My Golden Family

My Golden Family
sebatas basa basi


__ADS_3

 


Hari yg tidak enak, sungguh tidak enak.Aku membuka mata yg masih sangat berat karena masih ngantuk,aku melihat hp yg terbaik geletak di samping ku melihat jam sudah jam 05:14 sontak aku bangun dan langsung menuju dapur,,


"belum bangun "kataku dlm hati


"nurrr,,nurrr" kata situasi renta itu tiba tiba membuat ku kaget.


"y"jawabku begitu malas


dan seperti itulah aku biasanya menjawab,


"cepatlah memasak,abangmu akan segera berangkat kerja, jadi cepatlah karena dia harus sarapan terlebih dahulu"


katanya bertele tele,hal yg tidak aku suka


tapi terserahlah jika semua orang menganggap ku sombong ,y aku tidak suka banyak bicara untuk melayani nya,aku memilih diam bahkan sama orang yg sudah lama kukenal pun sangat susah baginya mengajakku berkomunikasi walau hanya sekedar basa basi dan itu sudah menjadi sifat dan kebiasaan ku,tapi jangan pernah berfikir kalo aku sedingin es di kutub Utara y,,


no,,,no,,, itu tidak akan terjadi.


Hari ini tidak begitu capek seperti hari hari sebelumnya.Berhubung karena negeriku sedang dilanda wabah virus mematikan sejak beberapa Minggu yg lalu sehingga mewajibkan warganya untuk tidak melakukan pekerjaan apapun diluar rumah,semuanya harus mengisolasi diri.Sehingga aku tidak bisa beraktivitas seperti biasanya.


Biarpun tidak begitu capek seperti biasanya tapi tetap saja aku tidak pernah bisa membuat senyum manis menyapa pagi,setiap melihat wajahnya hatiku ingin menangis, berteriak,dan entahlah,bukan benci yg kurasa hanya ketidak sukaan.


ingat y bukan benci tapi tidak suka,


benci dan tidak suka itu beda.

__ADS_1


Dengan muka khas bangun tidur aku menyalakan kompor, memasak sarapan untuk semua org tak terkecuali aku.


"sudah selesai, sarapan lah" kataku sambil mengantarkan makanan kemeja


dia pun akhirnya sarapan setelah menunggu beberapa menit duduk menikmati roti dan teh yg dia buat.


dia yg saya sebut Abang,kami sepupu tapi sepupu jauh.aku tinggal dirumahnya,s Kaligis bekerja membantu ibunya situasi renta menjalankan usaha catering nya yg udah lumayan besar.


tapi biarpun satu rumah aku tidak lah orang yg langsung akrab begitu saja sama orang,bahkan dia sekalipun yg sudah lama aku kenal.


dia orang yg baik,anak paling bungsu dari 4 bersaudara,dia bekerja di kota Cirebon sehingga sekali seminggu dia bisa pulang ke rumah ibunya.umurnya sudah pantas untuk menikah tapi kenapa abangnya yg menikah di umur 31 tahun bulan September kemarin sehingga abangnya yg no3 dan dia belum juga menikah.diantara mereka ber4 dialah yg paling baik menurut ku.


Hari hariku seperti biasanya,jam menunjukkan pukul 07:05 situa renta yg biasa aku panggil maktua menyuruhku untuk segera ke gudang (tempat catering/memasak untuk pesanan ).tidak terlalu jauh jika mengendarai motor dgn kecepatan sedang 5 menit juga udah nyampe tapi disaat mendadak kadang aku hanya memakan waktu 7menit pulang pergi.


banyak yg bilang aku mengendarai motor itu banter nemen(kencang sangat), tapi tidak selalu disaat saat tertentu saja jika memang harus dilakukan.


"udah pulang kamu dek"sapa wanita muda itu.


dia menantu kedua Mak tua dari anaknya yg nomer2,dia baik biarpun suaminya selalu berselisih paham dgnku


suaminya tidak menyukaiku dan demikian juga dgnku.


dia tau itu tapi dia tidak pernah marah karena dia tau aku org yg cuek ,keras kepala bahkan sahabatnya sendiri mengatakan aku judes dan suaminya pun tidak pernah merasa bersalah selama ini.


"y kk,,baru bangun y?


udah jam berapa coba baru bangun?"

__ADS_1


jawabku dan langsung meledeknya yg masih menaruh muka muka baru bangun.


dia tersenyum simpul


" y dek,perut KK mules terus dari kemaren"


"oh gitu aku kira udah sembuh"


jawabku sambil menyimpan tas yg sedari tadi aku nyangkut di bahuku.


aku tau dia sedang hamil,,apa apa dia cerita kepadaku jaditidak heran kalo aku tau duluan dari pada suaminya sendiri.


dia pun masuk kamar Mela kutukan tidurnya


aku segera mengambil ponselku dan memutar musik dan mulai bersih bersih rumah dan mencuci pakaian kotorku dan orang seisi rumah.


begitu lah hari hariku jika tidak ada pesanan catering, bersih2 rumah,cuci kain,piring, ngepel,nyetrika ,masak dan semuanya.


hari berganti hari ,hari berganti Minggu,minggu berganti bulan dan bulan berganti tahun,tapi tetap saja aku hanya begini begini saja,tak berubah sehingga membuatku tidak betah.


tunggu eps berikutnya y


ingat ini bukan novel


tapi ini curahan hati anak rantau


aku tidak ada teman dan sahabat yg bisa menjadi tempatku bercerita

__ADS_1


makanya aku tuliskan disini


__ADS_2