My Fake Cruel Boyfriend

My Fake Cruel Boyfriend
7. Sultan


__ADS_3

Selama perjalanan mengantar Adel ke rumah nya hanya di isi oleh keheningan, di mana yang membuat Affandra bingung karena biasa nya mulut adel tidak pernah berhenti bicara.


"Kenapa" tanya Affandra yang tidak bisa lagi menahan rasa bingung nya.


Ada apa dengan tuan muda biasanya dia tidak peduli dengan keadaan sekitar nya. Batin sekretaris Aaron yang sedang mengendarai mobil.


"Apa nya" Ujar Adel tanpa melihat Affandra.


"Kenapa diam"


"Ya terus saya harus ngapain?! jungkir balik! konser! saya ngomong salah, saya diam juga salah jadi saya harus ngapain aquaa!" Sewot adel.


"Apa?" Ujar Affandra sambil mengerutkan kening nya.


"Ya kamu! emang saya ngomong sama siapa lagi disini! sama Aaron" kesal adel yang langsung membuat Affandra tidak menghiraukan nya dan fokus dengan ipad yang di tangan nya.


Selama sisa perjalanan Adel terus mengoceh di mana yang membuat telinga Affandra dan Aaron panas, tapi itu tidak masalah bagi Affandra dari pada Adel diam.


"Baiklah, Terima kasih atas tumpangan nya! semoga tidak berjumpa lagi!" Ujar Adel ketika sudah sampai di rumah nya.


"Hmmm"


Mobil Affandra pun melaju dengan di ikuti oleh mobil bodyguard nya.


"Adell pulangg nekk" teriak adel yang membuat nenek nya terkejut dengan suara adel yang besar.


"Kamu ini pulang bukan nya ngucapin salam, malah teriak teriak, kayak di hutan" omel nenek adel. Ratih

__ADS_1


"hehehe" adel hanya cengeng yang membuat nenek nya menggeleng kan kepala.


"Nenek udah makan terus minum obat" Tanya Adel lembut, karena usia nenek Ratih membuat beliau harus mengonsumsi obat.


"Belum"


"Ihhh, nenek gimana sih! nanti sakit nya kambuh gimana! kalau ga ada Adel pasti nenek lupa minum obat nya" omel Adel, sambil membuat kan bubur untuk nenek nya, baru setelah itu memberikan obat untuk di makan nenek nya.


"Kalau udah waktu nya, nenek pasti akan pergi kepada Nya, mau sebanyak atau sesering apapun nenek minum obat, ga bakal bisa ngelawan maut" Ujar nenek Ratih lembut yang membuat Adel terdiam.


"Apa pun yang terjadi pokok nya Adel sayang pake banget sama nenek" Ujar Adel menitikkan air mata nya.


Adel banyak hutang budi sama nenek, apa pun akan adel lakukan untuk nenek. Lanjut Adel dalam batin.


*****


"Mari nona, tuan mudah sudah menunggu" Ujar salah satu bodyguard yang membuka kan pintu untuk Adel masuk.


Ketika Adel sudah masuk ke dalam mobil dia langsung memarahi Affandra dan memukul Affandra menggunakan tasnya dengan kencang hingga membuat Affandra cukup terkejut.


"No--" Sekretaris Aaron yang melihat itu langsung menegur Adel, tapi ucapan nya langsung dipotong tuan mudah nya.


"Hey, kau kenapa" Ujar Affandra dengan bingung πŸ˜•.


"Kau kenapa pagi pagi ada di depan rumah ku! dan apa ini bodyguard jelek mu juga kenapa pada turun semua! kau mau mati yaa!! lihat itu orang orang pada lihat kita semua!! ihh!!" Ujar Adel meluapkan rasa kesal nya dengan mencubit perut Affandra tapi tidak bisa, sebab perut six pack yang di miliki Affandra.


Mobil melaju dengan suara Adel yang mendominasi. Seketika Adel menyadari jika ini bukan jalan menuju tempat kerja nya.

__ADS_1


"Ini bukan jalan ke resto"


"Hmm"


"Aaron kita akan kemana ini?!" Tanya Adel kepada Aaron karena merasa lelah dengan jawaban Affandra yang selalu irit.


"Ke Singapore, nona"


"APAAAA!!!" Ujar Adel yang sangat terkejut mendengar ucapan seketaris Aaron.


"Kau gila! aku harus bekerja! dan bagaimana dengan nenek ku!!" Marah adel dengan wajah frustasi.


"Kita hanya menghadiri pesta salah satu kolega ku"


"Pesta?! di Singapore yang benar saja!!" Ujar Adel tidak percaya, coba kalian bayangin hanya untuk menghadiri pesta sampai ke Singapore.


Sultan mah bebas. Gumam Adel pasrah.


*****


**HAIII SOBATT ADA YANG MERASA SEMUA SULTAN ITU BEBASS?!!


ABSEN KALIAN DARI KOTA MANA YA!


JANGAN LUPA UNTUK VOTE, LIKE, KOMEN


SEE YOU NEXT CHAPPπŸ’‹πŸ’‹

__ADS_1


BABAAYY πŸ’ƒπŸ’ƒ**


__ADS_2