My Golden Family

My Golden Family
Meninggalnya sang nenek


__ADS_3

Tepat dimana aku duduk di bangku SMP kelas VIII.Waktu itu hari Rabu,entah kenapa firasat ku tidak enak,tapi aku tetap menjalankan hari hariku.Berangkat sekolah dan pulangnya setelah sampai dirumah aku mendapatkan kabar kalau nenek ,ibu dari bapak meninggal.


"Kk, cepatlah keluarkan buku buku kalian itu,kita harus berangkat sekarang."


"Memang kita mau kemana?"


"Kita mau kerumah nenek,tadi mama dapat kabar dari Tante kalau nenek sudah meninggal sekitar jam 9 pagi"


"apa?"


hanya itu yang keluar dari mulut kami berdua.Bagaimanapun nenek,dia orang yang baik,suka marah hanya demi kebaikan.


beberapa tahun terakhir nenek tinggal dirumah yang kami tempati, ditambah lagi dia sakit sakitan sehingga dia memilih untuk tinggal bersama kami.Dibandingkan dirumah tanteku dirumah ku mungkin akan lebih banyak yang akan mengurus nya.Mereka lebih sibuk dengan ladang dan tanaman nya sehingga sering meninggalkan nenek sendirian yang udah sakit sakitan dirumah.


Mama tidak membandingkan antara orang tua dan mertua, mungkin aku lebih sering mengurusnya,karena sudah menjadi tugasku untuk mengerjakan pekerjaan rumah.Mulai dari memberi nya makan ,minum, dan memandikan,meski terkadang ibu membantuku jika dia tidak Kesawah.


Bukan hanya adikku yang berkata kalau aku cucu kesayangan nya,namun tetangga juga,melihat aku yang lebih sering mengurusnya.


"Udah anak anak? Sekarang bawa tas masing-masing,bawa keperluan kalian untuk beberapa hari, mungkin kita akan menginap cukup lama disana."


"Udah mah,kita jalan kaki kan mah?"


"Ya,emang siapa yang akan menjemput kita."


Setelah menempuh perjalanan yang cukup melelahkan selama hampir 3 jam kami sampai,Mama tidak bisa menahan air matanya , tangisnya pecah.Ayah baru nyampe sekitar jam 7 malam, melihat kami yang hanya diam membisu dia datang.


"Sudah,semua sudah terjadi,sudah seharusnya nenek pergi,dan sekarang dia sudah tidak menahan rasa sakit nya,jangan menangis lagi."


Hampir seminggu tinggal disana kami pulang setelah nenek dimakamkan,terasa sepi,tidak ada lagi suara nenek yang selalu memanggil namaku,tidak ada lagi yang menyuruhku ambil ini dan itu.Kami menjalani hingga lupa kalau nenek memang sudah tiada.


Hal membahagiakan sekaligus menyedihkan yang datang setelah beberapa Minggu setelah kematian nenek pun tiba.Setelah kematian nenek,mama melahirkan anak laki laki.Kami semua bahagia tak terkecuali Tante dan om ku,hal yang sudah sejak lama kami tunggu,kini saudara laki-laki ku bertambah,tempat dimana kami akan bercerita di masa depan,yang akan menggantikan orang tua kami disaat mereka sudah tua nanti.

__ADS_1


Aku menyayanginya,sama seperti adikku yang lain,namun kejadian itu memberinya ujian berat diusia yang sangat dini.


setelah kematian nenek keluarga kami mendapat musibah.Waktu itu mama


masih hamil tua,namu. Semenjak pulang dari rumah nenek beberapa bulan lalu mama merasa badannya gatal semua,garuk sana sini.Tak berselang waktu lama,rasa gatal itu tidak hanya dirasakan mama,tapi kami sekeluarga,kecuali ayah dan saudara laki laki ku yang tertua.Hingga membuat ku merasa takut kalau badanku terasa gatal hingga usia yang sekarang.


disekolah


"Nur,,tanganmu kenapa,kok banyak bintik bintik gitu,gatal?


"Ya Bu,,, tidak tau kenapa bisa begini"


"Kamu pergi ketempat permandian air panas saja, barangkali bisa sembuh."


"Ya Bu akan saya coba, terimakasih."


Setiap siswa memanggil nya ibu PS,salah satu guru disekolaku yang merupakan guru wali kelas ku.Tapi memikirkan uang yang harus dikeluarkan ayah untuk pergi kesana niat itu aku urungkan,gatalnya semakin hari semakin menjadi jadi,rasanya gatal namun jika digaruk akan terasa perih.Aku merasa semua orang menjauh, mungkin karena jijik dengan keadaan keluarga ku saat ini.Bahkan adikku yang baru lahirpun juga kena,tidak ada yang tau itu penyakit apa,ditanyakan kebidanan pun mereka juga bingung.


Maktua, isteri dari saudara ayah,dia orang pintar,dan apa yang diramalkan bisa saja benar benar terjadi,banyak yang datang berobat kepadanya.


Hingga pada suatu hari yang sudah ditentukan kami berangkat, terkecuali ayah,dia memilih tinggal.Ibu tidak melarang,karena dia tidak ingin terjadi pertumpahan darah antara keluarga.


tempat berobat


"Ada apa gerangan kamu datang kesini?, katakanlah jangan ada yang kau sembunyikan."


"seperti ini Mbah,saya hanya ingin sesuatu obat,yang kiranya bisa menyembuhkan penyakit yang kini di hadapi keluargaku"


Meski dia kakaknya mama,dia tetap harus dipanggil Mbah


"Kau tau apa yang menjadi penyebab cucu cucuku ini menderita?"

__ADS_1


"Katakanlah Mbah ,aku sungguh tidak mengerti dengan apa yang kami hadapi saat ini."


"Kamu tau,disaat itu anak anak dan suamimu tertidur pulas,tapi kau bangun dan menidurkan salah satu anakmu dipangkuan mu,kau seakan mengelus kepalanya ,kau bangu,tidak tidur,kau mendengar suara kuda yang sedang berlari mengelilingi rumahmu sebanyak tujuh putaran,tapi entah kenapa kau hanya diam tidak mau bergerak dari dudukkmu, kamu


tau kenapa?"


"Tidak Mbah"


"sesungguhnya dialah pelakunya,dia datang tengah malam,disaat semua sudah terlelap dengan tidurnya,dia tidak sendiri ,tapi dia punya teman orang yang kau kenal,mereka berencana membuatmu dan seluruh keluarga mu mati pelan pelan dengan badan yang masih hidup namun sudah tidak bisa apa apa karena sudah busuk dan bau,dan pada akhirnya kalian mati"


"Siapa kah dia Mbah"


Dia menceritakan semua ciri ciri orang yang sudah menyebabkan semua ini,dan mama tidak susah menemukan ciri ciri orang yang disebut dan tebakannya benar.


"Apakah kau tau dimana dia menyimpan nya."


"tidak Mbah"


"tepat di tengah-tengah halam rumahmu.dia menguburkan sesuatu disana,tapi tenanglah akan kubuatkan obat penawar hingga apapun yang sudah tertanam disana tidak mempan."


"terima kasih Mbah,tapi apa yang kiranya harus saya persiapkan untuk itu?"


"hanya seekor ayam putih tanpa ada sehelai bulu pun yang bewarna hitam,hanya itu dan ini adalah obat untuk penawar gatal gatal,kau hanya perlu mengolesinya kesulih tubuhmu dan anak anakmu,oleskanlah mulai dari kepala hingga ujung kaki,dan jangan lupa setiap menggunakan obat apapun tetaplah berdoa."


"Baik Mbah,terima kasih untuk semuanya"


cukup menyeramkan,namun apa boleh dikata, percaya dengan hal mistik bukan berarti tidak punya agama.Menginap satu malam dirumah Bude setidaknya bisa melepaskan rindu, sebelum paginya harus pulang.


Dengan rajinnya obat yang di berikan di oles dengan rutin setiap selesai mandi.Ingin rasanya menangis merasakan perihnya campuran garam dan jeruk purut dan air disatukan.Perih tak terkatakan tapi apa boleh dikata demi sembuh.Terkadang adikku harus menangis sejadi-jadinya menahan rasa perih yang ditimbulkan obat tersebut.


Mohon maaf y kalau ceritanya membosankan ,tapi percayalah menulis part ini aku ingin nangis mengingat nya dan rasa takut yang dulu dengan susah payah aku lupakan muncul lagi dengan adanya part ini

__ADS_1


__ADS_2