My Paralel World

My Paralel World
Pertemuan menuju cerita Lampau


__ADS_3

Sunny berjalan menuju orang itu, dengan senyum yang merekah Dan begitu bahagia orang Itu menyambutnya.


"Selamat datang Yang Mulai Putri , Saya adalah Adrean, Pelayan yang selalu Ada Di samping Ratu. Saya Sangat senang Putri baik-baik saja diluar Sana, saya Sangat bersyukur " kata pria paruh baya itu sambil membungkuk seraya meneteskan air mata.


Sunny hanya tersenyum tipis Dan merasa Sangat penasaran, Sebenarnya apa yang terjadi di Masa lalu?


"Mari saya Antar ke dalam untuk menemui Yang Mulai Baginda Ratu" Katanya sambil mempersilahkan.


----


Kami Mulai memasuki ruangan istana yang lunas nanyain Megah Itu, terlihat 3x lebih mewah dari rumahku.


diujung ruangan terlihat sebuah singgasana yang megah, sudah kutebak pasti Itu milik Ratu tapi mengapa ada 3 kursi yang ditaruh disana? bukankah selama ini Ratu hanya memimpin Kerajaan sendirian? mengapa ada lebih dari satu kursi di singgasana?sudahlah, nanti Aku Akan menanyakan ini nanti.


sudah cukup lama kami berjalan tanpa ada percakapan, tapi belum tentu kemana arah yang dituju. sampai akhirnya kami berbelok arah ke kanan, Siapa sangka ternyata kami muncul Di Taman belakang tepatnya Di taman Questeria (Queen Wisteria). induk atau Ratu dari tanaman indah Wisteria


Disana terlihat Wanita Bergaun mewah berwarna peach dihiasi berlian yang berkelap kerlip dan keemasan , ditambah mahkota Di kepalanya membuat sisi Elegan Dan kelembutannya terlihat.

__ADS_1


Entah mengapa Hati ini tarasa bahagia saat melihat sosok Itu, Diakah sosok yang dirindukan oleh Sunny?Diakah yang selama ini yang ditunggu-tunggu? Padahal aku bukanlah Sunny, tapi Perasaan rindu ini sungguh tarasa sampai tulang ku.


'Sosok itu....


benar!! sosok itu Mirip... Sangat Mirip dengan BUNDA! '


"BUNDAAA!!! "


teriakku sambil berlari ingin memeluk wanita yang berdiri disebelah Sana. kulihat Ia menengok ,lalu tersenyum Dan mengulurkan Tangannya seakan Sangat menunggu pelukan dari ku.


wajah Itu, wajah itu.... benar-benar Mirip dengan Bunda, bahkan senyumnya Sangat Sama. bagaimana tatapannya melihatku ada rasa rindu Dan kehangatan disana.


Padahal aku berlari, tapi mengapa jalan ini tarasa Sangat panjang?! Cepatlah!


"Bruk"


aku menabrak tubuhnya, hampir saja kami terjatuh. saking semangatnya aku ingin memeluknya.

__ADS_1


tangisku pecah seketika saat memeluknya, memeluknya Sangat erat bahkan sampai aku merasa bahwa Dunia ini Akan mengambil Dia dariku lagi.


"Hiks... Hiksss.... BUNDAAA, kenapa Bunda tinggalin Febry, Kenapa Bunda? Febry selama ini kesepian tanpa Bunda, Bunda Gak sayang lagi Sama Febry? Bunda ,Febry kangen banget. Hiksss... " isak tangisku dalam peluknya


wanita yang ada dalam pelukku mengelus kepalaku dengan lembut, Dia memelukku dengan kehangatan yang selama ini kurindukan. Dia memelukku seraya menenagkanku


"Udah.. udah.... sayang, Bunda tau. Maafin Bunda Ya. Selama ini udah nyusahin kamu, Maafin Ya, nanti Bunda bakal ceritain yang Sebenarnya yang terjadi Sama kamu Ya. sekarang gak usah nangis lagi Ya sayang... "


"Cup cup sayang anak Bunda, Jangan nangis lagi... udah gede loh" sambungnya sambil meledek saat mengusap air Mataku.


aku hanya memanyunkan bibirku sambil memeluknya lagi. Entah sudah berapa lama aku merindukan kehangatan ini, sungguh nyaman.


desiran angin sepoi Dan suara burung menemani kami yang saat ini masih berpelukan Sangat lama sambil melepas rindu, kami hanya terdiam tanpa Kata apapun yang terucap.


Aku Mulai mengendurkan pelukan lalu menyeka air Mataku yg hampir kering.


"Bunda kenapa bisa Ada disini? Bukannya Bunda udaah......

__ADS_1


trus Bunda tau darimana kalo Aku Febry, bukan Sunny? ini Maksudnya apa Bun? " tanyaku memulai pembicaraan diantara kami..


" Ceritanya Panjang Sayang, tapi Bunda bakal ceritain ke Kamu dari awal smpe akhir Tentang apa yang Sebenarnya terjadi. Dimulai dari Puluhan tahun yang lalu"


__ADS_2