My Talent Is Valakor

My Talent Is Valakor
chapter 9


__ADS_3

Di sore hari nya ibu dan bapak pulang.


Rumah kembali sepi tidak ada mereka.


Aku juga tidak punya sanak saudara lain.Keluarga ibu dan Bapak semua sudah tidak ada, karena memang ibu dan bapak ku tadinya sama-sama anak tunggal,sehingga aku tidak punya uwa, paman atau bibi.


Dan nenek-kakek dari kedua nya juga sudah tiada sejak lama,sejak aku masih sekolah dasar tapi lupa saat kelas berapa.


Aku juga hampir jadi anak tunggal,beruntung sekarang aku punya adik walau pun terpaut usia yang sangat jauh, sehingga aku tidak pernah menikmati masa-masa kecil berasama saudara kandung.


Tapi ya sudah lah, masa-masa kecil ku juga sudah berlalu.Dan kini masa ku menjadi orang tua.


"Hmmmmmm..." Aku menghela nafas.


________


Malam hari.


Aku membuka ponsel dan memasukan nomor yang tertera di kartu nama orang itu ke kontak.


Kemudian membuka aplikasi whatsapp memeriksa apa nomor nya tersambung dengan aplikasi ini.


Dan yes, benar !


"Asalamualaikum, salam kenal.Aku wanita yang di sebrang jalan itu yang meminta mu menghampiri ku"


Di akhir nya aku sisipkan emot senyum (☺)dan peace ( ✌)


Pesan terkirim, tapi masih ceklis.


Aku tidak sangat menunggu balasan nya, jadi aku membuka aplikasi facebook dulu kebetulan sudah dua hari aku tidak aktif disana.


Waduhhhh, , aku lupa !

__ADS_1


Minggu besok ada janji aku sama Resy.


Untunglah malam ini aku membuka ini aplikasi, sehingga bisa menjadi pengingat.


Postingan dengan keterangan baru saja muncul di beranda ku.


Sebuah unggahan foto dari Resy, tapi sial nya jaringan seluler sedang trouble sehingga belum muncul juga gambar nya.


Aku scroll dulu ke bawah, eh malah tetap belum ada perubahan.


Tiada angin, tiada hujan.Mengapa sinyal malam ini begitu jelek,entahlah mungkin sedang ada perbaikan.


Aku mematikan data seluler karena percuma saja hanya membuang-buang waktu, aku lebih baik mendengarkan musik di ponsel saja.


Headset telah ku sambungan pada handphone, kemudian aku tinggal memilih beberapa pilihan lagu yang memang sudah aku download sehingga aku bisa mendengarkan lagu secara offline.


Satu lagu dua lagu, mendengarkan nya membuat ku sedikit mengantuk.


"Selamat malam, hey mbak."


"Malam, ganggu enggak nih"


"Mba dimana ya"


Setengah sadar dan mengantuk menjadi satu, tapi aku berusaha melawan kantuk untuk sedikit mengalah, aku dengarkan dengan baik apa yang ada di telingaku.


Ku lirik layar ponsel.Sebuah panggilan.


Hah, kapan aku menjawab panggilan, kenapa enggak ada suara dering panggilan seperti biasa.


Aku bangun kemudian duduk sambil menyenderkan punggung pada tumpukan bantal di belakang.


"Iya hallo, maaf jaringan nya mungkin lagi jelek, dari tadi aku ngomong kok"

__ADS_1


Aku berdalih, padahal aku tadi setengah tidur.hhe


Aku baru ingat, memang saat sedang menggunakan mode headset saat ada panggilan akan otomatis menjawab sendiri dan langsung tersambung.


Untunglah mulut ku ini pandai juga memberi alasan.


Eh sebener nya enggak alasan juga kali ya.Memang tadi sinyal nya jelek banget saat aku menggunakan data internet.


Malu sekali rasa nya, bisa-bisa dia ilfeel kalau tau aku mengangkat telepon sambil tidur.


Dari suara nya aku sudah tau, ini adalah orang itu.


Orang yang sengaja membuat aku menghubungi nya tadi melalui whatsapp.


Mungkin tadi dia sudah membalas chat ku, tapi tidak sempat aku buka karena memang off.


"Mba suami nya ada?"


Deg!


Pertanyaan itu seolah mengusik hati ku.Bagaimana tidak saat ini aku juga tidak tau harus mengatakan apa, rumah tangga ku sedang ada problem, dan keputusan ada atau tidak tentang suami ku aku tidak bisa jawab.


"Maaf, pertanyaan kamu terlalu jauh"


Jawaban dari ku pada dia.


Dia tidak menanyakan alasan ku lagi, dia meminta maaf dan mengalihkan pembicaraan.


Semua obrolan nya bisa membuat ku senang, nyaman rasa nya ngobrol sama orang ini.Walaupun dia orang asing, orang baru !


Tapi satu informasi yang membuatku menyambut keberadaan nya.


Dia bilang ia adik dari seorang lawyer.

__ADS_1


__ADS_2