My Fake Cruel Boyfriend

My Fake Cruel Boyfriend
9. Pesta


__ADS_3

Affandra menggertakan rahang nya, ketika melihat tatapan lapar dari pria pria di sana yang dari tadi melihat belahan dada Adel yang cukup besar.


"Ingat siapa saja yang yang melihat Adel, putus kerja sama dengan perusahaan nya" Affandra berbisik kepada Sekretaris Aaron, entah kenapa dia sangat marah ketika melihat pria pria itu seperti ingin meniduri Adel. Ahh memikirkan nya saja membuat nya ingin membuat pria pria itu menjadi santapan lior nya.


Dan untung lah ketika melihat tatapan permusuhan dari Affandra membuat pria pria tua bangka itu ketakutan dan langsung mengalihkan pandangan nya.


Tapi tak banyak perempuan di sana yang menatap Adel penuh permusuhan, karena iri dengan Adel yang bisa menggandeng Pria berkuasa yang anti dengan wanita itu.


"Terima kasih telah menyempatkan untuk hadir di pesta kecil-kecilan ini Tuan Wijaya" Ucap pemilik pesta yang langsung menghampiri mereka.


Pesta ini kecil! yang benar saja!!. Batin Adel tidak percaya dengan pola pikir orang kaya.


"Sama sama Tuan, kebetulan Tuan Muda juga ada urusan di Singapura" melihat tuan nya yang seperti tidak ingin menjawab, Sekertaris Aaron langsung membalas sapaan pemilik acara.


"Dan siapa nona cantik ini" Tanya istri pemilik acara.


"Kekasih saya" Jawab Affandra yang akhir nya mengeluarkan suara emas nya.


"Anda sangat hebat bisa menaklukkan Tuan Muda Wijaya" Puji Tuan Bagas. Pemilik acara sambil tersenyum.


Kenapa tidak asing. Gumam Adel ketika melihat bayangan yang tiba tiba muncul.


Adel hanya tersenyum membalas ucapan Tuan Bagas, karena kepala nya yang tiba tiba pusing membuat nya sulit untuk bicara.


"Baiklah, silahkan duduk kami harus menyapa tamu yang lain" Pamit Tuan dan Nyonya Bagas, yang di angguki Adel.


Sebelum duduk Bodyguard Affandra me-lap meja dan kursi yang akan di tempati tuan dan nona nya.


"Ini berlebihan" Adel berbisik kepada Affandra ketika melihat bodyguard Affandra yang me-lap meja dan kursi dengan detail nya.


"Kau akan terbiasa"


"Terbiasa apa nya! Setelah 6 bulan kita nanti juga seperti orang asing" Ujar Adel yabg yang di mana membuat dada Affandra sesak.


"Kau tidak akan bisa pergi dari ku" Affandra mengucapkan kata kata yang tidak di mengerti Adel.


"Ini kenapa kau pegang pinggang ku erat sekali" Adel memprotes sebab tiba tiba Affandra mengeratkan pelukan di pinggang Adel, tapi protes Adel tidak di hiraukan Affandra.

__ADS_1


Ketika mereka duduk, banyak orang yang langsung mendekati meja mereka, tepat nya mereka ingin menjilat dan memperkenalkan putri mereka masing masing agar bisa menarik perhatian tuan muda dari keluarga Wijaya.


Adel yang merasa terabaikan pun langsung bangkit berdiri untuk mencari cemilan dari pada mendengar pembicaraan yang tidak di mengerti nya.


"Aku akan mencari makanan" Ujar Adel kepada Affandra yang masih sibuk dengan pembicaraan nya.


"Jangan jauh jauh"


Saat Adel ingin mengambil satu cake yang sangat menarik perhatian nya. Tangan nya berbarengan dengan tangan seseorang saat menyentuh cake nya.


"Maaf, saya duluan" Ujar perempuan itu. Vanessa


"Tapi tangan saya di bawah anda, nona" Ujar Adel tidak mau mengalah ketika melihat cake itu hanya tersisa satu.


"Tapi saya pemilik acara ini nona" Ujar Vanessa dengan senyum penuh kemenangan.


"Terus" Ujar Adel santai yang membuat Vanessa melongo.


"Ya, terus cake ini dan semua makanan di sini saya yang punya!"


"Kenapa kau tidak jaga di sini saja! biar tidak ada yang memakan nya" Ujar Adel dengan sinis.


"Tuan, nona Adel di tampar seseorang" Ujar Sekretaris Aaron yang membuat Affandra dengan cepat menoleh ke arah sumber suara.


"Kau baik baik saja" Ujar Affandra yang langsung menghampiri Adel dengan sorot mata khawatir.


"Pipi ku!"


"Lihat aku ingin memakan kue itu, tapi dia bilang itu punya dia" Ujar Adel dengan sedih, membuat Affandra langsung emosi.


"Maaf, tuan muda putri saya tidak sengaja" Mohon Tuan Bagas, Karena melihat putri nya lah yang menampar kekasih pria berdarah dingin ini.


"Dia bilang ini pesta dia dan semua makanan ini milik dia" Adu Adel.


"Heyy, aku tidak bicara begitu" Kilah Vanesaa.


"Aaron, kau tau apa yang harus harus kau lakukan!" Ujar Affandra dengan suara dingin nya, yang membuat semua orang di sana ketakutan.

__ADS_1


Tuan Bagas yang mendengar itu langsung bersujud memegang kaki Affandra, membuat bodyguard dengan cepat melepaskan tangan itu dari kaki tuan nya.


"Maaf tuan saya mohon, saya sendiri yang akan menghukum putri saya"


"Ayo pulang" Ajak affandra sambil merangkul Adel.


*****


"Apa yang akan kau lakukan kepada dia" Tanya Adel ketika mereka berada di dalam mobil.


"Hanya membuat perusahaan nya bangkrut" Affandra berucap dengan santai.


"KAU BILANG HANYAAA!!"


"KAU GILAA!! KALAU KAU BENAR BENAR MELAKUKAN ITU JANGAN PERNAH TEMUI AKU LAGI!!" Omel Adel dengan panjang lebar.


"Kau yakin" Tanya Affandra menyakinkan.


"YAA!" Ujar adel nge gas.


"Aaron" Affandra tidak mau, jika adel tidak mau bertemu dengan nya lagi, entah kenapa itu membuat nya sesak.


Apa aku mulai jatuh cinta dengan nya. Batin Affandra bertanya tanya.


******


**APAAA!! AFFANDRA JATUH CINTA DENGAN ADEL!!


BAGAIMANA MENURUT KALIAN CERITA YANG NESTANI BUAT!


SELAMAT MENUNAIKAN IBADAH PUASA 🙏


ABSEN KALIAN DARI KOTA MANA YA!


JANGAN LUPA UNTUK VOTE, LIKE DAN KOMEN YANG POSITIF!


JIKA KALIAN SUKA CERITA INI PLEASE SHARE KE TEMAN TEMAN KALIAN!

__ADS_1


SEE YOU NEXT CHAPP 💋💋


BABAAYY 💃💃**


__ADS_2