
Lula tidak bisa mengalihkan pandanganya pada sosok laki-laki itu. Dia sedang tertawa bersama laki-laki lainnya. Dan disitu ada satu orang perempuan. Yang di pikir lula, mungkin itu adalah pacar atau istrinya. Laki-laki itu tampak sedang di goda oleh teman-temannya. Mereka mencolek dan menyuruhnya menatap ke atas menghadap lula yang sedant turun dari tangga. Dia pun menoleh ke atas dan tampa di sadari oleh lula, matanya bertatapan langsung dengan laki-laki itu.
Laki-laki itu membalas tatapan lula dengan tajam, lula segera menundukan pandangannya dan mencari objek lain. Tapi tetap saja tatapan itu masih terbayang dalam pikiran lula, mungkin karena ini kali pertama baginya di tatap seperti itu sama orang asing.
"Lula, sini nak". Kata adam. Ia memanggil lula untuk berkenalan dengan kedua orang yang akan menjadi ayah dan ibu mertuanya. Lula segera menghampiri ayahnya di tuntun oleh sang ibu.
"Wah, lula cantik sekali ya pa. Naufal beruntung dapatin lula". Puji perempuan yang merupakan ibu dari laki-laki yang akan di tunangkan dingan lula hari ini.
"lihat dulu dong, ayah sama ibunya". Nyahut Adam dan mereka semua tertawa, sedangkan lula hanya tersenyum kecut.
"Loh, Naufal mana?". Tanya agus. Ayah dari Naufal.
Naufal adalah nama dari laki-laki calon suami dari lula.
"Sebentar mama telfon dulu ya pah". Jawab Rina.
Rina menelpon anaknya itu, karena terlalu banyak keluarga yang datang akan sulit mencarinya, lebih baik menelpon.
"Nah itu Naufal". Kata Rina dan menunjuk seorang laki-laki yang memakai setelan jas warna abu-abu. Tinggi, tidak kurus dan tidak juga gemuk. Kalau bisa dibilang parasnya perfeklah.
__ADS_1
Lula mengarahkan pandangannya pada laki-laki yang ditunjuk. Dialah laki-laki yang tadi menatapnya dengan tajam. Dia sedang berbincang dengan beberapa orang dan mereka kelihatan akrab. Disana ada 4 orang laki-laki dan satu perempuan. Mereka tertawa, hanya saja perempuan disamping Naufal kelihatan agak sedikit murung.
Naufal berjalan menuju ayahnya, karena telpon dari sang mama. Dia berjalan sambil terus menatap lula, sehingga mereka saling menatap.
"Lula, ini anak om, Naufal". Kata bagus memperkenalkan anaknya. "Loh pah ko om sih, papa dong". Sahut rina.
"(Tertawa) gak apa-apa namanya juga belum sah, sabar tinggal bentar lagi". Kata adam. Dan mereka semua tertawa. Sedangkan naufal dan lula masih bertatapan. Entah apa yang mereka pikirkan sehingga saling menatap seperti ini.
"Naufal, ingat nak. Belum mukhrim. Gak baik natap anak orang lama-lama". Kata bagus, setelah sadar kalau naufal menatap lula. Naufal yang tersadar akan dirinya, mengalihkan pandangannya dan berkata "owh iya pah. Maaf". Kata Naufal.
"Kalau gitu kenalin gih sama Lula". Kata bagus.
Naufal langsung mengulurkan tangannya pada gadis yang baru ia kenal saat ini. Lula memandang dengan eksperi orang yang sedang bingung. Dia tidak tidak terlihat seperti orang uang sedang ingin berkenalan. Naufal menatapnya heran sambil menunggu jabatan tangan dari lula.
Kemudian diapun menjabat tangannya Naufal sembari menunduk kebawah. "Lula". Ucapnya pelan. Karena terlalu pelan dan banyak suara di situ membuat Naufal tidak mendengar dengan jelas apa yang di bilang perempuan itu.
"Naufal". Katanya.
Sudah beberapa menit berlalu mereka menyebutkan nama, tapi mereka masih berjabat tangan. Naufal sebenarnya ingin sekali melepas tangannya dari tangannya lula. Tapi lula terus memegang tangannya.
__ADS_1
"Apa yang sedang perempuan ini lakukan, kenapa dia masih terus menjabat tangan ku?". Batin Naufal.
"Lula lepas dong sayang , tangannya". Kata Nisa.
Lula seperti orang yang tersadar melepaskan segera tangannya. Dengan cepat dia menarik tangannya. Membuat orang disekita itu kaget. Apa lagi Naufal.
Yang lain tersenyum, namun Nisa dan Adam tampak malu dengan hal itu. Tapi dalam hati, ada rasa kasihan denga lula. Inilah yang akan terjadi karena lula pertama kali bersosialisasi dengan orang lain. Apalagi sebanyak ini.
Lula selalu menunduk sedangkan Naufal selalu menatapnya. Naufal heran dengan sikap perempuan ini. Ada sesuatu yang aneh dengan perempuan ini, pikirnya.
"Baik para hadirin yang berbahagia, inilah saat yang kita tunggu-tunggu. Kita akan memulai saja acara pertunangan dari Lula dan Naufal. Saya akan mengundang kedua calon raja dan ratu. Si ganteng dan si cantik. Naufal dan Lula untuk maju kedepan bersama dengan saya". Kata laki-laki setengah perempuan yang merupakan MC di acara pertunangan Lula dan Naufal.
"Siap-siap kesana". Kata ibunya Naufal
"Ayok". Ajak naufal dan menawarkan tangannya untuk di gandeng oleh Lula.
Lula masih menunduk, melihat itu nisa mengambil tangannya Lula dan digandengnya ke tangannya naufal. Lula mersakan perasaan baru yang tidak pernah ia rasakan selama ini.
"Kenapa aku degdegan tapi bukan karena takut". Batinnya.
__ADS_1
Mereka berjalan dan lula tidak konsen dengan keberadaan Naufal yang menggandengnya. Saking gugupnya Lula meraskan kakinya lemas dan diapun tersandung. Naufal yang saat itu menggandeng lula segera menahan lula agar tidak terjatuh dan dia berbisik sesuatu kepada lula "hati-hati". Katanya lembut. Lula seperti tersengat listrik yang tegangannya kecil sekali dan itu membuat jantungnya terpompa lebih keras.
"Fantasi seperti apa ini?". Pikirnya dalam hati.