My Paralel World

My Paralel World
Masa Lalu


__ADS_3

'Dia' yang kumaksud adalah sahabat baikku sekaligus pengkhianat yang telah membunuhku. Teman yang awalnya ku percaya layaknya saudari sendiri, ternyata membenciku layaknya musuh.


~


2 tahun yang lalu


plak!


suara tamparan bergema diseluruh ruangan, seorang wanita menangis tersedu-sedu sambil memegangi pipinya yang memerah.


"K...Ke... Kenapa, kamu nampar aku ?" tanya Febry sambil gemetar Karna takut


"Karena, kamu udah gak berguna lagi buatku!" Teriak seorang pria didepannya


"Maksud kamu?" Febry mengernyitkan dahi Karna kebingungan dengan kata-kata Rangga.

__ADS_1


"Kamu itu, cuman alat buat ngambil alih perusahaan ayahmu beserta seluruh sahamnya. Buat ngambil harta keluargamu!". tegas Rangga dengan nada meremehkan.


"Tapi kan, bulan depan kita akan menikah. kita sudah tunangan!. Kamu bilang kamu cinta sama aku, kamu gak perduli tentang harta dan perjodohan kita. Selama ini kamu baik sama aku, kamu perhatian sama aku, kamu bilang kamu cinta sama aku, kamu.... "


Plak !


Perkataan Febry terputus saat Rangga mendaratkan tamparan pada pipi kirinya, kini kedua pipinya terasa perih dan memerah.


ya, Rangga adalah tunangan dari Febry. Sejak kecil mereka sudah dijodohkan karena kedua orang tua mereka berteman baik ,dan juga mereka sudah menjadi teman sejak kecil. karena itu kedua orangtua mereka tidak ragu menjodohkan mereka.


Febry tak sanggup menopang tubuh berlemaknya, dia langsung terduduk terpaku. orang yang selama ini dia cintai ternyata hanya memanfaatkannya.


saat Febry sedang menangis, terdengar suara ketukan pintu dari luar.


Tok, Tok, Tok !

__ADS_1


Ceklek, pintu terbuka. menampakkan seorang gadis cantik dan seksi dengan pakaian modis yang ketat. Namanya Sinta.


saat SD Febry selalu berprestasi, banyak olimpiade yang dia menangkan. Selalu mendapat peringkat 1 dikelas, menjadi pusat perhatian. Dia sangat periang dan imut, mempunyai banyak teman termasuk Sinta.


Sinta bukanlah anak orang kaya, dia yatim piatu dan besar di panti asuhan. Tapi Febry paling sering bermain dengannya, bahkan sering mengajak Sinta menginap dirumahnya. orang tua Febry tidak keberatan, malahan mereka juga menganggap Sinta sebagai putrinya.


karna sering bersama Febry, Sinta mengenal Rangga. mereka bertiga menjadi akrab satu sama lain. Mereka tumbuh bersama, sampai Febry berusia 10 tahun. Ibunya meninggal Karna kecelakaan mobil saat pulang dari arisan.


Febry terpukul dengan kepergian sang ibunda, dia jadi pendiam, tidak mau makan,mata sembab,baju berantakan, rambut acakan, tidak terurus. Ayahnya mencoba untuk membujuknya, tapi tidak pernah berhasil.


dia hanya ingin ibunya kembali, dia ingin merasakan kehangatan dari pelukan ibunya. ia terus menangis meraung-raung, Ayahnya tidak bisa apa-apa lagi. dia juga terpukul karna kepergian istrinya.


3 hari sudah berlalu sejak ibunya meninggal, Febry masih tidak mau makan dan bersekolah bahkan tidak ingin keluar kamar. badan yang begitu kurus Karna tidak mau makan, wajah yang pucat pasih, kantong mata yang menghitam dan mendalam. sangat mengerikan penampilannya seperti itu, dia bukan lagi Febry yang dulu. Kini dia lebih mirip Mayat hidup.


keesokan harinya, Febry dibawa Kerumah sakit Karna tidak sadarkan diri. salah satu maid dirumhnya menemukan dia sudah pingsan didalam kamar dan segera melaporkannya kepada ayah Febry. kini ia terbaring lemah diatas ranjang dan belum sadarkan diri.

__ADS_1


Ayahnya makin frustasi, belum lama istrinya meninggalkannya. sekarang dia dihadapkan dengan situasi seperti ini, dia putus asa. kini ia pasrah dan menyerahkan semuanya pada yang di atas.


__ADS_2