
Aku berjalan memasuki lingkungan sekolah. Benar-benar cocok dibilang sebagai sekolah Elite. Lapangan yang sangant luas bahkan bukan cuman satu, lapangan basket, lapangan voly, lapangan futsal, bahkan lapangan untuk upacara tidak kalah luas dari semuanya. Pepohonan dipinggir lapangan dan disiapkan bangku taman dibawahnya.
Aku berjalan lagi menyusuri lorong menuju kelas-kelas. Yang benar saja, bahkan didalam kelas juga ada AC-nya. Sepertinya Ayahku sangat memanjakan murid dan guru-gurunya. Sudahlah..... Lanjut jalan lagi.
Aku berjalan kearah tangga menuju lantai dua. Dilantai satu tadi khusus untuk anak kelas 1, ruangan khusus praktek dan mushalah, sedangkan lantai dua untuk kelas 2;sebagian kelas 3 dan ruangan lab, dan lantai ketiga khusus untuk ruang guru, ruang rapat, Aula dan juga beberapa kelas 3. Bahkan, rencananya akan dibuatkan lift dan kolam renang pribadi untuk sekolah. Selain semua properti dan kelengkapan unruk sekolah yang elite, bayarnya juga harus sesuia lah...... Mungkin orang biasa akan berpikir duakali bila mendengarnya.
Sekarang aku sudah sampai di pertengahan lantai dua, spertinya ada yang aneh. Seperti ada yang mengikutiku daritadi, atau itu hanya perasaanku saja?. Coba aku jalan lagi, mungkin saja memang betul hanya perasaanku.
Aku menoleh kebelakang, tapi tidak ada orang. Aku melanjutkan langkahku, tapi rasanya orang itu mengikuti ku lagi. Lalu aku mencoba untuk berlari kearah tangga menuju lantai tiga, Saat sampai dilantai tiga aku berhenti sejenak, setengah membungkuk dan menetralkan nafasku. oh astaga.....siapa sebenarnya yang mengikutiku? apa dia punya niat jahat?. apapun itu, aku tidak boleh buru-buru. Aku harus memikirkan cara agar bisa lolos dari orang itu. Dia terus mengikutiku, sepertinya aku harus menggunakan kekuatanku.
Aku menarik nafas dan menghembuskannya, lalu menjentikan jari.
CTAK !
Kini tidak ada yang bergerak, bahkan angin juga. Sepertinya kekuatanku meningkat, baguslah. Aku berbalik lalu berjalan menuju orang itu. Terlihat dari kejauhan, orang ini seperti orang yang kukenal. Semakin mendekat, aku semakin mengenalnya. Aku sudah berada didepannya, memang dia orang yang kukenal.
Ternyata....... Dia pak satpam yang tadi.
Aku mulai curiga.'kenapa dia mengikutiku?.
Apakah ada seseorang yang menyuruhnya? Atau ada sesuatu yang ingin dia katakan? Ini benar-benar aneh!.' Pikirku menebak-nebak.
NGIIIINGG
__ADS_1
Oh sial!! , telingaku berdengung. Argh... Sakit sekali. Apakah ini efek dari menggunakan kekuatanku yang baru update? Mungkin saja, karna ini belum stabil. Baiklah..... Aku akan menjalankan waktu lagi. Kalau tahu begini, lainkali aku tidak akan sembarangan memakainya.
"Huuuffff........ Benar-benar! Kalau punya kelebihan, pasti ada kekurangannya". Keluhku sambil membuang nafas kasar.
Aku bersembunyi dibelakang pak satpam itu. Lalu menjentikan jari agar waktu kembali berjalan.
Bapak itu tampak bingung, mencoba mencari-cari.
"Cari apa pak? " timpalku saat dia sedang sibuk mencari.
" KODOK EH KODOK !!!" teriak bapak itu sambil menganngkat tangannya.
Aku mencoba menahan tawaku, lalu memasang wajah datar lalu lanjut bertanya kepada bapak itu.
"Astagfirullah Neng, ngagetin ajah. Hampir bapak serangan jantung. " kata bapak itu sambil mengelus dadanya.
'eh... Bukannya Neng ini tadi didepan yah?. Kok bisa udah dibelakang?. Aneh' gumam bapak itu namun masih terdengar olehku.
"Bapak mau apa? Kok ngikutin saya terus? " tanyaku dengan nada sedikit tinggi namun datar.
" A...A... Annu Neng, Itu....Neng ngapain kesekolah? " tanya bapak itu dengan sekitik gugup.
"Hah..?, bukannya hari ini sekolah ya pak? Kok bapak nanya kek gitu? " tanyaku kebingungan.
__ADS_1
"Lah...Neng masih baru yah?, hari ini tuh hari Sabtu Neng. Sekolah libur. Belajarnya dari senin sampe jum'at aja, saya ngikutin Neng buat kasih tau itu. " jelas bapak itu disertai senyuman.
Sial!
Aku lupa kalau sekolah ini hanya aktif saat hari senin hingga jum'at. Karna terbiasa di LA yang walaupun akhir pekan tetap sekolah, aku jadi lupa kalau disini berbeda.
Aku beralih menatap bapak itu, bapak itu hanya tersenyum padaku. Memninta maaf padanya karena sudah mencurigainya, tapi dia hanya tertawa lalu mengantarku sampai kedepan pintu gerbang. Selama turun kebawah tadi, kami berbincang bincang. Lumayan seru berbicara dengan bapak ini, lainkali aku akan meminta Ayah agar gajinya dinaikkan.
"Makasih ya Pak, sekali lagi saya minta maaf" ucapkan ku dengan tukus pada bapak itu.
"Iya, gak Apa-apa kok Neng. Malah saya senang bisa bantu." cengir bapak itu sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal.
Aku senyum dan berpamitan padanya lalu berjalan menuju halte Bus. Segera kuraih Smartphone milikku lalu menelpon Pak Bimo , Bodygard yang sangat dipercaya oleh Ayah dan juga sudah dianggap seperti keluarga sendiri. Aku menyuruhnya untuk datang kesekolah menjemputku.
Tidak menunggu lama, mobil mewah berwarna hitam sudah ada dihadapanku, akupun langsung masuk dan mobil mulai berjalan menjauh dari lingkungan sekolah.
*Di Dalam Mobil*
"Jadi, gimana pak Bim?. Yang saya bilang semalam udah ada belum? " tanyaku sambil melihat pak Bimo
"Sudah Nona, saya sudah melakukan sesuai yang anda perintahkan" jawab pak Bimo padaku.
"Bagus ! , PERMAINAN AKAN SEGERA DIMULAI RANGGA DINANTA!" Aku tersenyum miring sambil memenangkan catur online yang menandakan 'SKAKMAT'
__ADS_1