
Tampak seorang lelaki dengan membawa kertas bertuliskan Selamat kembali calon adik tiri ku (anggep aja gitu ya gengs). Orang-orang di sekitar woobin dan rachel pun berbisik-bisik melihatnya
Rachel pun melihatnya hanya dapat mendengus sebal, lelaki dihadapan nya adalah calon saudara tirinya yang benar saja. Ia tidak pernah membayangkan bahwa woobin akan menjadi kakak tiri nya. Ya woobin hanya lebih tua beberapa bulan saja dari diri nya.
Rachel pun mendatangi woobin dan berkata "bawa trolli barang ku, aku lelah" dengan nada ketus dan jutek.
"Kau pikir aku siapa mu, pembantu mu hmm"kata woobin dengan wajah meremehkan
"bukankah kau Calon Kakak Tiri ku" jawab rachel dengan nada menghina
Woobin pun hanya menanggapi dengan wajah sebalnya dan menuruti rachel dengan membawa trolli dengan terpaksa tentunya
Sesampainya didepan mobil rachel dengan seenaknya berkata
"masukan barang-barang ku"kata rachel dengan lantang kepada woobin
Woobin yang mendengarnya pun bertambah kesal, ia hanya mendekat ke rachel dan berkata "Bagaimana jika kau menelepon tunangan mu itu dan menyuruhnya membantumu, aku akan sangat senang melihatnya" kata woobin dengan wajah menyeringai
"Tentu saja aku tidak akan membiarkan tunangan ku kelelahan, pekerjaan seperti ini bukankah kau sudah terbiasa hm" jawab rachel tak mau kalahnya.
__ADS_1
Didalam hati woobin hanya berucap "sial, perempuan ini bisa saja membalas perkataannya".
Woobin pun akhirnya lebih memilih untuk masuk ke mobil dan tidak memperdulikan rachel.
(Di Perjalanan)
Terdengar musik rock yang sangat keras, ya woobin lah yang menyukai musik tersebut. Dan tentu perempuan seperti rachel sangat membencinya, bising dan menggangu wajar saja bukan. Ia pun mencoba mematikan musik tersebut
"Hei, apa yang kau perbuat"tanya woobin
"mematikan musik mu, selera mu sangat buruk dan menggangu ku"jawab rachel
Namun sesaat kemudian mematikan kembali musik tersebut, hingga...
"Keluar!! apa aku terlalu baik terhadapmu, jika tidak ada aku, kau pasti sekarang hanya dapat berjalan kaki atau menunggu dibandara semalaman!!" kata woobin
"kau saja yang keluar, ingat jika aku datang ke rumah ku tanpa menaiki mobil mu ibu ku tentu saja akan bertanya pada ayah mu itu, dan hasilnya kau akan terkena masalah. Jalankan mobilnya" jawab rachel dengan nada meremehkan
"Kau semakin berani saja hmm, apa london membuat mu semakin liar"kata woobin dengan wajah yang memerah, karena sudah tersulut emosi
"Jangan bawa-bawa london, kau saja yang terlalu ramah, bahkan teman mu itu hingga kabur ke amerika"jawab rachel
__ADS_1
"Kau berani sekali berkata pada calon kakak tiri mu seperti itu" kata woobin yang sudah tersulut emosi
"hanya sekedar calon kakak tiri, bukankah kau juga tidak menginginkannya,sudahlah akui saja jika apa yang aku bicarakan semua benar"jawab rachel
Woobin pun sudah sangat emosi hingga ia..
"Berhenti! kubilang berhenti!!" kata woobin dengan sangat marah
"Tuan muda apa yang anda lakukan" kata sopir
Woobin pun keluar mobil dan berkata
"Puas!! Jalankan mobilnya! " kata woobin
"Tapi Tuan muda"kata sopir
"Jalankan atau tuan Putri ini akan melapor" kata woobin dengan nada menghina
Ya malam ini berakhir dengan woobin turun dijalanan dan pulang dengan taxi.
Didalam mobil rachel hanya dapat merasakan bahagia, karena ia dapat mengerjai dan membuat emosi woobin. Setidaknya ia pulang dengan persaan lega walaupun hanya sedikit.
__ADS_1