
Setelah kejadian di mall tadi, Adel langsung di ajak Affandra pergi ke perusahaan nya, tapi sebelum itu Adel menghubungi ke dua sahabat nya untuk pulang duluan.
"Tanda tangan" ujar Affandra sambil memberikan berkas nya.
"Berapa lama!?"
"Apanya!"
"Kontrak nya tuan muda yang terhormat!"
" 8 bulan"
"Tidak ada sentuhan fisik bukan!?"
"hmm"
"Okeii!" cepat adel karena nenek nya pasti sudah menunggu nya.
"Saya pamit!"
"Dimulai dari detik ini!"
"Bisa tidak bicara yang jelas, suara mu itu bukan suara emas! yang sangat mahal" ketus adel.
"Kontrak nya dimulai saat ini!" tekan Affandra.
"Ya udah sekarang mau ngapain!?" kesal adel karena matahari akan segera terbenam.
"Ikut"
Yaaampun orang ini ngomong aja pelit. Gumam adel
"Kalau anda ngomong singkat, jangan harap saya akan menemui anda lagi!" tekan Adel sambil mencubit lengan Affandra saking kesalnya.
"awhh" rintih Affandra.
__ADS_1
"Tolong jaga sikap anda, Nona!" tegur sekretaris Aaroon yang membuat Adel mencibir omongan nya.
"tão fofo" Batin Affandra ketika melihat Adel mencibir mulutnya. ( so cute)
*****
Ternyata mobil mereka berhenti di salah satu restoran mewah.
"Aku tidak lapar" ketus Adel tapi mulut dan perut nya tidak bisa di ajak kompromi.
kryukk kryukkk
bunyi ayamm ee salahh bunyi perut.
"Tidak usah malu malu" ujar Affandra sambil menahan senyum yang di mana membuat seketaris Aaron terkejut karena tidak pernah melihat tuan muda nya tersenyum.
Ketika mereka masuk ke dalam restoran keadaan sangat sepi yang membuat Adel bingung di tambah banyak nya pelayan dan manager restoran yang membungkukkan badan nya ke arah dia, eh ralat ke arah Affandra.
"Ruangan nya sudah siap, Tuan" ujar manager restoran itu yang di acuhkan Affandra.
"Jika orang ngomong di jawab!" bisik adel yang tidak di hiraukan Affandra, karena kesal pun adel mencubit pinggang Affandra yang membuat semua orang disana terkejut atas tindakan nya.
"JAGA SIKAP ANDA NONA!" Bentak sekretaris Aaron
"AARON!!" tekan Affandra balik karena tidak suka melihat seketaris aaron membentak adel.
"Maaf tuan muda" sesal seketaris Aaron sambil menundukkan kepala nya.
Ketika mereka telah sampai di ruangan VVIP, mereka menghabiskan makanan terlebih dahulu baru setelah itu Affandra memulai pembicaraan yang tidak berfaedah menurut Adel.
*****
Keesokan hari nya Adel mendapatkan pesan dari nomor yang tidak di kenal.
+625125402777
__ADS_1
*siap siap nanti saya jemput waktu makan siang.
^^^ini penipu*!?^^^
+625125402777
AFFANDRA WIJAYA!
^^^Ohh^^^
******
tek tekk
Affandra membanting ponsel nya karena kesal dengan jawaban yang dikirim oleh adel, entah kemana dia tidak suka jika adel mangacuhkan nya.
"Meeting akan segera dimulai tuan" ujar sekretaris Aaron tiba tiba yang membuat Affandra langsung beranjak dari kursinya dan melangkahkan kaki nya ke ruang meeting.
Setelah menghabiskan kira kira satu jam Affandra langsung pergi ke restoran tempat Adel bekerja.
Sesampainya di restoran Affandra langsung menyuruh adel ke ruangan tempat dia berada.
"Kenapa kau selalu menganggu ku, tidak bisa kah kau membuat ku tenang, ini jam makan siang dan restoran sangat ramai! aku harus melayani pelanggan ku!" omel adel ketika memasuki ruangan.
"Duduk dan makan!"
"Cihh, bisa bisa nya kau menyuruh ku duduk dengan keadaan seperti ini!"
Mereka menghabiskan waktu makan siang dengan suara Adel yang mendominasi karena Adel masih kesal kepada Affandra yang berbuat se mau nya
*****
**JANGAN LUPA ABSEN KALIAN DARI KOTA MANA AJA!
JANGAN LUPA LIKE, KOMEN, VOTE YAAA
__ADS_1
SEE YOUU NEXT CHAPP 💋💋**