kepergian Vira.
Vira berjalan tanpa tau tujuannya,hujan pun turun dengan deras namun tidak memengaruhi vira.pandangannya kosong penuh dengan kehampaan.
__ADS_1
tak berapa lama kesadaran Vira menipis yg membuatnya pingsan di jalan yg sunyi.
BERSAMBUNG.......