My Smile Mask

My Smile Mask
Episode 03


__ADS_3

Entah waktu yang belum tepat atau aku yang salah tempat.


》Alena Priscillia Charletta Atmajaya《


Raka William Bramasta, umur 18 tahun. Orang tua gue sibuk ngurusin bisnis mereka, sehingga gue terbiasa tinggal sendirian dimansion berlantai 2 ini. Tapi, kadang ke tiga teman gue itu suka datang buat nginap dirumah nya, bahkan ada yang sampai tinggal dirumah dan nggak balik-balik. Gue adalah anak pemilik sekolah Sky atau high school Sky, sekolah paling terkenal dan paling besar di Indonesia (ngasal doang, ya).


Yah, dulu gue sempet liburan di Eropa dan punya temen cewek, tapi gue nggak tau dia siapa. Padalah, gue inget pernah janji ke dia kalau gue bakal jadi pacar dia pas gue besar, tapi malah lupa sama siapa namanya.


Nicoela Putra Ardiano, 18 tahun. Orang tua gw udah mening**l sejak umur gw 5 tahun, sejak itu gw tinggal dirumah nya Raka karna Orang tua gw dan ortu nya Raka temenan. Jadi, Ortu nya Raka mutusin buat adopsi gw.


Gilang Arthur Alexander, 18 tahun. Tinggal dirumah Raka karena orang tua gue ada perjalanan bisnis dan netap disana selama 3 tahun.


Galang Arthur Alexander, karena kita kembar (gue dan Gilang) otomatis umur n alasan kita sama.


Back to Story* and Alena pov*


"Woi, melamun aje lu. Napa? Lo naksir ya, ama si Raka?" Tegur dia.


"Eh, ng..nggak kok, Mir. Nggak ada apa-apa. Aku cuman lagi mikirin sesuatu, tapi bukan dia. Beneran!"  Elakku padanya. Ya, yang menegurku tadi adalah Mira.


"Masa? Kok, aquh nggak percaya, ya? Buktinya, dari tadi lo melamun sambil ngeliatin muka dia mulu" Sambung si Andin dengan nada lebay.


Sedangkan, si Raka. Dia sibuk ngurusin teman nya yang bercandain dia sedari tadi.


Skip! Jam istirahat

__ADS_1


Karena lapar, Andin memutuskan untuk membawa kami semua ke kantin. Sedangkan, Raka dan yang lain sudah pergi ke kantin duluan. Walaupun, tadi Gilang sempat nawarin buat ke kantin bareng tapi tawaran nya aku tolak karena Andin yang masih nyenyak tidur.


Yah, lagi dan lagi selama jam pelajaran, Andin tidur lelap tanpa gangguan. Jangan tanya bagaimana bisa, tentu saja berkat kami yang dia jadikan penghalang supaya guru tidak menyadari tentang dia yang sedang tidur itu.


Kalau tentang nya yang bisa tidur tanpa terganggu suara berisik kelas, maka jawabannya adalah karena tadi malam dia baru pulang jam 03.15 pagi dan tertidur jam 03.30 a.m.


Skip di kantin.


Sekali lagi, semua mata tertuju pada kami. Sambil mengoceh tidak jelas.


"Wah, gila. Si mubar dari kahyangan, itu."


"Bukan, weh. Para mubar nya bidadari, bukan manusia."


"Cewek gue yang kiri!"


"Nj*ng, gebetan gue dateng."


Yah, begitulah ocehan tidak penting mereka. Kami pun memutuskan untuk duduk dimeja Raka dkk, karena meja yang lain sudah penuh.


"Mau pesan apa kalian? Biar gue yg pesanin." Tanya Mika pada kami semua dengan nada datar nya yang khas.


"Bakso ama es teh aja, deh." Ucap Mira, lalu


"Ciahh, giliran si Mika ngomong aje di bales nya baik bener. Coba kalau gue yg ngomong, pasti ngegas bet itu mulut." Sahut Galang.

__ADS_1


"Iya, nggak bisa ngomong baik-baik bawaan nya emosi mulu" timpal Gilang.


"Ye, serah gua lah. Mulut-mulut gua, napa lo berdua yang ngurus?" Balas Mira tak mau kalah dengan tatapan matanya yang sinis.


Dan, seperti yang diperkirakan, adu mulut pun terjadi. Hingga membuat Andin yang sedari tadi diam merasa ternganggu dan memutuskan untuk ikut campur. Aku yang menyadari hal itu, akhirnya memutuskan untuk menjadi penengah dengan maksud untuk membuat mereka diam.


"Se...semuanya, kita udahan ya adu mulut nya. Sebelum sing, maksud aku sebelum ada yang ngamuk." Ucap ku berusaha melerai.


"Nggak bisa gitu dong, Al. Mereka duluan yang nyari masalah sama gua, kalau mereka nggak mau minta maaf, gua juga nggak mau minta maaf. Dan ini nggak bisa selesai sebelum mereka minta maaf" Bela Mira.


"Idih, sejak kapan kita yang salah. Yang ada elo kali yang salah. Siapa suruh hobi ngegas." Bela Galang.


"Ya kan, yang" sahut Galang lagi, sambil menatap penuh harap pada Mika. Sedangkan, yang ditatap pun hanya mengangkat pundak nya acuh.


"Yaudah, gue minta maaf" ucap Gilang mengalah, yang membuat ku merasa lega.


"Nah, gitu dong. Bagus-bagus, sekarang giliran lo. Cepat minta maaf ke gue!" Ucap Mira seraya mengarahkan jari telunjuk ke muka Galang.


"Ih, enak aja lo. Nggak! Gua nggak mau. Pokoknya, lo yang harus minta maaf duluan." Sahut Galang yang berhasil membuatku kebingungan.


"Gue nggak mau. Lagian, apa susahnya sih, minta maaf? Tinggal bilang maaf doang, selesai." Timpal Mira lagi, tak mau kalah.


"Nah, itu lo ta--" belum sempat Galang menyelesaikan ucapan nya.


Pyar... terdengar bunyi gelas yang pecah, yang ternyata berasal dari -----

__ADS_1


__ADS_2