
Keduanya heran ketika sampai di tempat itu. Naufal tidak sulit memahami situasi ini dan mengartikan tempat itu untuk apa. Sedangkan lula tetap saja tidak mengerti itu tempat apa. Dia hanya heran kenapa orang tua itu bisa duduk disana.
"Para tamu undangan dipersihlakan duduk". Pinta MC
Para undangan yang ada duduk dengan menghadap lula dan naufal yang masih tetap berdiri. Tapi tidak untuk teman-temannya Naufal, mereka masih tetap berdiri sembari menerka-nerka situasi seperti apa ini. Mereka masih bingung sama seperti Naufal.
Kemudian Naufal segera menghampiri mamanya.
"Apa-apaan ini mah?, Mama bilang ini hanya tunangan, kenapa ada pak penhulu segala?". Bisik Naufal pada mamanya.
"Mama juga gak tau sayang. Ini ulah papa mu, tapi mama harap kamu jangan bikin malu papa dengan menentang ini semua". Pinta mamanya sambil memegang pundak anaknya itu.
"Ini namanya penipuan mah! Aku gak mau. Perjanjiannya hanya sebatas tunangan". Kata naufal, suaranya tidak lagi bisik-bisik tapi untung saja tidak ada yang mendengar. Rina segera mungkin membawa Naufal jauh-jauh dari keramaian agar tidak ada yang mendengar pembicaraan mereka.
"Kamu harus ngerti situasi kita bagaimana?, Pemegang saham terbanyak perusahaan kita itu pak Adam. Kita butuh sekali bantuannya".
"Tapi gak kaya gini lah mah. Gak mungkin Naufal harus menikahinya. Bagaimana denga jessy mah?".
Rina berpikir sejenak. Naufal sangat keras kepala seperti papanya. Jadi sangat sulit meyakinkannya di situasi seperti ini.
"Mama akan bicara dengan jessy. Tapi tolong bantu mama sama papa sekali ini saja". Rina memohon kepada Naufal. Dia tidak mau kalau ini sampai di batalkan. Ini kesepakatan terakhir untuk menyelamatkan perusahaan dari kebangkrutan yang sudah berada di ujung tanduk.
"Aku gak mau! Mama gak usah bicara dengan jessy. Naufal tetap menolak pernikahan konyol ini". Naufal membalikan badannya untuk segera pergi.
Tapi mamanya segera menghentikannya dengan bilang "jadi kamu mau papah mu masuk penjara!",
"Papa gak pernah menolak permintaan kamu, dia selalu saja turuti apa yang kamu minta. Tapi hanya satu aja permintaan papa kamu gak mau turutin". Lanjutnya, Rina berharap ini dapat mengubah pikiran anaknya.
Naufal terdiam dan memikirkan apa yang baru saja mamanya bilang. Memang benar, papanya selalu saja menuruti apa yang ia pinta. Tapi dia tidak ingin dengan cara seperti ini untuk membalas kebaikan papanya. Apa lagi harus melukai jessy, perempuan kedua yang ia cintai sesudah mamanya.
__ADS_1
"Naufal". Panggil Agus. "Sedang apa kamu disini?, Para tamu sedang menunggu". Lanjutnya.
"Aku mau ngomong sebentar sama papa". Kata Naufal.
"Baiklah". Jawab ayahnya. Kemudian ayahnya meminta Rina untuk menghampiri keluarga Adam. Karena dari tadi mereka menanyakan Rina dan Naufal.
"Kamu mau ngomong apa sama papa?". Tanya Agus
Naufal masi diam, dia sangat takut kalau apa yang ia bilang sekarang dapat melukai perasaan papahnya.
"Pah, aku... A..ku gak mau menikah sama perempuan itu". Katanya pelan.
"kenapa? Dia cantik dan kaya. Kurang apa dia?". Jawab Agus dengan nada tinggi.
"tapi perjanjiannya bukan gitu pah. Papa bilang sebatas tunangan tapi apa? Sama aja papa menipu naufal".
Kata-kata naufal membuat agus sangat marah "ok, kamu gak turutin papa, berarti kamu bukan lagi anak papa". Katanya. Dia tidak punya pilihan lain selain kata itu yang harus ia lontarkan. Dia sangat mengetahui sifat putranya itu. Waktu singkat ini gak akan membuat Naufal ngerti dengan keadaan genting ini.
"ok. Tapi izinkan Naufal bicara dengan jessy sebentar". Jawab naufal lirih.
Kemudian papanya memeberikan izin, dan Naufal pergi untuk menghampiri Jessy. Jessy sedang berbicara dengan putra dan doni.
"dari mana aja kamu?". Tanya putra
"aku mau ngomong sebebtar sama jessy". Kata Naufal tampa membalas ucapan dari Putra. Putra, doni dan raka mengangguk. Mereka sempat bertanya, kenapa dengan Naufal?.
Naufal membawa jessy ketempat dimana ia, papa dan mamanya berbicara.
"mau ngomong apa?". Tanya wanita berambut pirang ini.
__ADS_1
Naufal tampa berkata-kata langsung memeluk wanita itu.
"kamu kenapa Fal?, nanti ada yang liat". Jessy berusaha melepaskan pelukan Naufal. Tapi Naufal tetap tidak melepaskannya. "a..ku gak bisa napas Fal". Lanjutnya lagi. Pelukan Naufal sangat erat. Sampai-sampai jessy tidak bisa bernapas.
Naufal kemudian melepas pelukannya
"Maafkan aku jes, aku gak bisa menepati janji ku pada mu. Aku memang laki-laki pecundang". Katanya sembari memegang pundak jessy.
Jessy terdiam. Dia memahami apa yang dimaksud oleh Naufal. Semua kata-kata itu telah menyakiti perasaannya. Tapi Jessy tidak ingin Naufal terbebani dengan perasaannya.
"kamu gak boleh bilang gitu, aku ngerti situasi mu fal. Kamu hanya gak punya pilihan saja". Jawabnya
Naufal kembali memeluk Jessy lagi. Dia sudah menduga Jessy akan bilang seperti ini. Jessy memang perempuan yang sangat baik dan pengertian. Walaupun dia sangat bawel tapi itu yang selalu di rindukan Naufal padanya.
"Tapi aku janji, aku gak akan ninggalin kamu dan menghianati kamu. Aku hanya mohon kamu untuk bersabar sampai saat nanti perusahaan papa kembali seperti semula dan aku pastikan itu akan terjadi secepatnya". Bisiknya sambil memeluk erat Jassy dan membelai kepalanya. Jessy hanya mengangguk.
Beberapa menit setelah itu, mereka kembali ketempat tadi, jessy pergi menghampiri teman-temannya dan Naufal menhampiri Lula dan keluarganya.
Mereka berdua dipersihlakan duduk di depan laki-laki tua. Lula tampak bingung dengan situasi ini. Kemudian ayahnya Adam juga duduk berhadapan dengannya. Kemudian Adam mengulurkan tangannya pada Naufal dan mereka berjabat tangan.
"saya Nikahkan saudara Ong Naufal bin Ong Agus denga putri Lulu handayani binti Adam malingi". Kata agus
Naufat diam sejenak untuk berpikir. Apa dia harus menolak atau menerima pernikahan ini.
"saya terima nikahnya Lulu Handayani binti Adam malingi dengan maskawin di bayar tunai". Jawabnya Naufal. Akhirnya keputusannya untuk menerima pernikahan ini.
"gimana para keluarga dan para tamu undangan, sah?". Tanya pak penghulu.
Keluarga dan tamu undangan setuju dengan pernikahan ini. Tapi tiba-tiba, ada suara yang mengatakan "Tidak, aku tidak terima". Suara itu terdengar dari perempuan. Keluarga dan para tamu undangan kaget mendengar itu. Naufal saat itu juga merasa lebih kaget dari yang pada yang lainnya.
__ADS_1
"sedang apa dia, apa yang barusan dia katakan?". kata Naufal.