
Hari yang dinanti pun tiba, meninggalkan kampung kelahiran yang sudah memberikan keluargaku memori untuk di ingat selama 11 tahun lamanya.Memori itu hanya akan diingat,tidak mungkin akan bisa terulang lagi, sekarang hanya akan belajar untuk bergabung dengan tetangga baru,dan suasana baru.
Pagi hari semua barang sudah dimasukkan ke mobil,sekarang semua akan ditinggal meski tidak teramat jauh namun semuanya serasa akan menjadi kenangan saja.
"Mungkin untuk beberapa bulan bahkan satu tahun ke depan kita tidak akan bisa datang kesini,jadi puas puaskan lah untuk menikmati kampung ini sebelum kita benar-benar pergi"
ayah ku mengingat kan
"tetapi kita akan kembali lagi kan pah?"
salah satu dari kami bertanya
"pasti,,,,y sudah ayo masuk sebelum berangkat ada baiknya kita berdoa
setelah semua dianggap sudah beres satu persatu kami mulai menaiki mobil truk pengangkut barang,tidak ada yang tau kalau kami akan pindah,disaat akan berangkat tetangga berdatangan
__ADS_1
"mak nur kalian beneran pindah? kenapa kalian tidak beritahu kami,kenapa kalian diam saja"
"kampung ini akan terasa sepi"
"kalian akan pindah kemana,tidak akan jauh-jauh kan?
begitulah pertanyaan yg menghujani orang tuaku dari para tetangga.satu persatu mereka mendapatkan jawaban yg mereka inginkan.
begitu sulit namun harus dijalani,tidak ada pilihan selain menghindar.hari ini cukup cerah,tidak ada halangan diwaktu kepindahan kami.tidak butuh waktu yang lama untuk sampai dirumah baru ,semua berjalan lancar.Keluarga pun ikut mengantar jadi rasanya tidak akan terlihat begitu menyedihkan,karena disaat terpuruk seperti ini ada keluarga yang mau mengerti.
"kita sampai anak anak mulai sekarang kita tinggal disini,jangan pernah takut sama paman kalian itu,dia tidak akan berani sampai ketempat ini untuk berulah"
ayah memberitahu kalo sudah sampai dan saatnya untuk turun dan membereskan semuanya.
__ADS_1
Satu persatu tetangga berdatangan sebagai sambut keramahan mereka menyambut tetangga barunya.
Aku senang,bukan hanya aku melainkan kami semua,karena ditempat ini tetangganya cukup ramah,tapi entahlah di kemudian hari,hati dan pikiran orang tidak ada yang tau
apa yang akan mereka perbuat dikemudian hari, apakah akan tetap seperti ini atau berubah menjadi musuh,tidak ada yang tau cukup dijalani dan disyukuri saja.
Rumah yang kami tempati belum ada listrik, mungkin karena rumah tua,dan pemiliknya sudah tiada dan anak anaknya pun sudah sukses di tanah orang sehingga tidak terlalu memikirkan sampai sejauh itu akan rumah ini.percayalah kalau ternyata mereka senang bahwa kami menempati rumah itu,rumah itu kami tempati cuma cuma,tidak membayar kontrak,cukup merawat dan membersihkan.
Menemukan tetangga baru,teman baru dan orang baru.Orang baru memanglah akan selalu menarik,tapi yang lama belum tentu lebih buruk.Awal tinggal di desa ini semuanya baik baik saja,tidak ada masalah,tetangga baru pun cukup baik dan akrab kepada kami yang membuat kami betah.rumah itu dekat dengan danau Toba, sehingga kami tidak kekurangan air,itulah yg menjadi salah satu alasan mengapa ayah memilih untuk tinggal dirumah ini.Mengingat betapa sulitnya kami untuk mendapatkan air bersih di kampung lama saling rebutan dengan orang, setiap pulang sekolah sudah menjadi rutinitas untuk mengangkat air Samapi sore, sungguh melelahkan bukan, kebayang kan setengah hari cari air kesana kemari, belum lagi kalau airnya habis?.
Tidak begitu sulit bagi tetangga baru untuk mengetahui apa alasan dibalik kepindahan kami,bahkan sudah banyak yang tau, entahlah mulut siapa yang sudah mengacaukan semuanya,banyak yang berpikir Kami pindah karena ayahku pembunuh walau banyak yang tidak percaya tetapi pastilah ada yang mengarang cerita sehingga cerita nya jadi disalah artikan orang orang.Akur dengan tetangga baru sekaligus yang punya kampung tidak berlangsung lama,hanya beberapa bulan.Ternyata orang yang selama ini sering membantu dan aku pikir baik sama saja dengan paman iblis ku,dia orang jahat,tidak punya hati, kebaikan nya selama ini ternyata hanya lah pemanis, sifatnya begitu miris, sehingga tidak ada yang menjadi temannya dalam satu kampung,semua jadi musuh.
wajahnya seram dan menakutkan,ditambah badan gendut nya dan wajahnya merah menyala,dipadukan dengan rambut pirang keriting,semakin membuat penampilannya seram bagaikan penyihir di siang bolong.
menjelek-jelekkan orang lain sudah menjadi pekerjaan nya tiapa hari terutama keluarga ku
__ADS_1
tidak puas sampai disitu bahkan mengajak berantam ibuku,wajah nya menyeramkan seperti setan.