
Mungkin bukan dia yang sibuk, tapi kamu yang nggak penting.
》Alena Priscillia Charletta Atmajaya《
"Oh~, Nicoela Putra Ardiano!" Jawab Gilang yang mulai mengerti sambil ber 'oh'ria.
"Nah, itu! Nico! Minta no. WA, dong!" Jawab Mira cengengesan.
" Acie, EMAK ADA YANG NAKSIR AMA KULKAS, MAK!" Ucap Gilang yang berteriak kala ia mulai menjauh dari Mira.
"WOI, *NJ*NG. SINI LO, S*NT*NG. BIAR GUE HAJAR LO, ANAK S*T*N!" teriak Mira sambil berlari mengejar Gilang. Dan, jangan lupakan umpatan kekesalan nya serta wajah kesal nya.
🌼🌼🌼 Dikantin~
"Hello, everybody!" Teriak seorang gadis yang baru saja tiba dikantin.
"Lagi apa, teman-teman curut ku!!! Ups, salah. Para makhluk *d*n penghuni kantin, maksud gua, hehe😌" sambung nya lagi sambil tetap berteriak dengan menekankan kata 'ed*n'.
"Astarghfirullah, pak Asep masuk jurang, *NJ*NG!" Kaget salah satu murid yang ada dikantin, disertai umpatan kekesalan diakhir kalimat yang ditujukan pada gadis itu kala tersadar akan ejekan yang dilontarkan gadis tersebut.
"Lagi lari maraton kita, S*T*N Mira!" Balas salah seorang murid dengan wajah kesal kala menjawab pertanyaan Mira yamg juga ditujukan pada nya.
"NJ*R, kaget gua ada monyet sesat!" Ucap Gilang kaget.
"Pfft...bwuahahaha, para penghuni Neraka bisa kaget juga, ya. Wkwk, baru tau gua!" Ucap Mira disertai dengan gelak tawanya.
"ANY*NG" teriak seluruh penghuni kantin tersebut.
"Hah, any*r? Kalian pada cium bau any*ir? Oh, berarti ada setan, dong?" Balas Mira lagi tak mau kalah.
"ANJ*NG" balas penghuni kantin yang juga tak mau mengalah.
"Hah, anj*ng? Perasaan nggak ada anj*ng disini, mata kalian buta ya??? Ahahahha" balas Mira ngasal.
"EMAK, ANAKMU GILA GEGARA ANAK ORANG MAKKK"
Teriak para penghuni kantin yang frustasi akibat ulah seorang Miranda Putri Mauren Atmajaya.
"Ahahahah, hei bi. Gimana? Dapat nggak?" Tanya Mira pada seseorang yang ia panggil 'bi'.
"BY???" Teriak Alena dkk bersamaan (Al, Andin, Raka, dan Galang).
"By???" Tanya Gilang memastikan.
"Bi?" Tanya Mira heran sembari menunjuk wajah nya sendiri dengam jari telunjuk nya serta wajah cengo nya yang menyebalkan tapi imut.
"Iya, by. Tadi kamu manggil Gilang 'by', kan?" Tanya Alena mewakili teman-teman nya. Yap! Yang dipanggil dengan panggilan 'bi' adalah Gilang.
"Oh, bi. Iya, bi. B*b*, kan!?" Jawab Mira tanpa beban + dosa, serta wajah tak bersalah nya itu.
"GUA S*NT*T JUGA LU!" Teriak Gilang marah.
"Sabar Lang, sabar." Ucap Andin berusaha menenangkan.
"Jadi, gimana? Dapat nggak?" Tanya Mira pada Gilang.
"Oh, yo'i lah. Nggak mungkin nggak dapat! Gue kan temen dia." Ucap Gilang yang seketika membuat bibir Mira tersenyum senang.
"Nah, gitu dong. Good job, baby!" Ucap Mira sambil tersenyum menunjukkan deretan gigi putih dan rapi nya juga ibu jari yang diacungkan pada Gilang.
"Nah, sekarang giliran gue yg minta no. WA nya si 'doi'!" Ucap Gilang yang membuat semuanya bingung.
"Siapa?" Ucap Mira dan Nico bersamaan.
"Cieee, yang abis telepati." Ucap Twins G dan Andin bersamaan. Yang sontak memberikan kesempatan bagi Mira untuk membalas.
Sedangkan, yang lain jangan ditanya, mereka hanya menyimak dalam diam sembari menikmati makanan + minuman pesanan nya tadi.
"Aciee, yang ikutan telepati!" Sekali lagi, Mira dan Nico bicara secara bersamaan.
"Eak, yang bicara nya selalu bersamaan!" Ucap Gilang tak mau kalah.
"Biarin, gue dengan Nico kan, diciptain emang untuk bersama. Ada masalah?" Balas Mira tak tau malu.
Sedangkan Nico, wajahnya merah sekilas akibat malu. Tetapi, juga tersenyum tipis karena senang mengetahui perasaan Mira untuknya.
"Cie, yang ngaku!!!" Ucap Gilang, Andin, dan para penghuni kantin bersamaan.
"Nape lo pada? Syirik ae! Cie, yang insekyur dengar Nico jadi pacar gue!!! Wkwkwk" balas Mira dengan lantang dan tanpa rasa malu ataupun bersalah.
"Wuuu..." teriak para murid yang mendengar hal itu.
" kasi.." belum sempat menyelesaikan kalimatnya, Nico langsung bicara dan memotong perkataan Mira.
"Honey!" 1 kata, hanya 1 kata tetapi mampu membuat semua orang yang mendengarnya terkejut.
Kenapa tidak, seorang Nico, cowok dingin dan cuek itu, kini dengan mudah dan santai nya mengatakan kalimat 'honey' dengan suara merdu dan senyuman indah dibibir nya yang membuat ketampanan nya semakin bertambah saja.
Hingga membuat beberapa orang siswi mimisan dan beberapa nya lagi pingsan sedang sisanya termasuk para siswa tercengang, sungguh fenomena yang langka menurut mereka. Apalagi Alena dkk, termasuk Raka dan Twins G.
Mira pov* flashback on*
__ADS_1
Degh...degh...degh... jantungku saat ini berdetak dengan sangat kencang, kala melihat pria tampan dihadapanku saat ini. Sungguh ciptaan yang amat sangat indah, apalagi sikap nya yang cool benar-benar membuatku terpana. Namun, tetap saja aku harus menjaga sikap ku. Biasalah, jual mahal😎.
Skip pas masuk kelas.
Sedari tadi, yang kulakukan hanyalah melirik dirinya seorang. Tanpa mempedulikan yang lainnya. Melihatnya menertawai Alena dan juga Raka, benar-benar membuatku terpesona tingkat akut! Benar-benar manis + tampan!!!
Namun, suara Gilang yang berisik dan juga tepat didekat telinga ku benar-benar membuat suasana nya terganggu. Dan, untuk mengalihkan perhatian, akupun ikut mengejek Alena dan Raka.
"Wkwk, liat nih siapa yang lagi asik bicara berdua!?" Ucap Gilang. Yah, mending gue ikut nimbrung.
"Woi, melamun aje lu. Napa? Lo naksir ya, ama si Raka? Buktinya, dari tadi lo melamun sambil ngeliatin muka dia mulu" Tegur gue ke Alena.
"Eh, ng..nggak kok, Mir. Nggak ada apa-apa. Aku cuman lagi mikirin sesuatu, tapi bukan dia. Beneran!" Sahut Alena ke gue.
"Masa? Kok, aquh nggak percaya, ya? Buktinya, dari tadi lo melamun sambil ngeliatin muka dia mulu" Sambung si Andin dengan nada lebay.
Sedangkan, Twins G sibuk ngejek si Raka yang ngeliatin Alena mulu sedari tadi.
🌼🌼🌼 Di kantin.
Sekali lagi, semua mata tertuju pada kami. Sambil ngoceh yang nggak jelas.
"Wah, gila. Si mubar dari kahyangan, itu."
"Bukan, weh. Para mubar nya bidadari, bukan manusia."
"Cantik bet, nj*rrr"
"Cewek gue yg kiri!"
"Nj*ng, gebetan gue dateng."
Yah, begitulah ocehan nggak penting mereka. Kami pun memutuskan untuk duduk dimeja Raka dkk, karena meja yang lain udah penuh.
"Mau pesan apa kalian? Biar gue yg pesanin." Tanya Mika pada kami semua dengan nada datar nya yang khas.
"Bakso ama es teh aja, deh." Balas gw, lalu
"Ciahh, giliran si Mika ngomong aje di bales nya baik bener. Coba kalau gue yang ngomong, pasti ngegas bet itu mulut." Sahut Gilang dan,
"Iya, nggak bisa ngomong baik-baik bawaan nya emosi mulu" timpal Galang lagi.
"Ye, serah gua lah. Mulut-mulut gua, napa lo berdua yang ngurus?" Balas gue nggak mau kalah dengan tatapan sinis.
Dan, adu mulut pun terjadi. Hingga membuat Andin yang dari tadi diam mulu kek dinding ngerasa keganggu dan mutusin buat ikut campur. Gue yang dari tadi asik adu bacot mana tau. Dan pada akhirnya Alena jadi penengah.
"Se...semuanya, kita udahan ya adu mulut nya. Sebelum sing, maksud aku sebelum ada yg ngamuk." Ucap Alena berusaha melerai.
"Idih, sejak kapan kita yang salah. Yang ada elo kali, yang salah. Siapa suruh hobi ngegas." Bela Gilang.
"Ya kan, yang" sahut Gilang lagi, sambil natap penuh harap ke Mika. Sedangkan, yang ditatap pun hanya mengangkat pundak nya acuh.
"Yaudah, gue minta maaf" kata Galang ngalah, yang bikin gue ngerasa senang.
"Nah, gitu dong. Bagus", sekarang giliran lo. Cepat minta maaf ke gue!" Kata gue sambil ngarahin jari telunjuk gue ke muka Gilang.
"Ih, enak aja lo. Nggak! Gua nggak mau. Pokoknya, lo yang harus minta maaf duluan!" sahut Gilang yang berhasil buat gue kesal.
"Gue nggak mau. Lagian, apa susahnya sih, minta maaf? Tinggal bilang maaf doang, selesai." Timpal gue lagi, nggak mau kalah.
"Nah, itu lo ta--" belum sempat Galang nyelesai'in omongan nya.
Pyar... terdengar bunyi gelas yang pecah, yang ternyata berasal dari Andin, karena genggaman nya yang terlalu keras.
Hening, dalam sekejap mata semuanya jadi hening. Nggak ada yang berani bicara, intensi yang menyeramkan dari seorang Andin Fora Rahendra semakin pekat. Mika yang sibuk main hp dan Raka yang masa bodoh, juga Nico yang ngedengerin musik, acuh. Semuanya ngebuat gue pusing tingkat akut pokoknya, dah! Saat ini, hanya ada satu kata yang mampu gambarin perasaan yang gue rasain, BINGUNG, cuman itu doang.
"Minta maaf" 2 kata yang keluar dari mulut Andin dengan nada dingin nya, mampu membuat siapa saja diam membatu.
"Gue bilang, MINTA MAAF" ucap nya lagi yang diakhiri dengan teriakan nya yang membuat jantung gue serasa mau copot, iih...serrremm!!.
"Eh, i..iya. Maaf, maafin gue ya, Lang. Hehe, gu gue cuman bercanda." Ucap gue gelagapan.
"I..iya, Mir. Gu gua juga minta maaf udah gangguin lo. Gue juga bercanda, kok. Ha.ha.ha., suer" balas Gilang dengan terbata-bata seraya menunjukkan 2 jari nya yang berbentuk 'v' juga deretan gigi putih nya itu.
"Nah, gitu kek dari tadi. Kan, enak diliat nya. Haha, napa lo pada? Takut ya, ama gua? Udahlah, sans aja. Gua nggak gigit, kok." Ucap nya yang bikin gue bernafas lega. Sampai--
"Cuman suka bikin orang keluar masuk Rumah Sakit. Terakhir, harus nginap disana selama 2 bulan,sih. Xixi." Sahutnya lagi, yang berhasil buat semua nya kembali bergidik ngeri.
Tring...tring...tring...
"Fyuh.., untung deh. Udah bunyi bell, coba kalau nggak, bisa abis gua" batin gue.
🌼🌼🌼 Pulang sekolah.
Sekarang, gue lagi duduk santai disofa yang empuk dan juga mahal milik Alena. Jadi Alena itu benar-benar enak, menurut gue. Karena apa? Ya, karena emang enak! Mau apapun, dipenuhin. Meski pada akhirnya dia harus ditinggal pergi kerja oleh bokap dan juga nyokap nya, tapi tetap aja, enak banget gitu, loh. Hah, ok, kita kembali ketopik awal.
Drrrt...drrttt..drrt (anggap aja suara getar akibat dering hp diatas nakas, ok😉)
Via telpon on*
+628******
__ADS_1
[Halo, Mira?]
Mira
[Ya, halo, Sam. Ada apa?]
Sam
[Nggak ada, cuman lagi senggang aja. Gimana kabar kalian? Semuanya, baik-baik aja kan disana?]
Mira
[Baik, kamu gimana? DiLondon nggak ada masalah, kan?]
Sam
[Nggak, hidup aku nyaman-nyaman aja. Btw, gue kangen Alena, huhu😢]
Mira
[Cian, tapi Alena nya nggak kangen ama lo. Gimana dong!?!😌]
Sam
[Diem lo, bang...😡]
Mira
[Bang!? Bang apa!?! Bang apa, hayyo..😊]
Sam
[😠 Huh😤😧]
[Btw, lagi apa lo?]
Mira
[Nyantai. Lo?]
Sam
[Biasalah, nge-Spa kelas elit, bro!]
Mira
[Kampret lo, Samantha😑]
Samantha
[Hehe😈]
Mira
[Dahlah, capek gue ngomong ama lo. Bye😒]
Samantha
[Me too☺]
Tuut...tutt...tut. (anggap aja suara dering telpon ditutup ya, guys😉)
Via chat off*
"Huh, nyebelin banget ini anak. Sombong nya minta ampun, tapi, wajar sih dia sombong. Dari kecil kan, udah punya segalanya." Monolog gue.
"Ih, tapi tetap aja. Sombong nya itu loh, kebangetan, nggak ngotak" kesalnya gue.
"Arghh, auk ah. Kesel bet gue, nj*r" teriak gue yang frustasi.
Tapi, pas gue lagi enak-enaknya bermonolog, eeh, ada yang dateng buat ngeganggu. Taulah kalian, siapa lagi kalau bukan...😒
"Eak, lagi ngelamunin apa nih?" Ucap nya sambil sesekali angkat-turunin alis nya yang menyebalkan itu.
"Kk Sam, tadi nelpon." Balas gue malas😒.
"Beneran!?" Tanya nya ke gue.
"Ya iyalah, Andin ku yang 'pintar'"
"Goblok, lu, goblok" batin gue. Hehe, sambil senyam-senyum sendirian.
"Napa lu, senyam-senyum nggak jelas gitu? Udah deh, yang itu nggak penting. Kk Sam, ngomong apaan?" Tanya nya penasaran. Yang buat gue jadi dapet ide jahil.
"Dia bilang..." ucap gue yang bikin Andin penasaran.
"Bilang apa, cepat!!!" Ucap nya lagi sambil masang muka penasaran. Akhirnya, gue kasih isyarat untuk dia ngedekatin wajah alias telinga nya ke gue.
"Dia bilang, ANDIN GOBLOK! AHAHAH." Bisik gue yang diakhiri dengan teriakan didekat telinga nya dan lalu pergi menjauh.
Siapakah Samantha? Dan, apa hubungan nya dengan Alena dkk?
__ADS_1