My Golden Family

My Golden Family
dari kota mana aku berasal dan kenapa aku harus merantau?????


__ADS_3

 


Aku terlahir dari keluarga sederhana,bukan orang berada yg mau apa aja bisa di beliin sama orang tua.Aku anak pertama dari 11 bersaudara. Aku dan keluargaku tinggal di sebuah desa yg jauh dari kota, bahkan jarang di lalui oleh kendaraan. Desaku bernama Pangaloan,desa saornauli hatoguan kecamatan Palipi, kabupaten Samosir, provinsi Sumatera Utara. sebuah desa terpencil yang jauh dari pusat kota,tapi aku tetap bersyukur meski hidup di desa.Sejak kecil aku sudah diajarkan untuk mandiri.mandiri disini bukan berarti saya cari duit sendiri y.


 


Disaat aku masih belum sekolah aku sudah belajar untuk mengerjakan pekerjaan rumah setidaknya meringankan pekerjaan ibu.Disaat menduduki bangku sekolah dasar aku sudah bisa memasak dan mencuci,yah ibuku semakin terbantu.Ayah dan ibuku hanyalah petani tapi disaat aku masih duduk di bangku sekolah dasar ayah ku tidak hanya fokus untuk Bertani,dia juga menjual kayu ketempat tempat penjual bahan bangunan,dia membeli pohon dan menebangnya sendiri,tak jarang kami pun ikut membantu,kadang tempatnya juga menyeramkan,hanya ada pohon pohon besar dan binatang yg menemani kami,kadang kami takut tapi ayahku selalu mengatakan


 


"jangan takut,dimna mana ada Tuhan,dia selalu ada untuk kita"


 


dia memang jarang ke gereja tapi aku tau dia orang yg baik


 


"pa,,,, emang Tuhan itu berapa sih, kok dia ada dimna mna,apa dia sekarang ada di luar negeri juga? atau mungkin dia ada di setiap tempat?"


 


tak jarang aku dan adik adikku menanyakan ini kepada ayah dan ibuku.Mereka hanya akan tersenyum dan berkata


 


"Tuhan Yesus itu ada dihati dan pikiran kita,jika kita percaya kepadanya maka dia akan tetap ada di manapun kita berada?"


 


jawaban yg cukup memuaskan,maka dari itu aku percaya kalo Tuhan itu ada didalam hati.


Sejak dulu ayah ku tidak pernah memukul kami dia hanya akan menasehati sama dengan ibu aku dipukul nya yg terakhir kali disaat aku kelas empat itupun karena kesalahanku.


Mereka juga jarang berantam sehingga banyak orang yang bilang kami keluarga yang patut di contoh.

__ADS_1


Disaat aku lulus SD semuanya berubah,yg dulunya kami tidak pernah kekurangan makanan kini pun kami merasakan nya,yg dulu jarang ngutang sekarang harus ngutang sana sini,gali lobang tutup lobang.


Masih teringat jelas di pikiranku,waktu itu hari Senin aku lupa tanggal berapa tapi yg jelas bulan 6 2011,mungkin itu akan menjadi sebuah cerita yang sangat sangat pahit jika diingat.waktu itu kami masih 8 bersaudara dan saya hanya mempunyai 1 saudara laki laki.Karena kami tinggal di desa terpencil pasar pun jauh,kami ada padi pun tempat penggilingan pun jauh.Di tempat tinggal kami pasar hanya hari Senin dan jalan menuju pasar pun cukup jauh,maka harus naik angkutan milik orang,mobil truk,itulah angkutan angkutan umum yg kami miliki.Persediaan beras kami sudah mulai menipis,ibuku tidak bisa kepasar, sehingga dia memutuskan untuk menitipkan padi ketempat penggilingan melalui mobil angkutan yang dititip ke tetangga.


waktu menunjukkan pukul 12:30


orang pasar sudah sampai,ibuku bekerja di ladang tetangga dan bapa pun sudah pergi untuk mengambil beras yg sudah di giling,kami disuruh menunggu dirumah kebetulan aku sudah libur karena sudah selesai ujian Nasional tinggal menerima kelulusan dihari yg sama waktu kejadian.


sambil memasak kami menunggu ayah,tiba tiba ada keributan,sontak aku berlari keluar yg tadinya lagi asyik masak buat makan siang. Tempatnya lumayan jauh.


nenek dan ibu yang melihat kejadian sudah menangis.Aku terlambat,aku tidak melihat semuanya,aku hanya melihat ayah yang sedang berlari dengan memegang sepotong kayu di tangannya,sambil gemetaran aku berlari kerumah nenek dan tak lupa menggendong adikku yg masih kecil.


seisi mobil yg baru pulang dari pasar melihat kejadian itu,pasti apa yg mereka lihat membuat mereka bingung.Tak lama kemudian kami sudah berkumpul di rumah nenek,ada saudara tertua ayah dan adiknya. Mereka 9 bersaudara tapi yang tinggal di kampung hanya mereka ber3.sambil gemetaran aku masuk


"sini sayang,jangan takut,semua akan baik baik saja "


kata nenek yg menyuruhku duduk di dekatnya.


Ibu yang tadinya di ladang orang kini dia sudah duduk di dekat ayah, dia menangis sehingga aku pun ikut menangis.


flashback on


 


Beberapa bulan yang lalu,paman mungkin waktu itu aku masih memanggil nya paman,tapi semenjak kejadian itu aku menganggapnya orang jahat.Dia mempunyai seorang putra dan seorang putri.Disaat usia putra nya yang sudah menganjak dewasa dia mengalami kecelakaan,yang merenggut nyawanya hingga tewas di tempat.


Dikala itu ayah ku bekerja sebagai tukang di suatu tempat yang jauh dari rumah,sehingga dia harus pulang sekali seminggu sama seperti teman temannya.


 


diperjalanan pulang dia bertemu dengan putra pamanku.


 


"loh Lae \(sebutan pengganti nama di daerah ku\) kamu disini juga "

__ADS_1


 


katanya kepada ayahku yg kebetulan istirahat di sebuah kedai tempat mereka minum


 


"y lae,,, kebetulan tadi lewat jadi mampir sebelum pulang"


 


jawab ayah


mereka mampir di sebuah kedai kopi dan minuman.


"kita pulang barang y lae,tujuan kita kan sama"lanjutnya lagi yg sudah mulai mabuk karena efek minuman yg dia minum.


" boleh nanti kita beriringan aja"


jawab ayah sambil meneguk minumannya


Pada akhirnya mereka pulang mengendarai sepeda motor masing masing,tiba tiba di tengah jalan dia mengendarai motornya dengan kecepatan tinggi,hingga ayahku pun tertinggal jauh dibelakang.Ayahku bingung tapi dia tetap mengendarai motornya dengan kecepatan sedang hingga sampai di rumah namun dia bingung mengapa dia tidak menemukan anak pamanku tersebut.


tapi ditengah jalan di menemukan keramaian di sebuah jembatan, tapi dia tidak menghiraukan nya karena sudah larut malam sehingga dia memutuskan untuk pulang.


Paginya kami dikagetkan dengan berita meninggalnya anak pamanku tersebut.


di perjalanan pulang yg semalam dia mengalami kecelakaan,dia menabrak jembatan yang sedang dalam proses pembangunan,dia tidak bisa mengendalikan motornya hingga dia terpental dan jatuh ke bawah dan tenggelam,dia ditemukan sudah tidak bernyawa.


Ayahku yg mengetahui tidak berani pergi melihat dia hanya menyuruh ibuku dia tidak kuat melihat nya selain karena keluarga dia juga sangat akrab sama paman dan anaknya itu,bahkan ibuku dianggap seperti anaknya.


Namun semua berubah semenjak kejadian itu,kami dianggap musuh bahkan orang yg sudah membunuh anaknya.


okee,,sampe sini penasaran tidak sama kejadian apa yg terjadi waktu ayahku membawa sebatang kayu ditangannya,dan ibuku yg menangis?


yg aku sebut sebagai sejarah yg mengerikan ?

__ADS_1


__ADS_2