My Fake Cruel Boyfriend

My Fake Cruel Boyfriend
21. Kerapuhan Adel


__ADS_3

Selama perjalan menuju rumah Adel hanya di isi dengan isak tangis Adel, Sedangkan Affandra hanya bisa meminjamkan dada bidang nya dan mengelus kepala Adel, agar dia lebih tenang, tapi itu semua percuma karena Adel tidak berhenti menangis.


Hiks hiks


Sesampai di rumah nya, tambah mengencang lah tangis nya, ketika melihat peti yang ada di depan nya.


"Ma--aaf k--an a--del nek" Ujar Adel sambil segugukan.


"Kamu yang ikhlas del, kami yakin nenek pasti udah tenang di sana" Ujar Niken, yang sebenarnya juga sedang menahan tangis.


"Kapan pemakaman nya" Tanya Seketaris Aaron.


"1 jam lagi pak" Jawab orang yang di ketahui adik dari nenek Adel.


*****


Sebulan sudah berlalu sejak kematian nenek Adel, sekarang Adel tinggal di mansion Affandra atas pakasaan Affandra, karena takut Adel merasa kesepian jika tinggal sendirian.


"Nona Adel sudah makan" Tanya Affandra yang baru saja pulang dari kantor.


"Belum tuan" Ujar pak wen sedikir takut, semenjak kematian nenek nya, adel lebih suka menyendiri.


"Kenapa tidak makan" Tanya Affandra ketika memasuki kamar Adel.


"Kalau kamu begini terus, kamu pikir nenek kamu di sana suka! dia udah tenang di sana, dengan keadaan kamu yang seperti ini gak akan merubah keadaan! yang ada malah nenek kamu ga tenang di sana!" Ujar Affandra panjang lebar dan langsung meninggalkan Adel.


Andra bener aku harus bangkit. Tekad Adel

__ADS_1


*****


Sebulan sudah berlalu dan Adel sekarang tidak lagi bekerja di restoran atas paksaan Affandra, sekarang ia bekerja sebagai koki di mansion Affandra dengan gaji 10× lipat dari tempat nya bekerja dulu.


Tapi di mansion Adel di perlakukan seperti nyonya, bukan layak nya pekerja lainnya, dia hanya akan memasak untuk Affandra.


Seperti saat ini Adel sedang mengantar kan makan siang untuk Affandra dengan menggunakan mobil beserta supir perempuan yang di sediakan Affandra untuk mengantar dia berpegian.


"Kita berhenti di basemant seperti biasa lia" Ujar Adel pada supir.


"Baik del" Ujar Lia karena Adel memaksa untuk tidak memanggilnya nona, karena dia merasa asing dengan panggilan tersebut.


Sesampai nya di basemant Adel langsung memasuki lift private milik Affandra, yang dimana lift itu akan membawa nya langsung ke ruangan Affandra.


Waktu pertama kali dia sempat bingung kenapa tidak ada tidak ada satu pun orang yang menaiki lift itu. dan baru rau setelah seketaris Aaron menjelaskan ini adalah lift pribadi Affandra.


*****


"Belum, kau tidak lihat aku sudah di sini! bearti udah sampai" Jawab Adel ketus.


"Kemari" Tanya Affandra tanpa mengalihkan tatapan dari berkas yang di tanda tangani nya.


"Duduk" ujar Affandra ketika Adel sudah berada di depan mejanya.


"Bukan di sana" Ujar Affandra ketika melirik Adel duuk di depan nya.


"Di mana?" Ujar Adel malas

__ADS_1


"Sini" Ujar Affandra ketika Adel berada di samping nya, dan langsung menarik angel duduk di pangkuan nya.


"Suapi"


"Saya sibuk" lanjut Affandra yang membuat Adel memutarkan mata nya.


"Alasan" Ujar Adel jengah, tapi tetap menyuapi Affandra, karena melihat banyak nya berkas di meja Affandra.


Ketika Affandra sedang menikmati suapan Adel, sambil membaca berkas yang di meja nya, terdengar pintu di buka secara tiba tiba


"Dasar perempuan murahan" Ujar Wanita paru baua tersebut, ketika melihat posisi duduk Adel.


...******...


...HOLAA GAESS OTORR KAMMBEKK...


...ADAA YANG BISA MENEBAK SIAPA WANITA ITU??...


...Otorr sedihh puluhan orang yang baca cerita otor, tapi ga ada yang vote atau setidak nya like atau komen memberi semangat....


...Please dengan kalian me like karya otor, otor udah seneng....


...So, JANGAN LUPA UNTUK VOTE, LIKE, KOMEN YANG POSITIF DAN KASIH TIP YA 🙏...


...INI CERITA PERTAMA NESTA, JADI BILA ADA KESALAHAN DI TEGUR DENGAN CARA YANG SOPAN....


...TERIMAKASIH...

__ADS_1


...See you next chap 💋💋💋...


...Babaayy 💃💃...


__ADS_2