My Fake Cruel Boyfriend

My Fake Cruel Boyfriend
5. Mansion


__ADS_3

"Halu mu ketinggian sayang!" ujar elsa tidak percaya.


"DRAA" Sean memanggil Affandra, karena paham apa yang ingin ditanyakan Sean, Affandra pun menganggukkan kepala nya.


"Gimana bisa!!" ujar Niken yang masih tidak percaya.


"Ayoo" ajak Affandra membuat adel mengangkat kedua alis nya.


"Kemana"


"Perusahaan"


"Gaa"


"Cepet!!" ujar Affandra menekankan kalimat nya membuat adel mengalah


"Guyss gue duluan ya" Pamit adel.


"Okay, hati hati" ujar Elsa yang diangguki niken.


Selama perjalanan menuju Perusahaan Wijaya tidak ada suara yang mengisi perjalanan mereka. Affandra yang sibuk dengan ipad nya dan Adel sibuk dengan memikirkan banyak nya mobil yang ada di depan dan belakang mereka.


Sebenarnya dia ini siapa! kenapa banyak sekali yang mengawal nya, tapi wajah nya tidak asing. Batin adel bertanya tanya.


Wajar saja Adel tidak mengetahui siapa Affandra karena Adel terlalu cuek dengan sekitar nya, tentu saja kecuali dengan orang orang yang di sayangi nya.


Setiba nya mereka di perusahaan orang orang yang mengikuti mereka langsung keluar, semua nya berbaris kecuali orang yang membuka kan pintu untuk Affandra dan Adel.


*****


Adel menunggu Affandra sampai pukul 17.00 WIB, tadi nya adel ingin pulang tapi Affandra menahan nya dan menyuruh nya istirahat di kamar pribadi nya, yanh dimana membuat seketaris Aaroon terkejut karena tidak ada yang boleh masuk ke ruangan itu bahkan sahabat sahabat Affandra pun tidak boleh.


"Ayo' ajak Affandra kepada adel ketika melihat matahari akan segera terbenam.


"Langsung pulang saja" ujar adel yang tidak di jawab Affandra


"Mau kemana?! saya temani!" ujar Affandra ketika mereka di dalam mobil.


"Pulang aja, jam 8 saya ada keperluan!"

__ADS_1


"Ke mansion" ujar Affandra ke pada seketaris Aaron


"Ehh, saya mau pulang ke rumah saya, bukan ke rumah anda tuan!!" kesal adel.


"AFFANDRA ORANG TANYA ITU DIJAWABB!!!" suara adel meninggi ketika tidak kunjung mendapat jawaban dari Affandra.


"Jaga bicara anda nona" tegur sekertaris Aaron, walaupun cukup terkejut untuk pertama kali ada orang yang berani berbicara dengan suara tinggi dengan tuan nya.


Selama perjalanan Adel selalu mengomel, tapi ketika dia menyadari sekitar nya hanya ada pohon pohon saja membuat nya sedikit takut.


"Affandra ini mau kemana! Jangan macam macam atau saya teriak!! ini kenapa masuk hutan!!" omel adel terus menerus tapi langsung terhenti ketika melihat bangunan yang ada di depan mata nya.



Rumah yang begitu besar bahkan sangat sangat sangat sangat sangat besar, dengan banyak nya orang berbaju hitam di sekeliling rumah itu.


Adel sudah biasa melihat mansion mewah, tapi tidam. dengan mansion ini, ini rumah terbesar yang pernah adel lihat, mungkin ini adalah mansion terbesar di dunia walaupun kesan nya lebay.


Ketika sudah di pintu masuk mansion banyak nya pelayan yang berbaris dengan membungkuk kan kepala nya tidak di hiraukan adel karena sibuk melihat desain interior mansion ini yang sungguh menguras rekening tapi tentu saja tidak dengan rekening affandra.


"Selamat datang, Tuan muda" sapa kepala pelayan itu. Pak wen yang di jawab deheman oleh Affandra.


"Apa kau gila! suruh aku pulang sendiri di tengah tengah hutan begini!! kau ingin aku di makan hewan buas haa!!!" marah adel yang membuat orang orang yang mendengar nya terkejut.


"Bukan kau, tapi dia" ujar Affandra sambil menunjuk sekertaris Aaron menggunakan dagu nya.


"Maka nya ngomong itu jangan di singkat, kau tidak akan rugi jika menambah kan kata dalam omongan mu itu" nasihat adel yang lagi membuat orang orang yang mendengar nya terkejut.


Affandra berjalan ke arah kamar nya, yang diikuti pak wen, adel dan 5 orang pelayan. Lagi dan lagi adel di buat terkejut dengan kamar Affandra.



Bayangkan saja bagaimana Adel tidak terkejut jika saja kamar ini saja lebih luas dari RUMAHNYA!.


Dan lima pelayan itu membuka sepatu, jas, kemeja Affandra dan ada juga yang menyiapkan perlengkapan mandi nya dan menyiapkan pakaian nya.


Yaampun ini orang udah kayak raja aja. Gumam Adel


Sampai menunggu Affandra mandi, adel merebahkan badan nya di kasur Affandra yang super duper empuk, yang membuat nya hampir ketiduran jika saja tidak mendengar suara Affandra.

__ADS_1


"Tunggu saya pakai baju dulu" ujar Affandra yang keluar hanya menggunakan bathrobes.


"Hmmm" dehem Adel


"Ayo" ajak Affandra ketika selesai keluar dari suatu ruangan yang adel tebak tempat menyimpan pakaian.


Selama perjalanan ke bawah adel sibuk memperhatikan interior mansion Affandra, sehingga tidak menyadari Affandra yang sudah berhenti sehingga membuat adel menabrak punggung Affandra.


"Awhh" ringis adel sambil memegang jidat nya.


"Apa sakit?" khawatir Affandra.


"Kalau mau berhenti tuh ngomong dulu! jangan langsung berhenti saja! omel adel dan langsung menurun tangga meninggalkan Affandra.


Adel pun di antar oleh pelayan yang ada di sekelilingnya ke meja makan, karena adel tidak tahu dimana letak meja makan.


"Affandra, apa kau yakin akan menghabiskan makanan sebanyak ini!" bisik adel


"Tidak"


"Kalau tau tidak, kenapa memasak sebanyak ini!!" kesal adel.


"Apa kau tidak tau kata mubazir!"


"Apa kau tidak tau, di luar sana banyak orang yang sampai memungut makanan dari kotak sampah, hanya untuk makan!!" omel adel.


Termasuk aku. Gumam adel sedih.


*****


**APA ADA YANG TAU MAKSUD KATA KATA ADEL!??


JANGAN LUPA UNTUK LIKE VOTE KOMEN


KARENA ITU GRATIS


SEE YOU NEXT CHAP 💋💋


Nestani ❄️**

__ADS_1


__ADS_2