
Naufal bergegas mengendarai mobilnya untuk meninggalkan Lula sendiri.
Lula yang tampak bingung, dia hanya diam terpaku bersama dengan kopernya. dan tak lama kemudian pintu rumah itu terbuka dan muncul dua orang perempuan. salah satunya adalah mamanya Naufal. dan yang satunya kemungkinan bibi yang dibilang sama Naufal tadi.
"Loh nak Lula, ko sendiri sayang. mana Naufal?" Tanya mertuanya.
"udah pergi tan,, i...bu?", kata lula terbata-bata. pasalnya dia gak tau harus panggil apa mertuanya ini.
"mama, panggil mama", jawabnya sambil tersenyum.
"Ya udah masuk yuk. bi tolong kasi masuk kopernya. atau tolong panggilin aja pak ujang di belakang. suruh pak ujang yang kasih masuk. kayanya koper berat". lanjutnya.
Dalam rumah, Rina mengajak lula untuk melihat seisi rumah. ya walaupun rumahnya Naufal sangat jauh dari besarnya rumahnya Lula. tapi tetap saja lula merasa bingung karena ini kali pertama dia menginjakan kaki di rumah orang lain. terakhir waktu ia berumur 10 tahun dia mengunjungi rumah kakek dan neneknya. tapi karena penyakit aneh yang di deritanya membuat dia mengurung diri di kamarnya.
Tak lama, telpon Rina berbunyi.
"Mama angkat tlpon dulu ya". katanya Rina
Lula hanya mengangguk
itu tlpon dari suaminya Agus.
iya pah..
kamu udah siap2 kan?, papah jemput sekarang. pak adam. sudah mau berangkat.
iya udah pah, apa mama kasih tau lula pah?..
__ADS_1
jangan, nanti bu nisa sendiri yang kasih tau..
iya pah.
tlpon berakhir...
Rina bergegas menghampiri Lula untuk berpamitan kepadanya.
"Lula, mama pergi dulu ya. alnya ada urusan mendadak. klw misalnya ada sesuatu. Lula tinggal bilang aja sama bibi". kata Rina.
"Iya mah".
................................
Naufal akhirnya sampai di sebuah rumah. dan disana sudah berjejer 3 mobil lainnya. iapun turun dari mobilnya. kemudian tidak lama. mobil berwarna merah terparkir depan mobilnya. dan turun seorang wanita yang sangat Naufal cinta.
"Baik Fal". jawabnya singkat.
Naufal yang mendengar jawaban jessy yang tidak seperti biasanya, iapun mengahapiri jessy dan memeluknya. "kamu kenapa sayang".
"ihh, fal. kamu gak takut diliat sm istri mu atau keluarga besarnya". kata jessy sambil berusaha melepasakan tangan Naufal yang melingkar di pinggangnya.
mendengar itu, Naufal segera melepaskan tangannya.
Karena sudah terlepas dari Naufal, Jessy bergegas masuk kedalam. Naufalpun mengikutinya.
"wow..wow..wow.. pengantin baru telah tiba". goda andre. andre adalah salah satu sahabat Naufal.
__ADS_1
"gmn brow... malam pertamanya?". lanjutnya.
"ehh,, diam gak lu".. jawab Naufal geram sambil menatap andre.
andre yang melihat temannya itu marah, langsung mengalihkan pandanganya pada jessy. " gmn kabar jes".
"menurur lo". jessy melempar bantal yang ada sofa di mukanya andre. jessy tau itu hanya pertanyaan pengalihan agar dia tidak kena semprot dari Naufal.
Selain andre, di ruangan itu masih ada Putra dan Doni. yang sibuk dengan hobi masing-masing tanpa menghiraukan mereka.
"Jadi gimana ni, lusakan ulang tahun kamu jess. kira-kira kita liburan kemana?, biar gua besok ambil cuti". tanya andre.
mendengar itu. yang lain menghentikan aktifitasnya, seperti putra yang berhenti main game dan Naufal yang sedari tadi sibuk dengan hpnya. tapi tidak untuk doni. dia masih sibuk dengan buku yang dia baca.
"iya tu, gmn?". kata putra. sedangkan Naufal terdiam dan menunggu jawaban dari jessy. sebetulnya Naufal Lupa kalau Lusa itu ulang tahun pacar tercintanya.
"aku sih rencananya mau kebali. Tapi kayanya gak jadi. karena pasti ada satu orang yang pasti gak bisa ikut.". jawabnya sedih sembari menatap Naufal.
Naufal yang mendengar itu langsung jawab.
"Aku..?". tanyanya..
"kenapa?, bisa lah. emang siapa yang berani larang?". Lanjutnya lagi.
"Istri mu". spontar Doni menjawab. sedari tadi dia hanya diam membisu dengan bukunya itu.
"elah, itumah istri bohongan. gak ke pake lagi". jawab Naufal sambil tersenyum.
__ADS_1