My Future Stepsister

My Future Stepsister
07 (Ucapan Maaf Yang Tulus)


__ADS_3

Pagi harinya Woobin yang masih marah berangkat kesekolah tanpa menjemput rachel. Namun anehnya ibu rachel sama sekali tidak menanyakannya. Bahkan menghubunginya tidak sama sekali. Ia pun memilih membiarkannya dan berangkat ke sekolah.


Disisi lain rachel yang pagi harinya sangat pusing dan flu hanya dapat terbaring dikamar nya. Ibu rachel yang panik segera memanggil dokter. Ibu rachel pun hanya berkata


"Apakah ibu perlu menghubungi woobin agar kau tidak perlu dijemput?" ujar minra


"tidak perlu bu, aku sudah bilang padanya kok" jawab rachel. Ya tentu saja ia berbohong bahwa sudah menghubungi woobin. Ia hanya merasa sedih jika menhingat woobin yang marah, dan tentu saja ia tau bahwa woobin pasti tidak akan menjemputnya. Terbukti bahwa sampai jam 7 belum datang. Rachel pun membiarkannya dan tertidur pulas setelah meminum obatnya.


Disisi lain woobin yang telah sampai ke kelasnya dikejutkan bahwa ia tak melihat rachel sama sekali. Ia juga sempat ditanyai oleh teman geng nya kenapa ia tak bersama rachel.pagi ini. Namun woobin hanya diam dengan muka masam.


Setelah guru tiba, siswa-siswi pun di absen satu per satu, hingga saat tiba nama rachel


"Rachel?" ujar guru tersebut.


"Ijin pak, hari ini dia sedang sakit surat akan menyusul" ujar kristal.

__ADS_1


Woobin yang mendengar hal tersebut langsung terkejut. Ia tak menyangka bahwa gadis itu akan jatuh sakit. Pantas saja ia tak masuk hari ini, juga tidak ada yang menghubunhi dirinya di pagi hari. Woobin pun merasa cemas sekali. Ia tak berkonsentrasi dalam pelajaran, yang ia pikirkan hanya rachel. Perasaan bersalah, marah pada dirinya sendiri karena telah meninggalkan rachel di malam hari terlebih saat itu sedang hujan.


Saat Istirahatpun tiba, woobin nampak melamun di kantin tempat makannya, bahkan teman-temannya melihat dengan kebingungan. Ya bagaimana tidak melamun, saat ini pikirannya hanya rachel. Ia bingung harus datang meminta maaf atau tidaknke rumah rachel setelah pulang nanti.


"Hei woobin kau kulihat melamun, sedang memikirkan siapa hm?" tanya salah satu teman woobin.


"Bukan apa-apa" jawab woobin singkat dan langsung pergi tanpa memakan makananya.


Woobin pun menuju atap sekolah yang sepi, disana ia melihat pemandangan kota yang indah. Ia memikirkan saat pertama kali bertemu rachel hingga saat ini. Ia merasa gelisah dan marah. Hingga pada akhirnya ia memutuskan menengok rachel. Ia pun sengaja membeli makanan kesukaannya yang akan diberikan pada rachel.


Setelah pulang sekolah, ia segera meluncur ke rumah rachel dan setibanya, ia langsung masuk dan bertanya pada art yang ada dan langsung menuju kamar rachel.


"Sedang apa kau disini?" ujar rachel dengan suara seraknya dan ketus, ia mengingat malam itu woobin meninggalkannya disaat hujan lebat.


"Hanya ingin melihat adik tiri ku, apa tidak boleh?"Jawab woobin cepat karena ia jujur malu dengan apa yang barusan ia lakukan.

__ADS_1


Rachel hanya terdiam, dan tak mau menjawab woobin, jujur ia sangat kecewa dan marah. Wopbin yang hanya didiamkan kembali bersuara.


"Maaf, aku telah meninggalkan mu malam itu. Aku salah, kumohon maaf kan aku" ujar woobin dengan tiba-tiba


Rachel yang mendengar itu langsung menoleh dan terkejut


"Kau meminta maaf, apa aku tak salah dengar?" ujar rachel dengan bingung


"Apa kau tuli hmm"jawab woobin dengan kasar karena ia sangat malu sekarang


"Jadi begini permintaan maaf mu, dasar lelaki b****, lebih baik kau pulang aku malas melihat mu" ujar rachel marah.


"Baiklah aku salah, aku minta maaf, apa kau puas" jawab woobin dengan tulus.


"Aku lapar, kau bawa makanan atau tidak?" tanya rachel dengan cepat karena jujur saja ia malu melihat woobin yang menatapnya dengan dalam.

__ADS_1


"Hmm, aku akan menyiapkannya untuk mu" ujar woobin.


Nah temen-temen tunggu kisah lanjutanya ya bay bay 🤗


__ADS_2