My Stupid Lovers

My Stupid Lovers
Saranghae Park Jiyeon


__ADS_3

Hay, perkenalkan nama ku Park Jiyeon gadis berusia 18 tahun. Tidak ada yang spesial dalam hidup ku hanya seorang gadis biasa yang bersekolah di sekolah biasa dan dikelilingi oleh orang-orang biasa juga. Tapi semua itu tidak lagi, ketika seorang pria bernama Kim Myungsoo yang begitu bodoh dan menyebalkan hadir dalam kehidupan ku. Aku terjebak dengan dirinya karena entahlah aku sendiri juga tidak tahu kenapa hal itu bisa terjadi dalam hidup ku.



Kim Myungsoo. Aku akui dia memang pria yang taman dan sangat mempesona tapi jangan tertipu dengan semua itu pada kenyataanya dia hanyalah orang bodoh yang selalu mengikuti ku kemanapun aku pergi, dia baru pindah ke sekolah kami beberapa bulan yang lalu dan kami satu kelas bahkan satu bangku. Itu sangat menyebalkan, aku tidak tahu bagaimana latar belakang keluarganya atau apapun tentang dirinya hanya beberapa hal yang aku tahu dia itu bodoh, keras kepala dan menyebalkan.




Lihatlah. Seperti saat ini, pria bodoh itu tengah mengikuti ku yang hendak ke kantin untuk mengisi perutku yang kelaparan.



"Jiyeon-ah... Jiyeon-ah.... Jiyeon-ah..." Ya, itu adalah suara Myungsoo yang terus memanggil namaku. Aku terus berjalan dan mencoba mengabaikan setiap ucapan menyebalkannya itu. Aku sudah berusaha melarangnya untuk ikut dengan ku tapi dasar Myungsoo, sifat keras kepalanya melebihi diriku sendiri dan hasilnya ia mengikuti ku sampai sekarang.



Aku melambaikan tangan pada Krystal, Jieun, Suzy dan Jiwon yang terlihat tenang menikmati makan siang mereka. Ketika aku hendak kesana tiba-tiba saja Myungsoo menghentikan ku dengan menarik jas belakang ku.



"Yak! Wae?" Tanyaku sambil melotot marah kepadanya. Bagaimana tidak marah jika aku hampir terjungkal karena perbuatannya itu.



"Apa kau akan kesana dan meninggalkan aku sendirian? Jangan lakukan itu, kita cari tempat duduk yang lain saja."



"Shiroyo!! Kau saja sendiri"



Aku melepaskan tangannya yang masih memegang belakang jas ku dan meninggalkan nya sendirian. Aku benar-benar risih jika terus berada dijarak sedekat itu dengan dirinya.



Aku mengambil makanan dan ikut bergabung dengan teman-teman ku. Mereka semua memandang ku dengan tatapan yang membuatku kesal, seolah aku adalah penjahat yang telah membunuh seseorang.



"Wae? Kenapa kalian menatap ku seperti itu?" Tanyaku sebelum memakan makanan ku.



"Yak! Jiyeon-ah, apa kau tidak kasian dengan Myungsoo? Bagaimana bisa kau meninggalkannya sendirian disana?" Krystal yang cerewet mulai beraksi. Aku hanya memutar bola mataku jengah.



"Dia itu murid baru Ji, dia hanya mengenal dirimu disini." Tambah Jieun yang memang selalu baik pada semua orang, seharusnya Myungsoo menempel pada Jieun bukan kepada ku. Itu akan lebih baik.



"Aku rasa dia juga menyukai mu itulah kenapa dia terus mengikuti kemana pun kau pergi." Kata Suzy gadis yang begitu populer diantara kami, seharusnya Myungsoo menyukainya kenapa harus aku.



"Hem... Majjayo." Jiwon membenarkan.



Aku sudah biasa mendengar ocehan dan ceramah gratis dari sahabat ku ini. "Yak! Sudah berapa kali aku bilang. Aku tidak suka dengannya jadi jangan paksa aku!!"



"Kau hanya belum menyadarinya Jiyeon." Jiwon masih saja seperti itu. Dia bagaikan orang tua yang selalu menasehati anak-anak nya.



Aku abaikan ucapan para gadis itu dan fokus pada makanan yang sudah menunggu untuk aku makan ini. Mendengar ocehan mereka hanya akan membuat perutku semakin lapar.





















__ADS_1














Bel tanda pulang telah berbunyi. Aku membereskan semua buku dan alat tulis yang lainnya. Myungsoo juga melakukan hal yang sama dan lebih cepat dari pada aku.



"Kajja kita pulang bersama." Sudah aku duga dia pasti akan mengatakan hal bodoh itu lagi. Kalau pun aku bilang tidak dia akan tetap mengikuti ku sampai rumah. Bukankah dia itu bodoh sekali, kalau aku sih ogah.



"Terserah kau saja!" Ketus ku lalu beranjak dari sana.



"Jiyeon-ah, aku pergi dulu ya!" Teriak Jieun yang sudah pergi meninggalkan kelas untuk menghampiri seseorang yang kini sudah menunggunya didepan pintu kelas kami. Yang Yoseob.



Aku tidak tahu apa hubungan mereka dan juga mereka selalu terlihat bersama sejak kami kelas satu. Yoseob dan aku pernah satu kelas saat kelas dua, dia orang yang baik dan imut seperti Jieun dan Jieun juga pernah bilang jika dia menyukai Yoseob jadi bisa disimpulkan jika mereka saling tertarik satu sama lain tapi aku tidak tahu ada hubungan lebih dari itu atau tidak diantara keduanya.



Krystal, Suzy dan Jiwon memutuskan untuk pulang terlebih dahulu. Biasa para wanita itu akan pergi shopping dan juga ke salon. Sayang sekali aku tidak begitu tertarik dengan semua hal itu, aku bukan wanita yang memilki hobi seperti itu. Apa salahnya? Aku lebih suka tampil apa adanya.



"Jiyeon-ah, Kajja aku akan mengajak mu ke sesuatu tempat."



Astaga! Karena melamun memikirkan teman-teman ku, aku tidak sadar jika ada seseorang yang hidup dan berjalan disamping ku. Myungsoo langsung saja menarik tangan ku dan membawaku entah kemana.



"Yak! Kita akan kemana? Lepaskan!" Aku mencoba melepaskan tangan ku yang dipegang erat oleh Myungsoo tapi sayangnya pria itu terlalu kuat dan tentu saja aku kalah.




























__ADS_1










Myungsoo berhenti disebuah tempat yang sangat indah. Aku tidak tahu dari mana dia menemukan tempat ini dan jalan yang kami lewati tadi aku belum pernah melewatinya. Dari sini aku bisa melihat kota seoul yang begitu luas dan juga bangunan tinggi itu terlihat kecil dari sini. Angin yang berhembus membuat ku semakin takjub dengan tempat ini.



"Wah, dari mana kau tau tempat ini?" Myungsoo sudah melepaskan tangan ku dan kini tangannya berpegangan pada pagar kayu yang terlihat sudah cukup lama di gunakan. Warna cat nya sudah memudar itu berarti tidak banyak orang yang tahu tempat ini karena jalan kemari cukup jauh dan menanjak.



Myungsoo tersenyum sebelum menjawab pertanyaan ku. "Beberapa waktu yang lalu aku tersesat karena tidak tahu jalan pulang dan malah kesasar sampai disini."



"Mwo?"



Kalian lihatkan, dia itu konyol sekali. "Lalu bagaimana kau pulang?"



"Aku menelfon orang rumah dan mengatakan dimana lokasi ku."



Lagi-lagi dia menunjukan senyum bodoh miliknya itu. Aku tidak tahu dari planet manakah dia berasal, kenapa dia tidak juga berhenti menganggu hidupku dan menjauh dari ku? Padahal aku sudah sering mengatakan hal kasar dan juga memakainya bahkan tak jarang aku menyesal sendiri karena terlalu jahat kepadanya tapi dia selalu mengikuti kemanapun aku pergi sampai sekarang dan tidak juga mendapatkan satu teman selain aku. Ada apa dengannya?



"Jiyeon-ah, lihatlah! Sudah dimulai!" Aku tersadar dari lamunan ku dan mengikuti kemana pandangan Myungsoo saat ini.



Aku semakin dibuat takjub ketika lampu kota seoul perlahan menyala dan itu sangat indah. Saat kami pulang tadi hari memang sudah cukup sore dan perjalan kemari cukup memakan waktu yang lama. Hari sudah berganti malam sekarang.



Itu benar-benar indah seolah aku melihat ribuan bintang yang bertaburan tapi tidak di langit.



"Kau suka?" Aku menoleh pada Myungsoo dan tersenyum lebar.



"Ne, aku suka. Itu indah." Ucap ku.



"Kalau begitu aku mau minta imbalan untuk ini."



Aku mengerutkan kening. Imbalan? Apa maksudnya. "Mwo? Imbalan apa yang kau maksud?"



"Ini."



Cup.



Aku tertegun dengan apa yang baru saja terjadi. Itu terlalu cepat dan aku tidak bisa mengelak. Myungsoo mencium ku memang bukan di bibir hanya di pipi tapi itu sudah cukup membuatku terkejut.



"Yak! Apa yang kau lakukan bodoh?!" Teriak ku setelah sadar apa yang baru saja terjadi tapi Myungsoo malah tersenyum bodoh tanpa rasa bersalah.



"Mulai sekarang kau akan menjadi kekasih ku. Kita sepasang kekasih sekarang" Aku benar-benar tidak mengerti dengan apa yang Myungsoo katakan. Apakah dia itu benar-benar bodoh atau hanya pikiran ku saja.



"Mwo? Apa kau pikir aku mau menjadi kekasih mu?! Jangan harap!"



"Tapi kita sudah menjadi sepasang kekasih sekarang. Saranghae Park Jiyeon." Myungsoo kembali mencium pipi ku kilat membuatku melebarkan mata karena hal itu.



"Kau gila!" Pekik ku yang malah disambut tawa olehnya.






Bersambung....

__ADS_1



__ADS_2