My Talent Is Valakor

My Talent Is Valakor
chapter 10


__ADS_3

Sepertinya aku akan butuh bantuan orang ini di lain hari.


Semua ini tidak lain untuk status hubungan pernikahan ku jika suatu waktu tidak bisa dikendalikan lagi.


Entahlah orang awam seperti diriku rasa nya mengenal seseorang yang punya pengetahuan luas menjadi kan aku merasa tenang dan percaya diri.


Disitulah dia.


Orang ini terlihat dari gaya bicara nya pun seperti seorang yang memang berwawasan luas, bahasa nya lugas dan tegas, ah aku suka.


Sebetulnya tidak jauh berbeda dengan suami ku jika berbicara dalam soal ini, tapi orang baru ini bagiku jelas lah berbeda.Dia menarik, muda,tipe aku lah jika harus di katakan.Upss !


Setelah mengobrol beberapa pembahasan,kami mengakhiri panggilan dengan kalimat di lain waktu lagi.


Malam ini ah sungguh jiwa muda ku mengembang kembali setelah mengobrol celoteh manja dengan diri nya.


Dendra, nama yang indah serupawan wajah nya.


Aku mengecupmu dari jauh.


_____________


Pagi di hari minggu.


Seperti biasa aktifitas yang ku lakukan beres-beres rumah beserta hal lain nya.


Aku mengirim Resy pesan jika aku akan tiba di rumah nya sekitar pukul 11.00 siang, maklum aku sangat repot di pagi hari.


Sekitar pukul 9.30 aku menitipkan Arsyla ke rumah ibu.

__ADS_1


Kebetulan bapak juga sedang tidak sibuk jadi ibu ada yang membantu mengurus adik ku dan Arsyla saat ku titipkan.


Di jam-jam itu juga biasa nya Arsyla tidur jadi tidak akan begitu merepotkan ibu.


Setelah aku pulang dari rumah ibu, aku segera mandi, mengganti baju dan bersiap pergi ke sana.Tidak lupa bingkisan yang berisi kue dan roti juga sudah ku bawa.


Di pertigaan jalan sana tempat pangkalan ojek, aku segera berjalan menuju kesana.


"Bang anterin saya ke rumah temen, ini alamat nya"


Aku memperlihatkan sebuah alamat dari ponsel kepada supir ojek.


Tidak lama aku pun menuju ke sana.


Setelah abang ojek berhenti dan mengatakan disini alamat yang ku maksud, aku menelpon Resy untuk menghampiri ku.


" Lita disini "


"Resy ?"


Perempuan itu menganggukan kepala.


Lalu aku segera menemui nya.


Maaf aku disini sedikit rada pangling melihat Resy, ia kini bertambah bulat dan sangat berisi.


Bukan kah dia bilang dia belum punya anak dan belum pernah melahirkan, kenapa dia begitu subur seperti ini sekarang.


"Resy, kamu pangling sekarang.Saking bahagia ya sama suami"

__ADS_1


Aku memuji dan berbasa basi pada nya saat menuju rumah nya yang berada di dalam gang.


" Kamu bisa aja Lit, ia enggak tau aku gendut gini "


Resy seperti tersipu malu.


"Ga papa, justru aku pengen lho kaya kamu gini, gemuk.hhe "


Timpal ku pada nya.


"Yaudah yuk, masuk Lit"


Aku tiba di rumah nya, menaruh bingkisan di atas meja kemudian duduk di kursi yang berukiran kayu.


" Repot-repot kamu bawa bingkisan segala.


Eh mana anak mu, kamu gak bawa? "


Resy menanyakan anak ku sambil menyuguhkan air minum.


"Ga repot, maaf cuma bawa itu gak bisa bawa yang lebih bagus.hhe


Anak ku lagi tidur sama nenek nya"


Jawab ku .


Saat kami mengobrol seorang pria datang menghampiri dari ruang tengah.


Pria berkulit bersih dan manis, menyodorkan tangan ingin menyalami ku.

__ADS_1


Aku menyalami nya kembali dan tersenyum pada nya.


Resy berbicara "Kenalin itu suami ku"


__ADS_2