
Jam menunjukkan pukul 17.00 dan mereka sedang perjalanan ke penthouse untuk membersihkan diri dan setelah itu mereka akan keluar menghabiskan waktu bersama sesuai kata Affandra tadi.
Saat mereka tiba di penthouse, Adel yang baru teringat dengan pakaian ganti nya pun, lantas terkejut saat melihat 1 lemari pakaian yang berisi semua pakaian milik perempuan.
"KAU SUKA BAWA WANITA KE SINI! INI BAJU WANITANYA MU!! GILAA KAUUU!! JANGAN HARAP AKU AKAN BERTEMU DENGAN MU LAGII!!" Teriak Adel dengan nada tinggi sehingga membuat Affandra menutup telinga nya.
"Itu baju mu" Ujar Affandra, ketika Adel sedang menarik nafas.
"JANGAN PERNAH BERBOHONG KEPADA KU!!"
"Lihat semua baju itu masih ada tag nya"
Eh iya ya, tapi masa di mau beli baju sebanyak ini untuk ku. Gumam Adel.
"Mau baru atau lama! pokok nya semua salah mu!" Ketus Adel dan langsung memasuki kamar mandi.
Mereka telah selesai membersihkan diri dan siap siap untuk pergi menikah kota Jakarta di malam hari.
Affandra menggunakan mobil sport kesayangan nya, yang termasuk ke dalam mobil sport termahal di dunia.
Affandra mengijinkan Adel untuk menaiki mobil kesayangan nya. Orang orang yang melihat nya pasti akan terkejut, karena tidak ada satu pun orang yang pernah memasuki mobil kesayangan nya termasuk Sekretaris Aaron, kecuali pada saat yang mendesak.
"Mau ke mana?" Tanya Affandra ketika mobil sudah melaju meninggalkan penthouse.
"Bazar"
"Haa!Apa?bakar?"
"BA-ZAR"
"APA ITU!? Dan di mana letak nya?" Ujar Affandra sambil mengeryitkan dahi nya.
"Kau tidak tau bazar"Tanya Adel tidak percaya.
"Hmm"
"Lupakan" Ujar Adel lelah, sambil menyandarkan tubuh nya di jok kursi.
"Aaron cari tau apa itu bazar" Ujar Affandra saat sambungan telepon tersambung.
__ADS_1
"Tunggu sebentar Tuan muda"
"30 detik"
"Kau menelpon Aaron" Tanya Adel.
"Hmm" Jawaban dari Affandra membuat Adel langsung mengambil ponsel Affandra dan mematikan sambungan telepon dengan sekretaris Aaron.
"Kena--" Ujar Affandra yang terpotong karena Adel menyela nya.
"Jalan saja nanti aku tunjukkan"
Setelah mengikuti arah dari Adel, tiba lah mereka di salah satu Bazar yang sedang di adakan di jalan f, untung saja Affandra membawa topi dan masker untuk menutupi wajah nya, agar tidak ada yang mengenal nya.
Mata Adel berbinar binar ketika melihat banyak nya makanan yang ada di hadapan nya, yang di mana membuat Affandra yang melihat nya tersenyum tipis.
"Ini higenis?" Tanya Affandra, ketika melihat makanan yang akan di beli oleh Adel
"Bisa tidak, bicara yang kecil! jangan suka menghina makanan!!" Ujar Adel berbisik penuh penekanan, sambil tersenyum kikuk kepada penjual nya.
"Ini mah, di jamin higenis den" Ujar penjual itu sampai tersenyum.
"Jangan sok ke bersihan deh!" Sahut pembeli lain.
"Kenapa menarik tangan ku! aku akan menyuruh Aaron memberi mereka pelajaran!" Ujar Affandra dengan dingin.
"Tidak perlu! itu memang salah mu!"
"Ak--"
"Sudah kita ke tempat lain!" Potong Adel.
"Kita makan pecel lele aja! tiba tiba aku mau makan pecel" Ujar Adel dengan mata berbinar binar,sambil membayangkan saat diri nya memakan pecel.
"Apa itu itu pecel!?" Tanya Affandra sambil mengernyitkan dahi nya.
Karena malas menjelaskan pada Affandra, Adel langsung menarik tangan Affandra.
"Mobil di parkir di sebelah sana!" Tunjuk Affandra.
"Kita jalan kaki! ga jauh!" Ujar Adel sambil menggandeng tangan Affandra.
__ADS_1
Terkejut akan tindakan Adel, membuat Affandra mengikuti kemana Adel mengajak nya.
"Pak pecel nya 2 ya" Sebenar nya Affandra ingin protes, kenapa makan di tempat bagini, tapi takut Adel malu lagi karena nya.
"Ayo duduk" Ujar Adel ketika melihat Affandra yang hanya berdiri saja
"Disana?"
"Di genteng! Ya iyaa lah di sini!"
Affandra langsung mendudukkan bokong nya di lantai. Ya, tempat makan di sana tempat duduk nya lesehan.
"Ini mbak"
"Makasih pak" Ujar Adel sambil tersenyum kepada bapak penjual, di mana membuat Affandra menatap penjual itu dengan tajam.
Aura orang ini sungguh menakutkan. Gumam sang penjual.
"Lezat nyaa!" Puji Adel
"Kenapa ga di makan" Tanya Adel ketika melihat Affandra tidak menyentuh makanan nya sama sekali, malah memperhatikan diri nya saat makan.
"Sendok"
"Ya ampun Tuan muda! begini! ahhh" Ujar Adel sambil menyuap Affandra.
Karena malam yang gelap, dan tempat yang di duduki Affandra minim pencayahan membuat orang orang tidak jelas melihat muka Affandra, Tuan Muda Wijaya. Di tambah lagi dengan kondisi tempat pecel yang sepi.
"Adel! ini betul lo" Ujar seseorang dengan tak terduga.
*****
Marhaban Ya Ramadhan.
Selamat menjalankan Ibadah Puasa.
JANGAN LUPA UNTUK VOTE, LIKE, KOMEN YANG POSITIF DAN KASIH TIP YA 🙏
INI CERITA PERTAMA NESTA, JADI BILA ADA KESALAHAN DI TEGUR DENGAN CARA YANG SOPAN.
TERIMAKASIH
__ADS_1
SEE YOU NEXT CHAPP 💋💋
BABAAYY💃💃