My Golden Family

My Golden Family
ulah tetangga


__ADS_3

Seiring berjalannya waktu kami tumbuh menjadi orang yang kuat, terlebih mengahadapi perekonomian yang sulit ditambah tekanan dari tetangga.Pagi itu dikarenakan hari libur ibu,ayah dan yang lainnya pergi ke tempat dimana kami harus menguras tenaga,tempat dimana kami harus membuat balok kayu menjadi berbentuk dan siap digunakan.Aku sengaja tinggal dirumah,selain untuk menjaga adik adikku yang masih kecil, pekerjaan rumah sudah menjadi kewajiban ku setiap harinya.Pagi itu aku mengeluarkan ayam dari kandang,anak ayam yang baru menetas yang selalu mengikuti induknya ,seakan tak mau jauh dari induk ayam tersebut.Beberapa saat kemudian suara Situa renta itu terdengar


"kurrr,,kurr,kurrr,,,masuk masuk"


laki laki tua itu berusaha memasukkan semua ayam yang baru saja aku keluarkan masuk ke kandang ayam miliknya.


"Kek,,itu ayam saya,kok dimasukkan semua sama anaknya?"


"jelas jelas ini ayam saya kalian curi,"


"tidak,,ini ayam saya,bilang sama bapak dan mamakmu biar tidak dibiasakan mencuri ayam"


Rasanya ingin aku melawan,ingin melempar piring yang aku pegang pas mengenai wajahnya,tapi mengingat dia yang lebih tua dariku ,aku mengalah dan membiarkan ayam itu masuk ke kandang miliknya.Bersusah payah dia berusaha memasukkan ayam ayam milik ku memandang miliknya,karena memang ayam itu bukanlah miliknya.sesungguhnya hati ku berkata melawan mengingat ayam itu adalah pemberian bibiku dulu disaat kami akan pindah.Bukan hanya sekali dua kali tetapi setiap kali kami memelihara ayam,dia melakukan hal yang sama, mungkin dia tidak mengenal keseluruhan ayam ayam miliknya atau mungkin karena dia tidak menyukai keluarga kami.Masalah berawal sejak listrik yang terhubung ke rumah yang kami tempati sering mati,dan kadang kami harus menjalani malam tanpa penerangan listrik.kadang belajar hanya dengan senter kecil yang dibeli ayah.Hal tersebut membuat ayah dan ibu memutuskan untuk tidak menggunakan listrik,karena penggunaan dan uang yang harus kami bayarkan kepadanya tidak sesuai.


Dia tidak terima dengan keputusan ayah dan ibu karena penggunaan pendapatan bulanannya berkurang,karena uang listrik yang diberikan ibu kepadatan tiap bulan sudah cukup untuk membayar listrik nya tiap bila . Dia berusaha mencari masalah kepada ibu,dengan cara menjelek jelek'an keluarga ku ke tetangga bahkan tetangga sebelah.

__ADS_1


Saat sore sudah tiba, akhirnya mereka pulang,dengan kayu bakar yang terikat rapi berada diatas kepala,


"nurrr,,,,ambil ibu air putih,"


"y mAh"


"mah,,,tadi ayam yang mama suruh aku keluarkan diambil sama mereka loh,katanya itu ayam mereka"


aku memberi tahu ibu sambil menuangkan air putih untuknya.


ibu mulai menjawab ku dengan suara yang sudah menahan emosi,namun tiba tiba wanita tua berambut pirang bertubuh gempal itu datang dan duduk diteras rumahnya.


"sekali pencuri tetap aja pencuri,jelas jelas itu ayam saya kau curi,dan bahkan telur ayam saya pun hilang,jika memang kau sudah tidak punya uang untuk membeli anak-anakmu lauk pauk, jangan mencuri milik orang"


kata kata itu tertuju pada keluarga ku, terlebih ibu,dia tidak bisa lagi menahan emosi yang di undang orang tua itu,dia memfitnah ibu,apapun yang dia katakan satupun tidak benar.Aku sendiri yang mendengar nya ingin menampar wajah merah padam itu,wajah setan yang selama ini mencari masalah dengan keluarga ku.

__ADS_1


"nek,,,biarpun saya miskin dan hina di matamu,saya tidak pernah melakukan hal serendah itu,atau mungkin kau sendiri lah yang pernah melakukannya"


ibu membalasnya penuh dengan emosi yang sudah ber api api,dia yang mendengar emosi nya semakin meningkat lebih cepat


"jangan pernah kau berkata seperti itu y Mak Nur,aku masih bisa membiayai hidupku,anak anakku masih bisa mengirim uang bulanan untukku dan suamiku."


Dia menjawab tak kalah emosi dengan apa yang ibu katakan


"dasar tak tau malu kau, pencuri ayam memang tak pantas untuk tinggal di kampung ini"


Sambung nya lagi tak mau kalah,namun ibu yang masih merasa lebih waras darinya mengalah tidak ingin berdebat dengan wanita gila itu.


"kau pikir aku tidak tau akan kepindahan mu,itu karena suamimu pembunuh, keluarga pembunuh kalian semua"


dia semakin gila,ibu menyuruh kami masuk kerumah dan menutup pintu,karena semakin dilawan wanita gila itu akan semakin menjadi jadi.

__ADS_1


Hal inilah yang akan dilakukan ibu jika terjadi perdebatan dengan tetangga gila seperti dia,ibu yang merasa lebih waras,dia mengalah karena malu jika harus menjadi tontonan bagi tetangga yang lainnya,Hal seperti ini sering terjadi,namun ibu selalu berusaha menutupi semuanya dari ayah,ibu tidak ingin menambah beban pikiran ayah.Memikirkan perekonomian yang rumit saja sudah menguras tenaga dan pikiran,ditambah masalah tetangga pastinya akan membuatnya semakin tertekan.


__ADS_2