
Kemarin aku menghubungi pak Bimo untuk memgambil data-data pribadi dan semua yang pernah dilakukan dari semua pemegang saham perusahaan Rangga, yaitu RD production yang lumayan terkenal.
Perusahaan miliknya sekarang adalah perusahaan milikku dikehidupan yang dulu,kalian pastitahu kan. perusahaan itu memproduksi alat-alat olahraga. Tapi perusahaan itu sekarang sedang berada di ujung tandu, karena banyak yang melakukan korupsi namun belum juga tertangkap. Siapa suruh ngerampas milik orang, dapat karma kan!.
Tentu saja menurtku itu belum cukup, aku harus membalas dendam dan mengambil kembali milikku.
Pasti ada yang bertanya-tanya, bagaimana aku bisa tahu tentang perusahaannya sekarang? Tentu saja harus tahu. Mengetahui gerak-gerik musuh adalah hal terpenting sebelum berperang, karna itu aku menaruh beberapa mata-mata diperusahaannya. Ditambah lagi..
"ada rahasia yang tidak diketahui oleh siapapun diperusahaan itu kecuali aku FEBRY ANANTA SYAH" gumamnya sambil tersenyum miring.
"Non, kita sudah sampai dirumah"
Sunny turun dari mobil dan langsung menuju kedalam rumah. Melihat sekeliling dan memperhatikan sebuah kamar di sebelah kanannya.
"Hufffttt..... Lagi-lagi gak ada dirumah" keluh Sunny sambil mengerucutkan bibirnya, lalu menuju kekamarnya yang berada dilantai dua.
Sunny melempar tasnya kekasur, masuk kekamar mandi lalu membersihkan badannya. Setelah beberapa menit, ia keluar lalu memakai baju di kamar pakain.
Kini Sunny sedang duduk di ruang belajar miliknya yg berada didalam kamar. Ia bermain komputer dengan sangat lincah, mencoba membaca dan melihat semua file-file yang ia terima dari pak Bimo.
Ia melihat sebuah biodata milik seorang pemegang saham yang bernama Bagas Praditya,orang ini melakukan banyak korupsi disetiap pengeluaran dana. Menurut Sunny dia adalah sasaran empuk untuknya.
Ia mulai mencetak data-data yang dikumpulkannya, lalu menghubungi
Menggunakan suara samaran.
**
" Hallo, dengan pak Bagas Praditya? "
" iya, benar. Ada apa ya? "
" Bapak harus menjual saham milik bapak yang ada di perusahaan RD production kepada saya, saya pasti akan memberikan harga yang sesuai"
" memangnya kamu siapa!?, kenapa saya harus menjualnya kepada anda!? Berani sekali kamu ya! Saya akan lapor polisi! "
"Apa?, Polisi? Bukannya yang harus dilapor ke polisi adalah anda? Anda sufah banyak melakukan penggelapan uang atau lebih tepatnya KORUPSI"
Bagas terdiam, dia mulai berkeringat dingin. Pasalnya, tidak ada yang tahu tentang penggelapan uang yang selama ini ia lakukan kecuali dirinya sendiri.
__ADS_1
"A... Aapa maksudmu?, saya tidak mengerti! " jawabnya dengan gugup.
"Hahaha... ...benar-benar lucu, Berbuat sesuatu tapi tidak berani mengakui. Bagaimana kalau saya menyerahkan data-data tentang penggelapan uang pada tanggal 12 mei, tepatnya pada hari ulang tahun perusahaan. Kamu menggelapkan dana untuk acara itu sebesar 35 juta. Dan bukti bahwa uang itu dikirim melalui akun ilegal, yang diduga milikmu. Apakah bukti-bukti itu kurang untuk membawamu ke polisi? "
Bagas terdiam sejenak, ia menelan salivanya dengan susah payah.
"Semua... Semuanya benar. Baik, saya akan menjualnya kepada anda. Tapi tolong, anda harus berjanji tidak akan menyerahkan data-data itu"
Mendengar itu, Sunny tersenyum puas.
"Baiklah, besok kesepakatan resmi akan dilakukan di Kafe Kartika pukul 10.00 Saya akan menyuruh salah satu anak buahku untuk menjemput anda"
TUT
**
Begitulah percakapan anatara mereka, yang menghasilkan kesepakatan menguntungkan untuk Sunny.
"Sempurna " gumam Sunny sambil memainkan gawainya. Ia kembali fokus pada komputernya, menyusun data-data yang menyangkut perusahaan RD production.
Tak terasa waktu sudah berlalu 4 jam, Sunny masih setia didepan komputernya.
Memeriksa dengan teliti setiap kata, menyusun rencana dan langkah yang harus dilakukan berikutnya.
"Ughh..... Pegel bangeeet. Mana tadi make kekuatan berlebihan, energi jadi terkuras banyak. Ngantuk" Keluh Sunny sambil menghempaskan tubuhnya kekasur.
Ia terlelap seketika, mungkin karna kehabisan energi dan kelelahan. Sementara ia terlelap, seseorang membuka pintu kamarnya.
Krieettt....' suara pintu dibuka'
Orang itu berdiri diambang pintu, memerhatikan Sunny dari kejauhan. Melangkah kearah kasur Sunny dengan pelan dan hati-hati, memerhatikan setiap senti dari wajah Sunny lalu tersenyum. Dia mengecup kening Sunny, lalu duduk di tepi ranjang. Mengelus-elus rambut Sunny dengan sayang.
"Maafin Papa ya sayang, papa telat lagi pulangnya. Lupa kalo malam ini seharusnya kita nonton bareng buat quality-time keluarga" gumam Surya, Ayah Sunny dengan pelan.
~
Surya Regar, ayah yang sangat penyayang dan pengertian. Dia selalu meluangkan waktu untuk bersama Sunny, tapi akhir-akhir ini pekerjaannya semakin banyak. Jadi dia tidak punya waktu luang untuk Sunny.
Surya bukan hanya pemilik sebuah sekolah, tapi juga seorang pemilik perusahaan pemasaran/pengiklanan.
__ADS_1
Yaitu Perusahaan SSR, perusahaan yang namanya diambil dari nama anaknya Sunny Surya Regar. Perusahaan ini salah satu perusahaan yang terkenal.
Jadi, keluarga Surya regar adalah salah satu pembisnis yang sukses dan kaya raya.
~
Kring
Kring
Kring
Suara alarm membangunkan Sunny, ia mulai meregangkan otot-ototnya. Melirik jam. Sekarang pukul 08.00 pagi, ia memasuki kamar mandi untuk menyegarkan badan.
15 menit kemudian
"aaahhh..... Segarnya" teriak Sunny sambil membuka pintu balkon kamarnya
Sekarang tubuhku terasa sangat segar dan bertenaga, kayaknya hanya dengan tidur bisa memulihkan energiku. Baguslah kalau begitu, tidak perlu repot-repot.
Karna ini hari minggu, Sunny jadi lebih santai. Sunny duduk di balkon kamarnya, mengotak-atik smartphone miliknya untuk Menghubungi pak Bimo.
*
"Pak Bim, Sesuai rencana. Tolong suruh beberapa Bodygard untuk menjemput pak Bagas dan bawa ke Kafe Kartika, lalu lakukan transaksi dengan atas nama S. Jangan sampai dia tahu identidas tentang kita"
"Baik non, akan segera saya lakukan sesuai rancana dan perintah dari Nona. "
" Jika sudah selesai, tolong hubungi saya. Dan jangan lupa untuk membuat salinan dan bawa kerumah. "
" Baik Non. "
*
Menunggu pak Bimo melancarkan aksinya, Aku mencoba untuk mengingat mimpiku semalam aku tidak bisa mengingatnya dengan jelas. Yang terlihat hanyalah kegelapan dan suara Papa yang samar kudengar. Tapi rasanya tidak bermimpi semalam. tidak seperti biasanya, apa karna aku kelelahan dan energiku habis?.Sudahlah..... Lebih baik aku membaca novel. Belum lama dari itu, perutku berbunyi.
Aku meminta salah sati maid membawakanku sarapan kebalkon kamar, aku terlalu malas jika harus naik turun tangga. Lalu aku lanjut lagi membaca novekku.
Setelah beberapa jam, Transaksi yang dilakukan dengan Bagas berjalan dengan lancar sesuai dengan rencana Sunny, Pak Bimo menelpon Sunny dan sedang dalam perjalanan kerumah.
__ADS_1
Saat sampai dirumah, pak Bimo langsung memberikan berkas itu kepada Sunny beserta salinannya.
Sunny merasa puas, langkah pertamanya berjalan benar-benar mulus tanpa hambatan.