My Fake Cruel Boyfriend

My Fake Cruel Boyfriend
11. Perjodohan


__ADS_3

Adel baru sampai di rumah nya, dia langsung menanyai keadaan nenek nya, setelah itu dia pamit untuk membersihkan diri.


"Del itu ada teman mu, kata nya mau ngajak kamu pergi! itu siapa?" Ujar nenek Ratih ketika memasuki kamar Adel.


"Perasaan hari ini Adel ga ada janji mau pergi" Ujar Adel bingung.


"Ya, coba di lihat, orang itu seperti orang kaya! Saran nenek jangan cari masalah atau berurusan sama mereka" Kata nenek Ratih sambil mengingat masa lalu.


"Iya nek" Turut Adel dan mengiyakan ucapan nenek Ratih, ketika mengingat ibu Affandra.


Adel sudah menebak yang datang pasti Affandra, karena dia tidak pernah memberi tahu laki laki di mana letak rumah nya, kecuali Affandra.


"Ada apa" Tanya Adel ketika membuka pintu rumah, tapi alangkah terkejut nya dia mendapati kondisi Affandra yang tidak seperti biasa nya. Rambut berantakan, dasi yang tidak terpasang dengan benar dan kemeja yang terbuka beberapa kancing.


Affandra tiba tiba memeluk Adel "Are you okay" tanya Adel yang tidak di jawab Affandra.


"Aku pamit sama nenek dulu" Ujar Adel sambil mengelus punggung Affandra.


"Ayo" Ujar Adel ketika sudah pamit kepada nenek nya.


Di dalam mobil Affandra menyandarkan kepala nya di pundak Adel. Dan Adel mengelus kepala Adel, keadaan di mobil sangat sunyi tidak ada yang bersuara.


"Penthouse" Ujar Affandra tiba tiba kepada Sekretariat Aaron yang mengendarai mobil.


"Baik, Tuan Muda"

__ADS_1


"Kau pulang lah" Ujar Affandra, ketika mereka sudah sampai di penthouse pribadi Affandra.


Untuk saat ini tidak ada waktu bagi Adel untuk mengagumi penthouse Affandra, karena Affandra langsung menarik dia ke dalam kamar, yang tidak pernah di masuki orang, kecuali petugas untuk membersih nya.



1 kata yang mendeskripsikan kamar Affandra 'Indah'.


"Apa ada masalah" Ujar Adel dengan lembut, sambil mengusap kepala Affandra yang tidur di pangkuan nya, dengan kepala menghadap perut Adel.


"Hmm" Saking nyaman nya elusan kepala Adel, membuat Affandra tidak ingin melepaskan pelukan nya di pinggang Adel.


Melihat Affandra yang tidak ingin menjawab, Adel tidak ingin memaksa, kecuali Affandra yang menceritakan nya sendiri.


"Mommy ingin menjodohkan ku" Ujar Affandra dengan helaan nafas yang kasar.


"Dengan putri keluarga Angkasa" Lanjut Affandra.


Deg


Hati Adel entah kenapa merasa sakit mendengar nya. Adel diam beberapa saat, tapi tangan nya tak berhenti mengelus rambut Affandra yang tidur di pangkuan nya.


"Setiap ibu pasti ingin yang terbaik untuk anak nya" Ujar Adel lembut, yang di mana tambah membuat Affandra nyaman.


"Mungkin ibu mu, ada alasan kenapa menjodohkan mu dengan nya"

__ADS_1


"Jalani dulu, kalau emang tidak cocok baru bicara yang baik baik dengan ibu mu." Lanjut Adel.


"Hmm" Adel di buat sangat sangat kesal, adel bicara panjang lebar dan hanya itu jawaban nya. OHH NOO!


"KAU GILA, AKU BICARA PANJANG LEBAR DAN HANYA ITU JAWABAN MU! LEPASS" Teriak Adel kesal dan mencoba melepas pelukan Affandra, tapi tidak berhasil.


"Tidur" Ujar affandra dengan suara berat nya.


"Aku mau pulang, nenek sendiri-an di rumah" Tolak Adel


"Please" dan untuk pertama kalinya seorang Tuan Muda Wijaya memohon kepada seseorang, dan tidak tahu kenapa Adel menuruti nya, tapi sebelum itu dia menghubungi neneknya untuk meminta izin menginap dirumah teman nya.


*****


**MAAPKEUNNN NESTAA KARENA KEMARIN GA UP😥


JANGAN LUPA UNTUK VOTE, LIKE, KOMEN YANG POSITIF DAN KASIH TIP YA 🙏


INI CERITA PERTAMA NESTA, JADI BILA ADA KESALAHAN DI TEGUR DENGAN CARA YANG SOPAN.


TERIMAKASIH


SEE YOU NEXT CHAPP 💋💋


BABAAYY💃💃**

__ADS_1


__ADS_2