
Terlihat sebuah motor melaju dengan cepat, namun juga diiringi teriakan seorang wanita yang sangat kencang.
"Hei, pelankam motor mu dasar gila!" ucap Rachel sambil memukul punggung woobin.
"Sial, bisakah kau berhenti merengek! Aku sedang berkendara bodoh!" balas woobin dengan kesal.
"Tidak sebelum kau melambatkan kecepatannya dan menuruti apa mau ku," ungkap Rachel dengan terus-menerus memukul punggung woobin.
Akhirnya pun woobin sudah tidak tahan dan menghentikan motornya di pinggir jalan
"Sebenarnya apa mau mu, kau tau jika sikap mu seperti itu kita bisa kecelakaan!" ujar woobin dengan wajah merah menahan kesal.
"Lagi pula kau ini berkendara terlalu cepat, itu juga akan mengakibatkan kecelakaan bodoh!" balas Rachel dengan berani
"Terserah, pulanglah sendiri kalau begitu," ujar woobin kesal dan bersiap meninggalkan Rachel ditengah jalan
"Berani saja kau meninggalkan aku, akan kuadukan pada ayah mu dan otomatis hidupmu akan sangat berat dalam sekejap," ungkap Rachel dengan kesal
__ADS_1
"Apa maumu sekarang, ini sudah hampir jam 9 malam. Jangan bersikap kekanakan!" ujar woobin dan menghela nafas.
"Aku lapar, aku ingin makan terlebih dahulu. Ayo cepat antar aku," ujar rachel dengan santainya
"Kau bisa makan dirumah bukan, jangan main-main rachel. Oh atau kau sebenarnya ingin berkencan dengan ku hmmm," goda woobin dan mendekatkan wajahnya ke wajah rachel
"Dasar gila, kau pikir aku mau kencan dengan mu, berkencan dengan mu adalah sebuah hal horror bagiku. Aku hanya ingin makan apa salahnya," balas rachel dengan kesal dan terkejut.
"Kau pikir aku mau hmmm," balas woobin
"Aku lapar juga gara-gara kau tau! Aku tidak sempat makan di restauran karna kau yang terlalu agresif pada ayahmu dan ibuku," ungkap rachel dengan sangat kesal
Mereka pun berangkat menuju tempat makan yang woobin pilih, namun alangkah terkejutnya rachel melihat sebuah rumah makan sederhana bisa juga dibilang kecil dan sempit, bukan restauran mahal dan mewah
"Hei, apa maksud mu berhenti disini. Apa kau gila, kita seharusnya ke restauran diujung jalan ini disana makanan berkualitas," ujar rachel kesal dan bingung
"Berhenti mengeluh, aku suka tempat ini dan makananya juga enak. Jadi diamlah dan makan makananmu," balas woobin datar dan masuk ke toko tersebut meninggalkan rachel
__ADS_1
"Ah sial, jika bukan karena lapar aku tidak akan mau masuk," ungkap rachel berbicara lirih, namu dapat didengar woobin
Beberapa saat kemudian mereka pun sudah memesan beberapa makanan, mereka saling diam tak ada satupun yang bersuara. Tiba-tiba rintik hujan menyadarkan rachel dan woobin.
"Ah sial, kenapa harus hujan," ujar rachel kesal
"Kenapa? bukankah akan semakin romantis jika hujan datang hmm," ujar woobin dengan menyilangkan tangan nya diatas meja
"Benar-benar hari ini aku sial bersamamu," ungkap rachel dan menghela nafas panjang
5 menit kemudian makananpun tiba, rachel tentu saja terkejut tak disangka makanan ditoko kecil ini enak dan sangat menggugah selera. Woobin yang melihat rachel makan dengan lahap hanya memandangnya tanpa berkata apapun.
Setelah mereka menghabiskan makanannya, beberapa saat kemudian hujan pun reda. mereka pun langsung pulang dan setelah sampai rumah masing-masing, rachel dan woobin saling membayangkan bagaimana hari ini mereka seperti sepasang kekasih yang berkencan. Hingga akhirnya mereka memasuki alam mimpi.
Hay para pembaca setia, maaf banget udah lama ngak up ya hehehehe
maklum banyak banget tugas sekolah ni
__ADS_1
jangan lupa ya dukung terus cerita ini
😁😘😍