My Paralel World

My Paralel World
Taman Quisteria


__ADS_3

"Andai saja aku punya kekuatan ini lebih cepat, mungkin aku tidak akan mati ditangan mereka. " gumam Sunny sambil mengingat kembali masa lalunya.


Suara angin berhembus kedalama kamar melalui jendela , Sunny masih saja terdiam diatas kasur kingsize miliknya. Ia melirik jam dinding dikamarnya, sudah menunjukkan pukul 18.40 yang artinya tak lama lagi waktu makan malam. Ia berpikir apakah ia merasa lapar.


Selagi Sunny berpikir, matanya mulai terpejam. Detik berikutnya ia tertidur pulas tanpa makan malam. Sunny mulai mrmasuki alam mimpinya


'Ini dimana?, Kok gelap ?.'gumam Sunny bertanya - tanya.


" Hallo!!, ada orang?. Mas... Mba... Adek.... Kk... Om... Tante...!! " teriak Sunny ditengah kegelapan.


Tidak ada jawaban, Sunny merasa ketakutan. Ia mulai berjalan kedepan dalam keadaan gelap gulita. Terus berjalan tanpa henti dan tujuan, tak ada sinar sedikitpun.


Terasa sangant lama Sunny berjalan, tapi belum menemukan cahaya sedikitpun. Ia memutuskan untuk berhenti, menerka - nerka kedepan. Didepan sana terdapat secuil cahaya, terlihat sangant jauh. walaupun hanya sedikit, Sunny merasa sangat bahagia. Ia berlari menuju cahaya itu, lama kelamaan cahaya itu semakin besar dan dekat. Sunny terus berlari, menambah kecepatan menuju cahaya itu. Hingga ia melewati cahaya itu, ia terkejut. Tidak percaya dengan apa yang ia lihat.


Ia tiba disebuah tempat, begitu besar dan luas, terlihat seperti kota, tapi lebih maju. Orang-orang berterbangan kesana kemari, gedung-gedung yang tinggi, teknologi yang maju, tawa anak-anak dipinggiran taman. Sungguh pemandangan yang sangat bagus.


Aku berjalan menyusuri jalan didepanku, memperhatikan. Tidak ada perbedaan antara aku dan orang-orang ini, mereka terlihat sama. Tapi tunggu dulu, sepertinya aku melihat sesuatu. Anak-anak itu bemain menggunakan SIHIR? atau lebih tepatnya Kekuatan mereka. Mereka membuat istana pasir hanya dengan ayunan tangan, bahkan ada yang bisa membuatnya dengan es.


Sungguh luar biasa, aku pikir hanya aku saja yang memiliki kekuatan super. Aku terus berjalan sambil melihat sekekliling, tersenyum pada orang-orang yang aku lihat. Hingga aku sampai pada bangunan megah nan elegan didepanku, terlihat seperti istana. Disini tidak ada yang berjaga seperti di istana, jadi aku menerobos masuk dan berjalan-jalan.


Wow, bahkan halamannya pun begitu luas. Entah berapa lama aku menyusuri istana ini baru bisa sampai ujungnya. Aku berjalan menuju taman didepanku, begitu indah dengan bunga-bunga yang berwana-warni. Banyak kupu-kupu yang hinggap di bunga-bunga itu, sangat cantik.


Aku duduk sambil beristirahat ditaman itu, rasanya tidak ingin kembali. Aku merubah posisiku menjadi berbaring, melihat langit yang cerah dikelilingi awan putih. Aku menghirup udara sekitar, hahh..... Sungguh udara yang bersih. Sangat nyaman berada disini. Aku mencoba untuk tidur disini, saat memejamkan mata aku mendengar suara.


"Permisi" sapa orang itu


Suaranya terdengar sangat familiar, aku membuka mataku. Yang pertama kulihat adalah seorang pria, pria yang sangat tampan. Hidung mancung, kulit putih,alis tebal, mata yang indah berwarna hijau, bibir yang tipis dan kemerahan. Oh Tuhan, apakah dia malaikat?.


Pria itu melambai-lambaikan tangannya didepan wajahku, aku mulai tersadar dan bangkit dari rebahanku. Aku mencoba biasa saja dan memasang wajah datar, merapikan pakainku.


Pria itu tersenyum padaku. Oh astaga......tolong jangan tersenyum lagi, bisa-bisa aku terbang kalo gini. Pipiku memerah, aku memalingkan wajahku agar dia tidak melihatnya. Aku mengatur nafasku, agar wajahku tidak memerah lagi. Ini sangat memalukan.

__ADS_1


"Ada apa? " aku bertanya padanya tanpa menoleh, iyalah.. ...kalo noleh, entar pingsan aku.


"Aku Rio, kamu siapa?. Kok bisa sampai di Istana Ratu?" ia duduk dudekatku sambil bertanya.


'Istana Ratu?, jadi benar ini Istana? '


"Aku Sunny, Aku hanya berjalan-jalan lalu melihat pintu gerbangnya terbuka. Jadi, masuk dan berkeliling. Aku tidak tahu kalau ini istana Ratu, jadi aku masuk. Didepan juga tidak ada penjaga" jelasku kepadanya.


Dia hanya mengangguk lalu menoleh padaku.


" Untung saja kamu tidak masuk lebih dalam lagi, kalau tidak mungkin kamu akan ditangkap dan dipenjara." kata Rio padaku dengan wajah serius.


"Benarkah? " aku terkejut dengan ucapannya, untung saja belum terlaku jauh berjalan.


"Kamu tahu, nama taman ini Quisteria. Disini banyak sekali tanaman, ada tanaman obat dan juga hias. Nama itu Ratu sendiri yang menamainya. " kata Rio sambil melihat taman bunga yang luas nan indah itu.


"Ratu adalah orang yang membuat negeri ini berjaya selama bertahun-tahun. Dulunya negeri ini adalah negeri yang kecil dan miskin, penduduknya banyak yang mati karna kelaparan. Ratu sangat baik, dia mau menolong negeri ini. Dia berusaha sekuat tenaga untuk membuatnya maju, hingga ketitik ini. Tidak ada yang tahu Ratu berasal darimana, yang kami tahu dia adalah Ratu kami. Ratu yang baik hati, penyayang, lemah lembut, bijaksana dan pekerja keras. " tutur Rio padaku.


Tak


Tak


Tak


Itu adalah suara derapan sepatu laras yang sangat keras. Aku menoleh kesumber suara, ada beberapa baris pengawal yang sedang berjalan mengawal sesorang.


"itu Ratu! " teriaknya gembira sambil bangkit.


Aku juga bangkit lalu memperhatikan dari kejauhan rombongan sang Ratu. Aku bisa melihat Ratu yang duduk di Tandu dengan elegan, sangat menawan. Wajahnya tertutupi oleh kain sutra dari tandu.


Aku melihat Rio mendekati rombongan itu lalu menunduk dan memberi hormat.

__ADS_1


"Hormat kepada sang Ratu " serunya sambil menunduk.


Aku mengikuti apa yang ia lakukan. Aku menunduk lalu sedikit mengintip wajah sang Ratu, aku terkejut. Kapalaku terasa sakit, ingatan dari Sunny asli terus terputar dikepalaku bagaikan sebuah film.


"ii.. Iitu... Itu Mamah! "kataku sambil mengangkat kepala.


Kulihat rombongan itu mulai menjauh, aku berlali mengejarnya. Rio mencoba mengehentikanku, tapi aku tidak memperdulikan itu. Aku terus berlari sambil meneriaki nama mama.


"Mah !"


"MAMA!!"


Aku membuka mataku, keringat mengucur dikeningku. Mataku sembab seperti habis menangis. Aku melihat sekekliling, ternyata aku berada di kamarku sendiri.


"Ternyata hanya mimpi " kataku sambil menghela nafas.


Aku meregangkan otot-ototku, mengapa badanku terasa sakit semua?. Aku melirik jam didinding, jam menunjukkan 06.35.


"udah setengah tujuh"gumamku.


"Hah?... Setengah tujuh?!, gawat!. Aku telat kesekolah! "


aku bergegas menuju kamar mandi, menggunakan kecepatan turbo untuk mandi. selesai mandi, aku langsung bersiap-siap menggunakan baju, menyisir rambut, mengambil tas lalu segera berangkat kesekolah dengan sopir.


Aku tidak berpamitan karena dirumahku tidak ada orang, para maid sedang sibuk membereskan rumah. sedangkan ayahku pasti sudah dikantornya sekarang.


perjalanan kesekolah tidak membutuhkan waktu lama dari rumahku, hanya sekitar 15 menit saja. selama perjalanan aku hanya melihat keluar jendela sambil memikirkan rencana balas dendam ku.


akhirnya, aku sudah tiba digerbang sekolah. terlihat pak satpamnya akan segera menutupnya, aku langsung turun dan melewatinya.


"Hufftt..... sumur masih sempat" kataku ngos-ngosan Karna berlari.

__ADS_1


__ADS_2