My Future Stepsister

My Future Stepsister
08 (Menemani Seharian?)


__ADS_3

Saat ini woobin tengah mempersiapkan makanan untuk rachel, dengan fokus ia menaruh makanan tersebut ke mangkok yang sudah tersedia. Jujur saja ia kurang puas saat meminta maaf tadi. Mengapa rachel tidak menjawabnya malah kenambah sebuah alibi. Apa ia tak tau jika perasaan bersalah sangat menghantuinya sejak disekolah. Sial bukan, calon adik tirinya ini.


Disaat woobin fokus pada makanannya,tiba-tiba bibi pun datang menghampiri woobin. Bibi itu sudah lama bekerja dengan keluarga rachel, bahkan bayi rachel ia yang mengurusnya, makanya ia dangat dipercaya di rumah ini. Bibi itu pun berkata pada woobin.


"Tuan muda, apa anda menyukai nona?, maaf memang seharusnya tidak menanyakan hal ini. Tetapi akhir-akhir ini yang sangat dekat dengan nona adalah tuan, apalagi yang perhatian terhadap nona. Bahkan tunangan nona tidak pernah datang kesini" ujar bibi


Woobin yang mendengar hal tersebut tentu saja sangat terkejut. Ditambah fakta bahwa ia lah satu-satu nya pria yang perhatian pada rachel. Tak disangka ia sang penguasa sekolah yang tak kenal ampun, dan kasih sayang melakukan hal tersebut kepada rachel.


Karena tak bisa menjawab Woobin pun hanya tersebtum dan meninggalkan bibi yang bingung akan tingkah woobin.


Sesanpainya di Kamar rachel


"Kau ini lama sekali, aku benar-benar lapar tau" ujar rachel ketus karena memang ia menahan lapar, disisi lain ingin memberi pelajaran pada woobin karena telah meninggalkannya.


"Kau sakit masih saja berisik"jawab woobin dengan wajah datar.

__ADS_1


Setelah itu ia segera memberikan makanan tersebut ke rachel, woobin pun hanya melihat rachel makan dengan pandangan kosong.


Ia memikirkan ucapan bibi, bahwa apakah ia menyukai rachel atau tidak. Jujur saja gadis didepannya ini sangat cantik, pintar, dan tentu saja idaman para kaum lelaki. Namun ia adalah calon adik tirinya. Apalagi sifat memerintahnya itu yang terkadang membuat kesal, namun sangat membuat rindu.


Disisi lain rachel yang merasa ditatap woobin hanya acuh dan melanjutkan makannya, ia tak tau harus memulai pembicaraan apa dengan woobin. Ditambah ia masih harus membalas woobin. Setelah makanan habis dan dibawa kedapur, woobin pun ijin untuk pulang. Namun entah pikiran dari mana, rachel menahan woobin untuk kembali.


"Bisakah kau tetap disini, menemaniku. Jujur saja sangat bosan jika sendirian saat sakit. Dan ini sedang hujan bukan" ujar rachel tiba-tiba dengan menahan malu tentu saja


Woobin yang mendengar hal tersebut sangat terkejut, ia teringat bahwa rachel takut akan petir. Namun ia harus pulang karena tak ingin bersama rachel, karena membuat hatinya berdetak lebih cepat.


"Kau ini tidak niat meminta maaf padaku ya, bagaimana pun aku sakit gara-gara kau juga. Jadi kau harus menemaniku hingga aku tertidur dan tidak ada penolakan"jawab rachel kesal


Woobin yang mendengar tersebut akhirnya pasrah dan tetap menjaga rachel.


Suasana pun hening, hingga woobin memecah keheningan

__ADS_1


"Aku lelah"ucap woobin sambil menuju sisi kiri kasur rachel.


"Kau bisa tidur di sofa itu jika ingin, selimut dan bantal ambilkah dilemari itu"jawab rachel cepat


Woobin tidak mendengarkan rachel dan bergegas tidur dusebelah kiri rachel, dan menaikan selimut.


"Hei, gila apa yang kau lakukan. Jangan macam-macam jika kau berani aku akan menelefon ibu ku" ujar rachel terkejut dan malu


"Diamlah aku hanya ingin tidur, jangan terlalu berisik, cerewet sekali"ujar woobin


"hei tapi kau..."ujar rachel


"Kau berfikir apa hmmm, kau tidak berfikir macam-macam bukan? Atau kau berfikir bahwa aku akan mencium mu mungkin?" ujar woobin mendekatkan wajahnya ke wajah rachel yang sudah memerah.


Apa yang akan terjadi selanjutnya ya gengs? Tunggu dong di next episode 😂😍

__ADS_1


__ADS_2