My Fake Cruel Boyfriend

My Fake Cruel Boyfriend
12. Sisi lain Adel


__ADS_3

Jam menunjukan pukul 07.00 dan Adel baru akan menyiapkan sarapan untuk nya dan Affandra. Karena Affandra yang tidak ingin melepaskan pelukan nya dan akhir nya mereka kesiangan.


"Hari ini aku tidak akan pergi ke kantor" Di kamar Affandra menelpon Sekertaris Aaron untuk mengatakan bahwa dia tidak akan ke kantor untuk hari ini.


"Baik Tuan Muda"


"Ada apa dengan tuan muda, biasanya saat sakit pun dia pasti akan tetap bekerja" Gumam Seketaris Aaaron.


"Ahh ini pasti karena nona Adel" Lanjut batin Seketaris Aaron.


'Jika ada berkas yang harus aku tandatangani bawa saja ke mansion nanti malam" Affandralangsung mematikan teleponnya ketika mendengar jawaban dari Seketaris Aaron.


Affandra keluar dari kamarnya dan mendapati Adel tengah berkutat dengan alat alat dapur, entah angin dari apa tiba-tiba dia memeluk Adel dari belakang, sehingga membawa Adel tersentak kaget.


"Apa yang kau lakukan!"


"Memeluk mu"


"Lepas" tetapi Affandra malah mengeratkan pelukan nya pada Adel bukan melepaskan nya.


Adel pun pasrah membiarkan Affanda tetap memeluk nya, walaupun kadang-kadang dia memarahi Affandra karena risih.


"Suap"Ujar Affandra manja.


"Punya tangan kan!" Geram Adel


"Suap" kekeh Affandra


Adel tidak berhenti mengomel, tapi dia tetap menyuapi Affandra, berganti-an dengan menyuapi diri nya sendiri.


Adel hanya memasak omlet telur, karena keterbatasan bahan yang di ada di penthouse Affandra.

__ADS_1


"Tambah" Ini untuk pertama kali nya Affandra makan dengan menu sederhana, karena dari kecil dia sudah di perlakukan layak nya seorang pangeran beharga.


"Makan sendiri!"


"Suap atau keluar dari pekerjaan mu" Ujar Affandra dengan senyum penuh kemenangan, yang di balas Adel dengan cibiran.


"BAIKLAH TUAN MUDA, YANG SUKA MENGANCAM ORANG!!!" Tekan Adel di setiap kalimat nya.


"Kau jangan berlagak seperti bayi! bayi saja bisa makan sendiri! Adel darj tadi tidak berhenti mengomel, orang yang di omel pun bisa saja seperti tidak ada masalah.


"Cepat aku mau kerja!" Ujar Adel ketika Affandra lama mencerna makanan yang di mulut nya.


"Hari ini kau tidak usah kerja!",


"Kau mau membuat ku makan gaji buta!"


"Cepat nanti aku di hukum!!" Lanjut Adel.


"Siapa yang berani menghukum mu! bilang sama saya! akan saya mutasi!" Ujar Affandra serius.


"Kau tidak kenal aku!!" Tanya Affandra dengan wajah tak percaya.


"Kenal"


"Siapa"


"Tuan muda"


"Tuan Muda apa?"


"Ya, tuan muda"

__ADS_1


Karena kesal pun Affandra tidak mau melanjuti perdebatan nya dengan Adel lagi, dan langsung menarik tangan Adel, menaiki lift private milik nya dan langsung ke basemant private nya.


"Mau kemana?"


"Terserah mu!"


"Baiklah, kau jalan saja nanti aku tunjukkan jalan nya!"


Affandra tidak menyangka Adel mengajak nya pergi ke tempat yang jauh dari kata layak untuk di tempati, dia kira Adel akan mengajak nya pergi ke mall untuk memborong.


"Kak dedell" panggil bocah 3 tahun yang berjalan menggunakan tongkat karena kondisi kaki nya.


"Hai Ana, kau sudah makan belum? kak dedel bawah makanan enak nih untuk kalian semua" Ya memang tadi mereka sempat mampir ke restoran untuk membeli makanan.


"Yeayy, teman teman kak dedel bawah makanan nih! ayo cepat!"


"Ayo berbaris"


"Ini buat Aris, Dafa, Caca,....." Adel menyebut satu per satu anak di sana. Affandra yang dari tadi memperhatikan pun menjadi sangat tersentuh, ketika melihat tawa dan senyum Adel kepada anak anak yang kekurangan itu, bukan hanya kekurangan uang, tapi juga kekurangan fisik nya.


*****


Marhaban Ya Ramadhan.


Selamat menunaikan Ibadah Puasa.


JANGAN LUPA UNTUK VOTE, LIKE, KOMEN YANG POSITIF DAN KASIH TIP YA 🙏


INI CERITA PERTAMA NESTA, JADI BILA ADA KESALAHAN DI TEGUR DENGAN CARA YANG SOPAN.


TERIMAKASIH

__ADS_1


SEE YOU NEXT CHAPP 💋💋


BABAAYY💃💃


__ADS_2