MY CEO : STOP KISSING ME !!!

MY CEO : STOP KISSING ME !!!
MISI PENYELAMATAN YANG DRAMATIS


__ADS_3

"Hei.. Aku mau tidur sebentar!" salah satu preman yang di tugaskan untuk mengawasi gudang berkata dengan malas.


"Bos menyuruh kita menjaga, bukan tidur!" balas pria ke dua mendengus


Pria pertama menunjukkan wajah jijiknya, "Halah... Apa sih yang bisa di lakukan orang sekarat! dia bahkan tidak bisa menggerakkan tangannya, bagaimana bisa dia melarikan diri!"


Pria ke dua tidak membalasnya lagi, sepertinya dia terlalu malas menanggapi temannya yang terlalu keras kepala.


23:40 A.M


Malam itu sangat sunyi, langit menyelimuti bumi dengan kegelapannya. Tanpa ada yang menyadari, beberapa langkah kaki terdengar berseliweran malam itu bersembunyi dalam gelapnya malam.


"Tuan Victor... Hasil pelacakan sinyal telepon terdeteksi berada di sini! saya sudah mengirim orang untuk memantau sekitar. Saat ini hanya ada dua orang penjaga yang di tempatkan di pintu masuk gudang!" ucap Baron salah satu bawahan Victor


Victor bersandar malas di jok mobil. Dia hanya menanggapi laporan anak buahnya dengan santai, "En... Selamatkan mereka dulu! setelah itu lanjutkan pencarian Arlland...!"


"Baik tuan..."


Victor memandang ke luar jendela mobil. Dia kemudian bergumam pelan, "Aku harap kau masih hidup Arlland! akan ku potong-potong mayat mu jika kau berani mati! gara-gara kau aku jadi menyia-nyiakan liburan ku yang seharusnya ku habiskan dengan kekasihku tersayang."


Di sisi lain, Zahra dan Arlland yang mayatnya akan di potong-potong sedang terengah-engah kelelahan.


Zahra mendudukkan Arlland sebuah di batu besar, "Huh— Kita sudah berlari sejauh dua ratus meter, tapi bukan tidak mungkin mereka akan segera menyusul! apa kau benar-benar tidak kuat berjalan lagi?" tanyanya


Arlland menggeleng pelan, dia menatap lucu pada wajah mungil wanita di depannya yang menghembuskan nafas tak berdaya saat melihatnya menggeleng. Penampilannya sangat berantakan sekarang; dahinya di penuhi keringat, wajahnya di tutupi kotoran tanah, noda darahnya juga sedikit mengotori pakaiannya.


Walaupun keseluruhan dirinya berantakan dan terkesan jorok, namun sepasang mata cerah bersih dan bibirnya yang pink kenyal itu membuatnya tetap terlihat cantik.


"Apa?" Zahra bisa merasakan tatapannya, walaupun wajah pria ini di tutupi darah kering. Namun Zahra bisa melihat dari postur tubuhnya kalau dia pasti berwajah tampan, "aku gampang gugup kalau di tatap orang! jangan menatap ku seperti itu oke!"


Senyum langka mekar di mulut Arlland begitu dia mendengar bahwa kata-katanya. Sejak tadi dia tidak memberikan ekspresi apa-apa, namun ketika Zahra melihatnya tersenyum. Walaupun wajahnya kotor oleh noda darah, tapi setelah dia tersenyum seperti itu pria ini jelas terlihat tampan.


Zahra linglung sesaat. Dia tiba-tiba membayangkan, bagaimana jika pria ini mencuci wajahnya lalu Tersenyum manis. Wow... pasti dia jadi lebih tampan!


"Hey— Nama mu siapa? ku dengar mereka memanggil mu Arlland tadi! apa benar?" tanya Zahra penasaran


Arlland menganggukkan kepalanya mengiyakan. Zahra bertanya lagi, "Arlland— berapa berat badan mu?"

__ADS_1


Pria itu mengangkat satu alisnya heran sebelum menjawab, "80 kg... kenapa?"


Zahra tidak menjawab. Dia kemudian berjongkok di depan Arlland, "naik— aku akan menggendong mu!" serunya


Arlland memandangi tubuh mungilnya yang berjongkok di di depannya. Sudut mulutnya berkedut ringan, jelas dia menekan dorongan untuk tertawa.


"Ada apa dengan ekspresi mu itu! jangan meremehkan tubuh kecil ku ini yah!" Zahra berdiri menghadapnya sambil bertolak pinggang, "asal kau tahu saja, gini-gini aku pernah menggendong nenek dengan berat delapan puluh kilogram!"


"Aku tidak akan." Walaupun dia lemah, tapi suaranya masih menentukan.


"Kau jangan——" ucapan Zahra terpotong oleh suara samar dari preman di gudang tadi


"Dia terluka, seharusnya dia belum terlalu jauh... Ayo kejar!!!"


"Ya ampun... Hey— cepat naik! kita tidak bisa menunda waktu lagi!" Zahra membungkuk untuk membopongnya sambil meyakinkan dia untuk naik, "aku pasti bisa menggendong mu, jangan takut oke. Aku tidak akan meninggalkan mu sendirian di sini!"


Arlland masih tak bergeming, dia hanya diam memandangi punggung mungil wanita tersebut. Aku tidak akan meninggalkan mu sendirian! kata itu terus berputar dalam ingatannya, membuatnya sedikit linglung sesaat.


Melihatnya menjadi linglung, Zahra dengan paksa menarik lengannya agar jatuh di punggungnya.


Melihatnya seperti ini, Arlland tidak menolak lagi. Dia segera mengikuti apa yang dia mau.


Karena Arlland akhirnya menyerah, Zahra cepat-cepat berdiri dengan pria di punggungnya. Wow.. ini benar-benar berat! oke, kau tidak boleh menyerah Zahra! setelah dia berhasil memantapkan pijakannya, Zahra bergegas mencari tempat persembunyian.


Walaupun jalannya tidak cepat, namun ini masih lebih cepat dari pada dia menuntunnya tadi.


Tak lama setelah Zahra meninggalkan tempat tersebut, ke dua preman sampai di sana.


"Brngs*k ... Kau bilang orang sekarat tidak bisa kabur! coba kau lihat pakai mata kaki mu itu, dia sekarang jadi kabur kan!!!"


"Kenapa kau menyalahkan aku! apa kau menjaganya dengan benar? kau saja setuju kalau dia tidak akan bisa melarikan diri! kenapa kau hanya menyalahkan aku sekarang!!!!"


"****.... Ayo kita cari di tempat lain! berdebat gak akan bisa balikin keadaan!"


Di sisi Zahra


"Apa mereka masih mengejar? kau pegangan yang erat, jangan sampai jatuh!!" Zahra memekik

__ADS_1


"Turunkan saja... aku berat." bisik Arlland di telinga Zahra


Zahra menjadi berang seketika, "Sudah ku bilang aku tidak akan meninggalkan mu! apa kau tidak bisa mendengar dengan jelas hah!!" jelasnya kesal


Arlland menatap wanita keras kepala di pelukannya. andai saja dia tidak terluka, dia pasti tidak akan membiarkannya menggendongnya seperti ini.


"Seharusnya kita sudah dekat persimpangan, jadi apa kau bisa menahan luka di bahu mu?"


"Jangan bicara. itu bisa menguras energi!" ucapnya


"Tapi——"


"Itu mereka... Kejar!!!" ucapan Zahra terpotong oleh pekikan keras dari preman yang mengejar tadi


"S*al... Kenapa mereka berlari lebih cepat daripada aku!!!" umpat Zahra marah


"Itu karena mereka tidak menggendong beban di punggungnya!" balas Arlland santai


"Hey berhenti kalian!!! kalian tidak akan bisa kabur!!" preman itu memekik lagi


Dengan nafas tersengal, Zahra tetap keras kepala menggendong Arlland di punggungnya tanpa menoleh ke belakang.


Arlland memandangi separuh wajahnya yang di penuhi keringat, dia memperhatikan bibirnya yang merenggut kesal. namun ada sedikit kepanikan di wajahnya, jelas bahwa dia sangat takut tertangkap.


"Jangan menatap ku brngs*k!!! kau ingin aku kehilangan fokus? ingin aku jatuh karena gugup ya?" masih sempat-sempatnya Zahra mengomel di saat kacau seperti ini.


Arlland Tersenyum, "Kau sangat cantik saat ini! aku terpesona." jawabnya ringan


"Kau benar-benar pria kurang ajar! saat seperti ini masih sempat menggoda pula. Sint*Ng!" maki Zahra


DOR!!!!


Suara tembakan terdengar nyaring di udara. Zahra segera tersungkur ke tanah karenanya, "Arlland, bagaimana kabarmu? apa kau yang tertembak?" tanya Zahra khawatir


Tidak ada jawaban untuk Zahra, Arlland tergeletak di tanah tanpa bergerak. Zahra langsung shock, dia mengguncang tubuhnya agar dia bangun. namun Arlland tetap tak sadarkan diri. air mata mengalir dari mata Zahra, Dia tidak mungkin mati! tidak mungkin!


TO BE CONTINUED

__ADS_1


__ADS_2