My Smile Mask

My Smile Mask
Episode 07


__ADS_3

Hidup itu singkat, maka nikmatilah selagi bisa.


《Andin Flora Rahendra》


Tertawalah bila ingin, dan menangislah bila harus. Karna hari esok, tak ada yang tau.


《Miranda Putri Mauren Atmajaya》


Saat kami sedang asik-asiknya bercanda ria, terdengar suara bel pintu yang ditekan. Ting...tong...


"Bik, bik Ina. Buka pintunya, bik!"  Titah ku pada salah seorang pelayan yang ada disana. Pelayan itu adalah bi Ina, dia adalah seorang janda beranak 3, umurnya sekitar 40-45 tahun.


"Baik, Non Mira." Ucap bik Ina. Ia pun pergi kearah pintu dan membuka nya.


"NON MIRA, ADA ORANG NGAKU TEMAN NON ALENA." Teriak bik Ina memberitahu.


"SIAPA BIK?" Tanya gue nggak kalah nyaring.


"DEN RAKA, NON!" Balas bik Ina yang membuat gue dan Andin saling pandang.


"Ndin, lo dengar tadi!?" Tanya gue ke Andin.


"Iya, kira-kira kenapa Raka sampe datang kerumah Alena?" Balas Andin balik bertanya.


"Hehe..." kami pun tersenyum jahil.


"BAWA MASUK RAKANYA, BIK!" Gue pun kembali memerintah bik Ina. Raka masuk mengikuti langkah bik Ina. Kami pun meminta bik Ina untuk pergi dan seperti biasa, ia mengikuti perintah kami.


"EHEM, EHEM. Ada apa, nih?~" Tanya gue dengan menaik-turunkan alis gue.

__ADS_1


"U~HUK, UHUK. Ada bau-bau kasmaran, nih~!" Sahut Andin dengan mengalihkan pandangan.


"Bukan urusan kalian!" Balas Raka dingin. Ha Ahaha... hah☺, nyebelin banget😑.


"Wah wah, ganteng banget lo, hari ini. Ada kencan, kah??" Tanya Andin dengan senyum jahil nya yang mengembang.


"Kalo iya?" Balas Raka tetap dengan wajah datarnya. Nyebelin sih, tapi bolehlah, cocok juga dengan wajah tampan nya. Yah, gue akui, Raka emang tampan. Walau... nggak setampan 'dia'.


"Kalo iya, yaudah." Balas gue. Mendahului Andin. Mendengar hal itu, Raka memutar bola mata nya malas.


Tak lama kemudian, Alena turun dari lantai 2 menggunakan tangga panjang yang didesain sedikit melengkung. Lalu, Alena melamun, dia melamun menatap Raka. Dan, Raka pun memanggil Alena.


"Al, udah siap? Kalau udah, ayo kita berangkat." Ucap Raka ke Alena.


"Eh, i iya. Udah. Ayo!" Balas Alena kaget saat suara Raka menyadarkan dirinya dari lamunan nya itu.


"Yaudah, kita pergi dulu ya, da!" seru nya berpamitan pada penghuni rumah Alena sambil menggenggam tangan Alena. Meskipun dia bilang "kita pergidulu ya, da!", tapi wajah dia tuh kayak nggak nganggep kita benar-benar 'ada', gitu loh.


Mereka pun pergi dari mansion.


Gue dan Andin saling tatap-tatapan.


"Wah, kita benar-benar nggak dianggap 'ada' disini, ya! Benar-benar kek nggak ada sama sekali." Seru gue ke Andin dengan senyuman kesal.


"Iya, ya. Ahahaha...hah~" balas Andin dengan raut wajah yang sama kek gue.


"Rasanya *nj*m banget." Balas Andin lagi yang raut wajah nya udah kembali datar.


"Ohya, Andin. Lo tau nggak...?" Tanya gue dengan wajah jahil.

__ADS_1


"Nggak!" Jawab Andin, padahal gue belom selesai ngomong.


"Ih~, gue belom selesai ngomong. Bgst!" Umpat gue kesal.


"Hm, apa?" Balas Andin dengan wajah males.


"Kalau..." ucap gue ngegantung. Kayak hubungan kamu, ciahh (canda, peace✌😅).


"Kalau??" Tanya Andin sedikit penasaran.


"Lo" balas gue lagi, tanggung.


"Gue???" Tanya Andin lagi yang semakin penasaran, apalagi dengan wajah serius dan alis nya yang terangkat sebelah.


"Kalau lo c*r*t!" Kata gue yang langsung lari memasuki lift dan dengan tergesa-gesa menekan tombol angka 3, takut kalau Andin bakal ngamuk dan ngejarin gue.


Tiga detik kemudian Andin teriak nyebut nama gue dan juga beberapa kalimat umpatan yang ditujukan ke gue, suara nya bahkan masih bisa gue dengar dari dalam lift.


"MIRAAAAAA!!!!!!!!!" Teriak Andin.


"EMANG DASAR LO B*B*, *NJ*NG, BR*NGS*K!!!!" Teriak nya disertai kalimat-kalimat umpatan lainnya.


"ARRRGGGGHHH....!!!!!!" Teriak nya lagi yang terdengar cukup kesal dan frustasi.


"Pfftt~~~ AHAHAHA...BUAHAHAHA...." tawa gue pecah seketika, ngebayangin sefrustasi dan sekesal apa, Andin sekarang. Benar-benar nggak boleh ketemu Andin, nih! Bisa abis gue, kalau ketemu dia sekarang.


Disaat gue lagi senang-senang nya ngebayangin ekspresi Andin, pintu lift terbuka.


Gue pun mengalihkan pandangan gue dan menatap kearah depan, dan seketika wajah senang gue langsung berubah jadi kaget + cemas, waktu gue ngeliat siapa yang ada didepan gue.

__ADS_1


"M*mp*s lo, Mira!" Batin gue cemas.


Siapakah yang berada dihadapan Mira saat ini?


__ADS_2